[ HTML ] [ Java ] [ Bahasa C ]


Senin, Mei 03, 2021

Fungsi Tmpnam pada Bahasa C

Fungsi tmpnam() adalah fungsi khusus yang dideklarasikan dalam file header "stdio.h" pada bahasa C yang menghasilkan nama file sementara yang berbeda setiap kali fungsi tersebut dipanggil hingga TMP_MAX. TMP_MAX merepresentasikan angka maksimum dari nama file berbeda yang akan dihasilkan oleh fungsi tmpnam(). Jika fungsi ini dipanggil lebih dari TMP_MAX, maka perilaku dari fungsi tersebut akan bergantung pada implementasinya. Berikut, L_tmpnam yang digunakan untuk mendefinisikan ukuran yang dibutuhkan untuk array dari char untuk menyimpan hasil dari fungsi tmpnam.

Sintak:
char *tmpnam(char *str)
s : Karakter array mengkopi nama file yang menghasilkan nama file sementara yang belum ada sebelumnya. Jika str adalah bernilai null, maka secara sederhana akan mengembalikan nama file tmp.

// Program bahasa C untuk

// mendemonstrasikan bagaimana

// cara menghasilkan nama file

// acak sementara.

#include <stdio.h>

 

int main(void)

{

// L_tmpnam dideklarasikan

// dalam file stdio.h.

 

// L_tmpnam mendefinisikan

// panjang dari hasil nama

// file.

 

// Melakukan penambahan +1

// untuk karakter null.

char generate[L_tmpnam + 1]; 

 

tmpnam(generate);

puts(generate);

 

return 0;

}

Output:
Nama file yang dihasilkan bergantung pada mesin kompilator yang digunakan, yang berarti hasilnya adalah bisa apapun.
Contoh:
/tmp/fileRTOA0m

\s260.
\s3ok.
\s5gg. dan lain sebagainya.

5 komentar:

  1. stdio.h adalah file header yang mencakup semua operasi I/O stander pada bahasa pemrograman C. Pada dasarnya, file stdio.h adalah file yang berisi prototipe dari semua fungsi input dan output yang digunakan dalam bahasa C yang hanya berisi tanda tangan dari tipe fungsi bukan dari bentuk implementasi sebenarnya.

    Dengan memasukkan file header tersebut ke dalam program, maka kompilator akan diberi tahu parameter apa saja yang akan digunakan dan tipe kembalian apa saja ari fungsi yang digunakan dalam kode program tersebut. Isi dari file header selanjutnya akan diganti oleh kompilator pada fase pemprosesan (preprocessing) dari program bahasa C sebelum progses kompilasi program sebenarnya dijalankan.

    BalasHapus
  2. Beberapa prototipe fungsi yang dimiliki oleh file header adalah sebagai berikut:

    1. printf(); berfungsi untuk mencetak nilai karakter, string, float, integer, oktal, dan hexadesimal pada layar output.

    2. scanf(); berfungsi untuk membaca nilai karakter, string, dan data numerik yang berasal dari keyboard.

    3. getc(); berfungsi untuk membaca nilai karakter dari file.

    4. gets(); berfungsi untuk membaca baris dari keyboard.

    5. getchar(); berfungsi untuk membaca nilai karakter dari keyboard.

    6. put(); berfungsi untuk menulis baris ke layar output daya.

    7. putchar(); berfungsi untuk menulis karakter ke layar monitor.

    8. clearerr(); berfungsi untuk menghapus indikator kesalahan.

    9. fopen(); berfungsi untuk penanganan file difinisi dalam file header stdio.h.

    10. fclose(); berfungsi untuk menutup file yang telah dibuka pada program.

    11. getw(); berfungsi untuk membaca nilai integer dari file.

    12. putw(); berfungsi untuk menulis nilai integer dari file.

    13. fgetc(); berfungsi untuk membaca nilai karakter dari file.

    14. putc(); berfungsi untuk menulis nilai karakter ke file.

    15. fputc(); berfungsi untuk menulis karakter ke file.

    BalasHapus
  3. Apa yang dimaksud stdio.h pada contoh program bahasa C yang dibahas pada artikel ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. stdio.h adalah singaktan dari "standard input output" yang disertakan dalam setiap program bahasa C, sehingga programmer dapat menggunakan fungsi yang telah ditentukan ke dalam program atau kode sumber program tersebut. preprosesor ini termasuk dalam program bahasa C melalui file header yang disertai dengan tanda "#", yang membantu preprosesor untuk memproses file header sebelum proses kompilasi sebenarnya dijalankan oleh kompilator program.

      Hapus
  4. Bahasa pemrograman C menyediakan library standar untuk menyelesaikan tugas-tugas sederhana seperti mengambil input yang diformat dan memberikan hasil output yang juga telah diformat ke dalam konsol atau file. Meskipun seorang programmer diberikan kebebasan untuk mengimplementasikan versi yang dikembangkan sendiri dari fungsi library yang sama, tetapi ada kemungkinan besar programmer tersebut tetap akan menemukan fungsi yang sama seperti yang terdapat dalam library yang telah disediakan pada bahasa C.

    Di UNIX kebanyakan lingkungan pengembangan berbasis pemrograman C hadir dengan fungsi stdio.h sebagai bagian dari library standa. stdio.h sebagai file, menyediakan signed dari fungsi library I/O seperti printf, scanf, dan lain sebagainya, dan wajib disertakan dalam kode sumber program bahasa C yang fungsinya akan digunakan pada program tersebut.

    BalasHapus

Respon komentar 7 x 24 jam, so please be patient :D