Kamis, Februari 14, 2019

Siklus dalam Penelitian Tindakan Kelas

Siklus atau putaran (tahapan) dari serangkaian proses, dimulai dari tahapan perencanaan, persiapan, pelaksanaan, hingga tahapan akhir adalah evaluasi. Jika makna tersebut dikaitkan dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) maka yang dimaksud dengan siklus adalah satu putaran penuh dari tahapan-tahapan dalam kegiatan PTK. Jadi, satu siklus pada kegiatan Penelitian (PTK) adalah tahapan yang dimulai dari tahap perencanaan, pengamatan, dan refleksi.

Jika dalam sebuah kegiatan penelitian (PTK) terdiri lebih dari satu siklus dalam kegiatannya, maka siklus yang selanjutnya adalah putaran ulang dari tahapan yang telah dilakukan pada siklus awal atau sebelumnya. Hanya saja, antara siklus pertama, kedua, dan selanjutnya selalu mengalami perbaikan setahap demi setahap. Jadi, antara siklus yang satu dengan siklus yang lain tidak akan pernah sama, meskipun melalui tahap-tahap yang sama.

Sekadar contoh, tindakan untuk mengajarkan "Luas Bangun Ruang". Tentu saja tindakan ini hanya memerlukan satu siklus (perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi atau evaluasi). Lain lagi jika tindakan yang dilakukan adalah mengajarkan "Matematika". Kegiatannya akan bersiklus-siklus, karena yang akan diajarkan lebih dari satu materi (beberapa materi), sehingga proses itu dapat merupakan siklus berkesinambungan.

Pertanyaan yang sering muncul adalah berapa lama satu siklus harus dilakukan dan berapa kali peneliti diizinkan melakukan refleksi agar terjadi satu kali siklus? Jawaban untuk pertanyaan ini kiranya tidak tepat jika dijawab dengan ukuran waktu. Sebab, antara mata pelajaran yang satu dengan pelajaran yang lain relatif berbeda waktu pengajarannya, sehingga memungkinkan munculnya perbedaan antara siklus yang satu dengan siklus yang lainnya. Sedangkan jawaban atas pertanyaan "kapan refleksi dapat dilakukan?" adalah kapanpun jika peneliti telah merasa cukup mendapat informasi yang memadai untuk memperbaiki tindakan yang telah diujicobakan.

Setiap akhir dari kegiatan refleksi selalu menjadi babak baru bagi siklus berikutnya. Artinya, peneliti dan kolaborator harus selalu melakukan diskusi pada setiap akhir dari kegiatan refleksi guna merencanakan tindakan baru apa yang akan dilakukan pada siklus kedua atau siklus selanjutnya. Dengan proses atau tahapan yang sama, guru dapat melanjutkan kesiklus berikutnya, jika memang sampai pada siklus tertentu ia belum merasa puas atau belum berhasil mendongkrak prestasi belajar peserta didik. Demikian seterusnya, sehingga banyak siklus yang dilalui, semakin baik hasil yang diperoleh. Hasilnya adalah kepuasan guru dan kepuasan peserta didik atas prestasi kerja dan belajar.

10 komentar:

  1. Balasan
    1. Menciptakan pengetahuan berdasarkan pertanyaan yang dilakukan dalam konteks spesifik dan praktis, guna untuk dapat belajar melalui tindakan yang kemudian mengarah pada proses perkembangan para peserta didik dalam kegiatan belajar.

      Hapus
  2. Ada berapa tipe bentuk penelitian tindakan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Empat tipe utama dari rencana penelitian tindakan adalah penelitian individu, penelitian kolaboratif, penelitian seluruh sekolah, dan penelitian tingkat wilayah.

      Untuk penelitian tingkat wilayah biasanya jarang dilakukan oleh seorang guru atan tenaga pendidik.

      Hapus
  3. Biasa kendala seperti apasih yang dihadapi oleh seorang peneliti dalam kegiatan PTK?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kendala utama dari Penelitian Tindakan Kelas adalah ukuran sampel. Karena peserta didik yang sifatnya homogen, biasanya ukuran sampel yang dapat diambil dari tiap kelompok jumlahnya sangat kecil, sehingga terkadang kurang bisa mewakili variasi sifat dari populasi secara keseluruhan.

      Hapus
  4. mau tanya min, kalau misal kita membuat PTk, kan otomatis ada metode tertentu atau cara ajar tertentu yang menjadi inti dari pembahasan. Lah yang saya tanyakan, apakah metode yang kita buat judul itu harus ada di siklus setelah siklus pertama, karena kalau misal digunakan di siklus setelah siklus pertama kan akan terlihat perbedaan dengan metode yang akan dibahas dengan tanpa menggunakan metode tersebut terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. judul penelitian bisa berubah mengikuti proses perkembangan penelitian, yang tidak boleh berubah itu adalah topik. klo topik penelitian berubah, sama saja memulai dari awal lagi.

      di dalam topik penelitian biasanya berisi permasalahan UTAMA yang mau diselesaikan beserta solusi. solusi dalam hal ini adalah metode penelitian. Metode penelitian bentuknya bisa penerapan (pakai metode orang lain) biasanya dipakai anak2 S1, modifikasi teori (kombinasi beberapa metode dengan sedikit modifikasi hingga jadi metode baru) biasanya dipakai anak S2, atau dengan metode sendiri (kebaruan ilmu) biasanya untuk program doktor S3.

      inti utama dari penelitian adalah TOPIK bukan judul baik itu PTK ataupun bentuk penelitian lainnya,

      Sementara jika siklus pertama pada PTK ditemukan ketidak cocokkan dalam metode, atau menemukan suatu 'pemahaman baru', maka hasil pengamatan pada siklus pertama juga tetap bisa disertakan dalam siklus kedua, dalam bentuk revisi, kemukakan apa yang menjadi kendala dalam penerapan metode pertama, sehingga diperlukan medote baru dapa siklus selanjutnya, dan begitupun seterusnya hingga siklus terakhir dicapai.

      Hapus
  5. mengapa PTK harus dilakukan per siklus?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sumber: A Maimun - Ijaz Arabi Journal of Arabic Learning, 2020 - ejournal.uin-malang.ac.id

      "(action) research is a cyclical process because it starts with a problem and ends with a problem."

      penelitian (tindakan) adalah proses siklus karena dimulai dengan masalah dan diakhiri dengan masalah.

      Karena setiap kegiatan PTK biasanya selalu memunculkan (atau menemukan) permasalahan baru pada pelaksanaannya, sehingga diperlukan kegiatan penelitain baru untuk menyelesaikan proses dari permasalah baru tersebut, dan seterusnya dan seterusnya (bersiklus-siklus).

      Hapus

Respon komentar 7 x 24 jam, so please be patient :D

Footer Adsense