[ HTML ] [ Java ] [ Bahasa C ]


Jumat, Februari 15, 2019

Bagian Penunjang Penelitian Tindakan Kelas

Bagian penunjang, biasanya berisi daftar pustaka, lampiran, dan instrumen penelitian. Daftar pustaka, disamping berfungsi sebagai bacaan lanjut, juga dapat digunakan untuk melacak berbagai sumber yang berkaitan. Penulisan daftar pustaka dalam laporan PTK harus menggunakan aturan yang baku. Hingga saat ini, terdapat dua aturan penulisan daftar pustaka, yakni MLA (Modern Language Association) dan APA (American Psychological Association). Secara esensial, diantara keduanya tidak ada perbedaan yang krusial, kecuali pada cara penulisannya saja. Di Indonesia, aturan penulisan yang lazim digunakan adalah sistem APA (American Psychological Association). Berikut adalah contoh penulisan daftar pustaka dengan sistem APA.

5 komentar:

  1. Daftar pustaka adalah halaman terakhir dari sebuah esai atau makalah penelitian yang ditulis dengan gaya APA. Gaya penulisan ini mencantummkan semua sumber yang peneliti gunakan dalam pembuatan karya ilmiah, sehingga para pembaca dapat dengan mudah menemukan sumber yang dijadikan bahan kutipan dalam karya ilmiah.

    BalasHapus
  2. Apakah yang dimaksud dengan daftar pustaka atau referensi yang terdapat dalam makalah ilmiah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Daftar pustaka atau referensi adalah hubungan yang terjadi antar objek, dimana suatu objek atau objek pertama menunjuk, atau bertindak sebagai sarana untuk menghubungkan atau menautkan objek lain (objek kedua) ke objek yang sedang dibahas. Objek yang dirujuk oleh objek pertama disebut sebagai referensi objek pertama.

      Hapus
  3. Kenapa kutipan sangat penting dalam sebuah karya ilmiah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kutipan tidak hanya digunakan untuk menghindari plagiarisme atau pembajakan dalam sebuah karya (ilmiah). Kutipan juga memiliki peran penting lainnya.

      Kutipan memungkinkan peneliti untuk memberikan pengakuan terhadap kontribusi penulis dan peneliti lain dalam bidang penelitian dan pekerjaan yang dilakukannya. Dengan mengutip karya dari peneliti lain tersebut, artinya peneliti mengakui dan menghormati hak kekayaan intelektual peneliti lain tersebut.

      Kutipan juga merupakan bentuk silaturahmi ilmiah antar sesama peneliti yang dilakukan dalam komunitas ilmiah.

      Hapus

Respon komentar 7 x 24 jam, so please be patient :D