Kamis, Maret 14, 2019

Statement Pengambil Keputusan Pada Java

Statement Keputusan Pada Java (if, if else, switch, break, continue, jump)

Pembuatan keputusan pada pemrograman sama seperti pembuatan keputusan pada kehidupan nyata. Pemrograman juga menghadapi beberapa situasi dimana sebuah kode program akan dieksekusi ketika sebuah kondisi telah terpenuhi.

Sebuah bahasa pemrograman menggunakan statement control untuk mengendalikan alur eksekusi dari program berdasarkan beberapa pengkondisian tertentu. Statement ini digunakan untuk alur eksekusi lebih lanjut dan sebagai dasar cabang pada perubahan untuk program utama.

Statement seleksi Java
satu, if
dua, if-else
tiga, nested-if
empat, if-else-if
lima, jumpt - break, continue, return

Statement tersebut memberikan programmer kemampuan untuk mengendalikan alur dari eksekusi program berbasis kondisi yang diketahui pada saat waktu program berjalan.

Statement if: if statement adalah salah satu statement pembuat keputusan paling sederhana. Statement ini digunakan untuk memutuskan apakah statement atau block tertentu dari bagian statement akan dieksekusi atau tidak. Jika nilai kondisi tertentu tersebut bernilai benar maka block statement akan dieksekusi programnya dan sebaliknya jika bernilai salah maka program tidak akan dieksekusi.

Sintak:
if (condition) 
{
/* Statements untuk menjalankan if bernilai benar*/
}

Berikut ini kondisi setelah evaluasi akan bernilai benar atau salah. Jika statement if menerima nilai boolean dani nilai if bernilai benar, maka program di dalam block akan dieksekusi. Jika tanda "{" dan "}" lupa diberikan setelah kondisi if maka secara otomatis if statement akan mengambil statement pertama setelah if untuk dijadikan sebagai statement block (statement selanjutnya akan diabaikan dari if). Contoh:

if (condition)
   statement1;
   statement2;

/* Jika kondisi bernilai benar, 
/* if block hanya menganggap statemtn 1 sebagai bagian dari block program */ 

Flowchar if diperlihatkan pada gambar 1:

penggunaan if statement pada Java untuk mengambil keputusan program
Gambar 1 if statement
sumber : geeksforgeeks.org

Contoh program:
Output:
I am Not in if

If-Else: Fungsi if statement akan dieksekusi jika kondisi bernilai benar jika tidak maka statement tidak akan dieksekusi. Tetapi, bagaimana jika kita ingin melalukan sesuatu yang lain pada kondisi yang bernilai salah. Maka untuk solusi dari permasalahan tersebut digunakan statement else. Statement else bisa digunakan untuk mengeksekusi statement if jika kondisi dari statement if tersebut bernilai salah.

Sintak:
if (condition)
{
    /* Program dieksekusi jika kondisi If bernilai benar */
else
{
    /* Program dieksekusi jika kondisi If bernilai salah */
}

Flowchart if-else statement diperlihatkan pada gambar 2,

penggunaan if else statement pada pengambilan keputusan program menggunakan bahasa pemrograman Java
Gambar 2 if-else statement
sumber : geeksforgeeks.org

Contoh program:
Output:
i is smaller than 15

Nested-if: If nested atau if bersarang adalah statement if yang menargetkan statement if lainnya atau else statement. If bersarang maksudnya adalah statement if di dalam statement if.

Sintak:
if (condition1) 
{
/* Program dieksekusi ketikan kondisi 1 bernilai benar */
if (condition2) 
{
/* Program dieksekusi ketika kondisi 2 bernilai benar */
}
}

Flowchart nested if diperlihatkan pada gambar 3.

penggunaan if nested atau if bersalarang pada Java dalam membuat keputusan program
Gambar 3 if nested
sumber : geeksforgeeks.org

Contoh program:
Output:
i is smaller than 15
i is smaller than 12 too

If-else-if ladder: Statement ini berfungsi jika programmer ingin melakukan pengkondisian lebih dari satu atau banyak kondisi. Kondisi if akan di eksekusi satu per satu mulai dari awal hingga akhir. Jika nilai kondisi benar maka program di dalam statement if tersebut akan dieksekusi. Jika tidak ada kondisi dari yang bernilai benar maka statement akhir (default) yang akan dieksekusi.

Sintak:
if (condition)
    statement;
else if (condition)
    statement;
.
.
else
    statement;

Flowchar if-else-if ladder diperlihatkan pada gambar 4.

if else if statement pada pemrograman Java
Gambar 4 if-else-if
sumber : geeksforgeeks.org

Contoh program:
Output:
i is 20

Switch-Case: adalah statement keputusan dengan banyak solusi (multiway). Statement ini menyediakan cara mudah untuk mengirimkan eksekusi berbeda dari kode program pada ekspresi nilai.

Sintak:
switch (expression)
{
  case value1:
    statement1;
    break;
  case value2:
    statement2;
    break;
  .
  .
  case valueN:
    statementN;
    break;
  default:
    statementDefault;
}

satu, Bentuk ekspresi yang dapat dipergunakan bertipe byte, short, int, char, atau enumeration. Pada awal perkembangan JDK 7, bentuk ekspresi juga bisa dinyatakan dalam String.
dua, Nilai case duplikat (double atau sama) tidak diizinkan.
tiga, Default statement bernilai opsional.
empat, Statement break digunakan di dalam switch untuk mengakhiri squence statement.
lima, Statement break bersifat opsional. Jika dihilangkan, eksekusi program akan berlanjut menuju case selanjutnya.

Flowcart dari Switch case diperlihatkan pada gambar 5

switch case satement untuk pengambilan keputusan dalam jumlah banyak
Gambar 5 Switch case
sumber : geeksforgeeks.org

Contoh Program:
Output:
i is greater than 2.

Jump: Java mendukung tiga statement Jump yaitu: break, continue, dan return. Ketiga statement tersebut digunakan untuk mengendalikan bagian tertentu dari program.

Break: Pada Java, break paling banyak digunakan untuk:
satu, mengakhiri sequence pada statement switch.
dua, keluar dari loop atau iterasi.
tiga, Digunakan bersamaan dengan goto.

Menggunakan break keluar dari loop
Menggunakan break dapat memaksa program keluar dari loop, dengan cara melewati kondisi ekspresi dari kode program yang tersisa pada looping.
catatan: Break, ketika digunakan di dalam nested loop, hanya dapat keluar (break) dari loop terdalam.

Flowchart break diperlihatkan pada gambar 6

penggunaan break untuk dapat keluar dari proses iterasi program pada Java
Gambar 6 Statement break
sumber : geeksforgeeks.org

Contoh program:
Output:
i: 0
i: 1
i: 2
i: 3
i: 4
Loop complete.

Menggunakan break sebagai form dari goto
Java tidak memiliki goto statement karena statement tersebut menyediakan brach secara sewenang-wenang dan tidak terstruktur. Java menggunakan label. A label digunakan untuk mengidentifikasi block code program.

Sintak:
label:
{
  statement1;
  statement2;
  statement3;
  .
  .
}

Sekarang, break statement dapat digunakan untuk keluar dari block target.
catatan: Break tidak bisa digunakan untuk membuka label manapun yang tidak ditentukan untuk block penutup.

Sintak:
break label;

Contoh program:
Output:
Before the break.
This is after second block.

Continue: Statement continue sangat berguna untuk memaksa iterasi lebih awal dari proses loop. Ketika, programmer ingin melanjutkan program pada looping tetapi menghentikan proses sisa dari kode program di dalam body statement untuk iterasi tertentu. Dampaknya, goto hanya melewati body loop untuk mengakhiri iterasi. Continue statement memperlihatkan performanya seperti pada gambar 7.

penggunaan continue statement pada Java untuk melompati proses iterasi
Gambar 7 continue statement
sumber : geeksforgeeks.org

Contoh program:
Output:
1 3 5 7 9

Return: Statement return digunakan untuk eksplisit return dari method. Sehingga, return menyebabkan kendali program untuk mengirim kembali menuju pemanggil (caller) program dari method.

Contoh program:
Output:
Before the return

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Respon komentar 7 x 24 jam, so please be patient :D