Senin, Februari 25, 2019

Penelitian Laboratorium Pustaka dan Lapangan

Penelitian Laboratorium
Laboratorium adalah tempat bekerja untuk melakukan kegiatan percobaan atapun penyelidikan terhadap bidang ilmu tertentu (Kertiasa, 2006). Laboratorium juga dapat dimaknai dalam artian yang lebih sempit sebagai suatu ruangan tertutup dimana kegiatan peneletian atau percobaan terhadap subjek penelitian dilakukan, 'tempat' dalam hal ini yang mengacu pada definisi laboratorium dapat diartikan sebagai ruangan tertutup, kamar, atapun ruangan terbuka.

Penelitian Pustaka
Penelitian pustaka atau studi pustaka adalah sebuah metode yang biasa digunakan untuk menyelidiki secara teliti beberapa pendekatan yang berbeda dari topik penelitian yang akan diteliti (Lage dan Godinho, 2010). Studi literatur Jurnal dan proceedings adalah dokumen ilmiah yang biasa diselidiki pada kegiatan penelitian untuk menemukan informasi penelitian yang baru (Ngai et al, 2008 dan Lage dan Godinho, 2010).

Penelitian Lapangan
Penelitian lapangan memiliki definisi yang berbeda-beda tergantung dari setiap definisi peneliti yang melakukan penelitian atau penulis yang membuat sebuah jurnal penelitan ilmiah (Anderson dan Widener, 2007). Birnberg et al (1990) mengatakan bahwa natural setting tidak tercipta untuk tujuan utama dalam melakukan penelitian. Ferreia dan Merchant's (1992) mengatakan bahwa penelitian lapangan memiliki definisi yang tergantung dari definisi para periset atau peneliti yang melibatkan pengalaman langsung dan secara mendalam terhadap para anggota yang terlibat dan bidang atau lapangan dari penelitian yang diinformasikan dari dalam dan muncul dari kontak langsung antara lingkungan penelitian dan peneliti itu sendiri. Ferreira dan Merchant's juga menambahkan bahwa interview dan observasi langsung adalah sebagai sumber data utama. Penelitian lapangan digunakan untuk menyaring hasil survei atau menambahkan interpretasi baru atau menemukan hal lain yang tidak penting. 



DAFTAR RUJUKAN

Anderson, S. W., dan Widener, S. K. (2006). Doing Quantitative Field Research in Management Accounting. Handbooks of Management Accounting Research. pages: 319-341.

Birnberg, J. G., Shields, M. D. & Young, S. M. (1990). The case for multiple methods in empirical management accounting research (with an illustration from budget setting). Journal of Management Accounting Research, 2, 33–66.

Ferreira, L. D. & Merchant, K. A. (1992). Field research in management accounting and control: a review and evaluation. Accounting, Auditing & Accountability Journal, 5, 3–34.

Kertiasa, N. (2006). Laboratorium sekolah dan pengelolaannya. Pudak Scientific: Jakarta.

Lage, J. M., dan Godinho, F. M. (2010). Variation of the kanban system: literature review and classiļ¬cation. International Journal of Production Economics 125, 13-21.

Ngai, E. W. T., Moon, K. K., Riggins, F. J., dan Yi, C. Y. (2008). RFID research: an academic literature review (1995-2005) and future research directions. International Journal of Production Economics 112 (2), 510-520.

9 komentar:

  1. Kegiatan apasih yang sebenarnya dilakukan didalam laboratorium?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
    4. Jawabannya adalah, TIDAK TAHU. Ada banyak sekali laboratorium penelitian diberbagai belahan dunia, dan bisa dikatakan dalam lab tersebut dilakukan banyak hal. Misal dibidang ilmu roket, ilmu roket sebenarnya sangat sederhana, tetapi teknik pengembangan roket adalah sesuatu yang sangat sulit.

      Atau contoh lain kegiatan seperti yang dilakukan pada lab Supercomputer Computations Research Institute di Florida State University, seperti:

      Pemodelan cuaca dan visualisasi data empiris yang menunjukkan bahwa arus naik tajam yang muncul pada simulasi sebenarnya merupakan sesuatu yang bersifat nyata dan bukan artefak.

      Pemodelan tumpahan minyak yang menunjukkan bulu ditengah tumpahan turun dan membahayakan terumbu karang dan habitat lain pada landasan kontinen.

      Investigasi kimia kuantum ke transretinal, dimana kita ketahui bahwa bahan kimia merupakan bahan yang penting bagi penglihatan.

      Simulasi dan visualisasi waktu nyata dari sebuah molekul dengan 4000 atom dalam sebuah klster tertentu.

      Visualisasi migrasi sel glial pada otak tikus.

      Visualisasi tabrakan dekat antara elektron dan proton yang menunjukkan do-si-do dari kepadatan muatan.

      Studi acak dari elektroencephalogram yang menunjukkan bahwa pasien ALzheimer pada beberapa kondisi aktifitas saraf yang secara keseluruhan lebih sederhana daripada neurotipikal.

      Visualisasi hasil eksperimen fisikan berenergi tinggi, yaitu saling melempar pertikel sehingga menghasilkan ledakan dan membusuk.

      Simulasi kromadinamika kuantum yang melibatkan interaksi gluon-gluon.

      Studi tentang gen fibrosis kistik, elektroforesis gel, dan bioinformatika dari genom manusia.

      Terlepas dari konsep science aktual, pada lab tersebut telah dilakukan banyak sekali peningkatan dalam hal visualisasi, animasi, dan superkomputer.

      Dan juga perlu diketahui bahwa FSU secara luas juga dianggap sebagai univeritas yang cukup jelek dalam hal penelitian, kecuali dalam hal sepak bolanya. Namun, tetap saja kegiatan penelitian yang dilakukan didalam laboratorium juga merupakan sesuatu yang menyenangkan.

      Lantas kenapa ada yang berpendapat bahwa kegiatan penelitian merupakan sesuatu yang membosankan? Menurut beberapa pendapat alasan kenapa kegiatan penelitian terasa membosankan adalah karena setiap peneliti diharuskan mengajukan sebuah pertanyaan. Dan ini bukan suatu hal yang mudah ketimbang sekadar melaksanakan kegiatan penelitian secara langsung yang tujuannya hanya untuk membuktikan suatu teori ataupun juga mengulang kegiatan eksperimen lama atau sekadar bersenang-senang dengan science.

      Ada sebuah pendapat yang mengatakan bahwa sebuah universitas bukanlah universitas jika tidak memiliki kegiatan penelitian. Kenapa, karena dengan meneliti kita memiliki target untuk mencapai suatu hal, berbeda dengan praktik lapangan dalam kegiatan magang yang katanya bertujuan menambah pengalaman, bahwa sebagian besar target dari siswa praktikan tersebut adalah untuk segera menyelesaikan magangnya tanpa benar-benar peduli terhadap kemampuan yang mereka dapat selama proses magang.

      Hapus
  2. Tahapan penelitian pustaka itu seperti apasih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penelitian pustaka melibatkan proses step-by-step yang digunakan untuk mengumpulkan informasi untuk menulis makalah, membuat presentasi, atau menyelesaikan suatu proyek penelitian. Satu maju dari satu step ke step selanjutnya, biasanya perlu untuk membuat suatu cadangan materi, melakukan revisi, menambah materi, atapun juga melakukan pengubahan dari materi yang telah dikumpulkan sebelumnya. Hal ini tergantung pada apa yang telah ditemukan oleh peneliti selama kegiatan penelitian. Ada banyak sekali alasan dalam penyesuaian materi pada kegiatan penelitian pustaka. Misal, pada saat kegiatan ditemukan bahwa topik yang dibahas ternyata terlalu luas dan perlu dipersempit kajiannya, sumber informasi yang memadai kurang tersedia, kegiatan yang akan diteliti mungkin kurang mendukung dari tujuan thesis yang akan dibuat, atau ukuran proyek tidak sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.

      Proses penelitian itu sendiri melibatkan proses indentifikasi dan penemuan informasi yang relevan, melakukan analisis terhadap apa yang telah ditemukan, dan mengembangkan serta mengungkapkan ide-ide yang ada. Dimana keterampilan ini sama dengan perkerjaan saat sedang membuat laporan ataupun juga proposal. Dalam kegiatannya, penelitian pustaka biasa melibatkan sumber-sumber primer dan juga sumber sekunder pada kegiatannya.

      Sumber sekunder, merupakan penelitian yang dilakukan oleh peneliti lain. Dimana peneliti tersebut mendeskripsikan, dan atau mengevaluasi informasi yang ditemukan dalam sumber primer. Dengan melakukan pengemasan ulang informasi, sumber sekunder membuat informasi lebih dapat untuk diakses. Beberapa contoh sumber sekunder adalah buku, artikel jurnal dan majalah, eksiklopedia, buku saku, kamus, indeks berkala, review, dan lain sebagainya.

      Sumber primer merupakan sumber asli dari suatu karya. Sumber ini mewakili pemikiran orisinal, laporan tentang penemuan, dan berbagai informasi baru. Biasanya sumber primer mewakili tampilan formal pertama dari penelitian asli. Sumber primer meliputi data statistik, manuskrip, survei, pidato, biografi atau otobiografi, buku harian, sejarah lisan, wawancara, karya, atau seni dan sastra, laporan penelitian, dokumen pemerintah, program komputer, dokumen asli seperti akta kelahiran, transkrip percobaan, dan lain sebagainya.

      Hapus
  3. bagaimana cara supaya saya bisa mulai menjadi seorang peneliti?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penelitian merupakan rangkaian proses pengumpulan dan penyelidikan pengetahuan yang mengarah pada sebuah solusi terhadap masalah yang ada pada bidang tersebut. Langkah-langkah seseorang untuk dapat melakukan penelitian:

      1. Pelajari lebih dalam terhadap minat dan bakat yang kita miliki. pengetahuan umum yang didapat bangku sekolah saja adalah sesuatu yang tidak cukup.

      2. Proses pemahaman yang dilakukan secara mendalam pada suatu bidang, akan membuat kita menyadari beberapa hal ataupun permasalahan yang belum diketahui solusinya atau memang baru pertama kali disadari dan belum banyak yang dilakukan pengembangan dibidang permasalahan tersebut.

      3. Dari berbagai masalah yang ditemukan pada hal yang kita pahami tersebut, lakukan pengelompokkan mulai dari tingkat permasalahan yang mudah, sedang, hingga yang tersulit.

      4. Juga dapat dilakukan komunikasi atau meminta bantuan dari ahli pada bidang tersebut.

      5. Pada proses perjalanan mencari solusi dari permasalahan tersebut, mungkin kita akan menghabiskan banyak sekali waktu bahkan jika itu hanya untuk membuat sedikit kemajuan kecil.

      6. Jangan pernah merasa kecewa.

      7. Catat dan publikasikan setiap hasil yang telah ditemukan selama proses pencarian solusi tersebut. hal ini bertujuan untuk membantu kita dalam proses perbaikan dan juga menghindari kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.

      8. Akhirnya solusipun ditemukan.

      9. Catat setiap hasil perkembangan yang telah ditemukan. Mungkin proses ini akan memakan banyak sekali waktu bahkan usia kita sekalipun, tetapi dari apa yang telah kita capai tersebut kita akan menemukan kebanggaan bagi diri kita sendiri dalam menghadapi suatu tantangan yang ada di alam semesta.

      Hapus

Respon komentar 7 x 24 jam, so please be patient :D