Artikel Terbaru

4 Contoh dan Mitos Nama Kelas File Pada Java

Pada materi sistem penamaan pada Java diberitahukan bahwa "nama class dan nama file harus sama". Ketika aturan ini dilanggar maka pesan error akan muncul seperti pada program seperti contoh berikut.

/***** File name: Trial.java ******/

public class Geeks

{

 

public static void main(String[] args)

{System.out.println("Hello"

+" world");}

 

}

Output:
javac Trial.java
Trial.java:9: error: class Bams is public, should be declared in a file named Bams.java
public class Bams
^
1 error

Namun informasi tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar (mitos), karena aturan tersebut bisa dilanggar seperti contoh program berikut ini.

/***** File name: Trial.java ******/

class Bams

{

public static void main(String[] args)

{System.out.println("Hello"

+" world");}

 

}


Step 1
javac Trial.java
Step 1 akan menciptakan Bams.class tanpa pesan error karena class sudah dibuat dalam bentuk public.

Step 2
java Bams
 
Mitos, nama class dan nama file harus ditulis sama pada bahasa pemrograman Java hanya jika class tersebut dideklarasikan dengan tipe public seperti diperlihatkan pada gambar 1.

Mitos Nama Kelas dan Nama File Pada Java
Gambar 1 Mitos Nama Kelas dan Nama File Pada Java

Dengan beberapa fitur ajaib, sekarang file .class dapat dieksekusi seperti program berikut. Sangat mungkin untuk memiliki beberapa main class dalam satu file Java, guna untuk kepentingan debug, pendekatan seperti ini bisa digunakan pada bahasa Java. Dimana setiap class dapat dieksekusi secara terpisah untuk menguji fungsi class masing-masing dengan persyaratan bahwa konsep inheritence tidak dipergunakan pada program ini. Namun secara umum akan lebih aman jika mengikuti mitos yang sudah ada.

contoh 1 program :

/*** File name: Trial.java ***/

/* main method 1 */

class UntukBams

{

public static void main(String[] args)

{System.out.println("Makan nasi padang");}

}

 

 

/* main method 2 */

class BamsTest

{

public static void main(String[] args)

{System.out.println("Makan nasi soto");}

 

}

Ketika kode program tersebut akan dikompilasi, maka akan dihasilkan dua .class file UntukBams.class dan Geekstest.class, dan karena kedua class tersebut memiliki main() method yang berbeda, maka kedua class tersebut bisa dijalankan secara terpisah.

Ketika java UntukBams dieksekusi, maka output yang dihasilkan adalah Makan nasi padang.
ketika java BamsTest dieksekusi, maka output yang dihasilkan adalah Makan nasi soto.

contoh 2 program:

// Progam Java untuk

// menemukan luas area pada

// segitiga

class Triangle {

int x, y;

 

void printArea(){

System.out.println("Luas are"

+"a segitiga adalah: " 

+ x * y / 2);

}

 

}

 

 

class Demo {

public static void main(String args[]){

// Menciptakan object

Triangle t = new Triangle();

t.x = 10;

t.y = 13;

t.printArea();

}

 

}

Catatan: Disini terdapat dua buah classTriangle dan Demo. Lantas, class mana yang namanya digunakan sebagai nama file?

Jawabannya adalah class dengan nama Demo harus digunakan sebagai mana file. Alasannya adalah karena class Demo memiliki main method dan pada bahasa pemrograman Java, eksekusi program dimulai pertama kali dari method main.

Filename: Demo.java
Compilation: javac Demo.java
Run: java Demo
Output: Luas area segitiga adalah:65

Komentar

  1. Kenapa method main sangat penting pada bahasa pemrograman Java?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Main Method sangat penting digunakan untuk memulai eksekusi program. Ketika mulai menulis kode program maka programmer artinya telah menulis baris pertama dari program yaitu "public static void main(String Args[])", hal ini dikarenakan kompilator Java tidak dapat memahami apapun kecuali main method dan segera setelah kompilator mendapatkan baris kode program tersebut, maka akan mulai dilakukan eksekusi program dari aliran normal.

      Hapus
    2. Main method digunakan kompilator sebagai titik awal untuk mulai membaca program.

      Hapus
  2. Kenapa eksekusi program oleh kompilator Java harus dimulai dari main method tidak dari method lain?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena Java adalah bahasa program berbasis JVM atau mesin virtual. Dimana setiap kali program Java dikirimkan ke JVM, maka program tersebut akan mencari method main atau method utama dan akan memanggilnya, satu-satunya hal yang JVM ketahui tentang program yang dikirim adalah bagaimana cara memanggil main method dari program yang dikirim tersebut. Program Java yang tidak mengandung main method, maka JVM tidak akan pernah menemukan program yang dikirim tersebut dan kode program yang terdapat pada program yang dikirimkan tersebutpun juga tidak akan pernah dieksekusi oleh JVM.

      Hapus

Posting Komentar

Respon komentar 7 x 24 jam, so please be patient :D

Hot Artikel!!!

Enkapsulasi pada Java

6 Tahap Utama dalam Melakukan Kompilasi Program Hello World Java

6 Contoh Program Method Overloading pada Java