[ HTML ] [ Java ] [ Bahasa C ]


Minggu, November 15, 2020

Paradigma Penelitian

Pada kegiatan penelitian kuantitatif yang berlandaskan pada sebuah asumsi kejadian yang tidak dapat diklasifikasikan, serta korelasi kejadian yang bersifat kausal sebab akibat, maka seorang peneliti dapat memfokuskan kegiatannya pada pengamatan beberapa variabel saja. Korelasi pola pada setiap variael yang diamati tersebut selanjutnya akan dikenal sebagai paradigma penelitian atau model penelitian.



Paradigma penelitian dapat maknai sebagai sebuah pola pikir yang mengarahkan hubungan atau kaitan antar variabel penelitian dan juga mencerminkan jenis serta jumlah rumusan masalah yang akan dijawab pada proses penelitian, teori yang dipakai pada hipotesis, jenis, dan jumlah hipotesis, serta teknik analisis statistik apa yang dipergunakan dalam kegiatan penelitian. Dari hal ini maka bentuk paradigma penelitian kuantitatif dikhususkan untuk pegiatan penelitian survei yang diperlihatkan pada gambar berikut:

satu, Paradigma Sederhana, Paradigma penelitian terdiri dari satu variabel independen dan satu variabel dependen. Hal ini dapat digambarkan seperti pada gambar 1 berikut.



Berdasarkan paradigma tersebut, maka dapat ditentukan:

pertama. Terdapat dua rumusan masalah deskriptif dan satu rumusan masalah asosiatif:
Rumusan masalah deskriptif, Bagaimana X? dan bagaimana Y?
Rumusan masalah asosiatif, Bagaimanakah keterkaitan hubungan antara kualitas alat dan kualitas barang yang dihasilkan?

kedua. Terdapat dua teori yang dipergunakan yaitu, teori tentang alat-alat kerja dan tentang teori tentang kualitas barang.

ketiga. Hipotesis yang dirumuskan ada dua macam hipotesis deksriptif dan hipotesis asosiatif

Hipotesis deskriptif, 
Kualitas alat yang digunakan oleh lembaga tersebut telah mencapai 70% baik.
Kualitas barang yang dihasilkan oleh lembaga tersebut telah mencapai 99% dari yang diharapkan.

Hipotesis asosiatif,
Terdapat korelasi positif signifikan antar kualitas alat terhadap kualitas barang yang diproduksi. 
Dapat dipahami bahwa jika kualitas alat ditingkatkan, maka kualitas produksi juga akan mengalami peningkatan (kata signifikan digunakan jika hasil uji hipotesis dapat digeneralisasikan terhadap populasi tempat sampel diambil).

keempat. Teknik analisis data 
Dari hasil rumusan masalah dan hipotesis, maka ditentukan Teknik statistik untuk analisis data dan pengujian hipotesis.
Untuk dua hipotesis deskriptif, bila datanya berbentuk interval dan rasio, maka pengujian hipotesis menggunakan t-test one sampel.
Pada hipotesis asosiatif digunakan Teknik Statistik Korelasi Product Moment karena kedua variabel yang berbentuk interval atau rasio.

dua, Paradigma Sederhana Berurutan, dalam paradigma ini terdapat lebih dari dua variabel, tetapi hubungannya masih sederhana seperti diperlihatkan pada gambar 2.

Gambar 1 adalah gambar paradigma sederhana yang menggambarkan korelasi antara satu variabel independen terhadap satu variabel dependen berurutan. Untuk dapat menemukan korelasi antar variabel (X1 dengan X2, X2 dengan X3, dan X3 dengan Y), maka digunakan Teknik korelasi sederhana. Pergerakan harga Y diperkirakan dengan menggunakan persamaan regresi Y terhadap X3, dengan nilai persamaan Y = a + bX3.

tiga, Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Independen, terdapat dua jenis variabel pada paradigma ini yaitu dua variabel independen dan satu variabel dependen. Dalam paradikma ini terdapat tiga rumusan masalah deskriptif, dan empat rumusan masalah asosiatif seperti diperlihatkan pada gambar 3 berikut ini.

Gambar 3 adalah paradigma ganda dengan dua variabel independen X1 dan X2, dan satu variabel dependen Y. Digunakan Teknik korelasi sederhana dalam penentuan korelasi X1 terhadap Y dan X2 terhadap Y. Korelasi X1 dan X2 dapat ditemukan secara bersama-sama terhadap Y dengan menggunakan korelasi ganda.

empat, Paradigma Ganda dengan Tiga Variabel Independen, terdapat tiga variabel independen dalam paradigma ini (X1, X2, X3) dan satu variabel dependen (Y). Rumusan masalah deskriptif ada 4 dan rumusan masalah asosiatif hubungan yang sederhana ada 6 dan yang ganda minimal 1 seperti diperlihatkan pada gambar 4.

Gambar 4 adalah paradigma ganda dengan tiga variabel independen yaitu X1, X2, X3. Digunakan korelasi sederhana untuk penentuan korelasi antara X1 terhadap Y, X2 terhadap Y, X3 terhadap Y, X1 terhadap X2, X2 terhadap X3, dan X1 terhadap X3. Untuk mencari besarnya hubungan antara X2 secara bersama-sama dengan X2 dan X3 terhadap Y digunakan korelasi ganda. Pada paradigma penelitian ini Regresi sederhana, dan ganda serta korelasi parsial dapat diterapkan.

lima, Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Dependen

Gambar 5 adalah paradigma ganda dengan satu variabel independen dan dua dependen. Korelasi antara X dan Y1, dan X dengan Y2 dicara dengan menggunakan Teknik korelasi sederhana. Untuk Y1 dan Y2, digunakan Teknik analisis regresi.

enam, Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Independen dan Dua Dependen, terdapat dua variabel independen (X1, X2) dan dua variabel dependen (Y1, dan Y2) dalam paradigma penelitian ini. Terdapat empat rumusah masalah deskriptif, dan enam rumusan masalah hubungan sederhana. Korelasi dan regresi juga dapat digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel secara simultan seperti diperlihatkan pada gambar 6.

Gambar 6 adalah paradigma ganda dua variabel independen dan dua variabel dependen. Variabel r1, r2, r3, r4, r5, dan r6 korelasinya dapat diteliti menggunakan teknik korelasi sederhana. Hubungan antara X1 bersama-sama dengan X2 terhadap Y1 dan X2 bersama-sama terhadap Y2 dapat dianalisis dengan korelasi ganda. Untuk dapat memprediksi jumlah tiket yang terjual serta tingkat pepuasan penumpang maka Analisis regresi sederhana dan analisis regresi ganda dapat digunakan pada penelitian ini.

tujuh, Paradigma Jalur

Gambar 7 adalah paradigma jalur dengan teknik analisis statistiknya adalah path analysis (analisis jalur). Analisis dilakukan dengan menggunakan korelasi, regresi, dan jalur, sehingga dapat diketahui untuk sampai pada variabel dependen terakhir, harus lewat jalur langsung, atau melalui variabel intervening, terdapat empat rumusan masalah deskriptip, dan 6 rumusan masalah hubungan jalur dalam paradigma tersebut.

Pada gambar 7 paradigma penelitian dinamakan paradigma jalur karena terdapat variabel yang berfungsi sebagai jalur antara (X3). Variabel ini berfungsi untuk mengetahui apakah capaian sasaran akhir harus melewati variabel antara atau tidak.

Pada gambar, seseorang dengan status sosial ekonomi tertentu X1 tidak dapat secara langsung mencapai prestasi bisnis yang tinggi Y (korelasi 0,33), namun harus melewati peningkatan motif prestasi X2 (r=0,41), hinga bisa mencapai prestasi Y  (r=0,50). Tetapi bila seseorang mempunyai IQ yang tinggi (X2) maka mereka langsung dapat mencapai prestasi (Y) dengan r=0,57. 

Sofie Yustiani Suryandari (2006) dalam penelitian tesis yang berjudul "Analisis Pengaruh Merek, Country of Design dan Country of Manufacture terhadap Persepsi Kualitas dan Niat Beli" mengemukakan paradigma penelitian seperti ditunjukkan pada gambar 8.

Sudji Munadi (2006) dalam disertasinya menguji persamaan struktural tentang faktor-faktor yang memengaruhi pilihan peserta didik untuk menentukan bidang keahlian, yang ditunjukkan pada gambar 9 berikut ini.

SEM merupakan metode statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis yang terstruktur (variabel dependen bisa lebih dari satu atau biasanya hanya satu variabel). Dimana hipotesis yang dirumuskan terhadap hubungan banyak variabel bersifat kausal. Prosedur SEM mempunyai dua hal yang penting yaitu:

satu, Hubungan kausal yang terjadi merupakan hubungan struktural yang berseri dengan menggunakan persamaan regresi.
dua, Hubungan kausal dapat disusun dalam model berupa gambar sehingga mudah dipahami.

Untuk pengujian hipotesis untuk hubungan struktural dapat digunakan Teknik uji statistik secara serempak. Beberapa aspek dari SEM merupakan bagian dari konsep lama yaitu prosedur multivariat, yang lebih bersifat confirmatory, daripada explanatory. SEM menggunakan statistik inferensial, sedangkan multivariat bersifat deskriptif, sehingga pengujian hipotesis sulit bahkan tidak mungkin. Pengujian hipotesis variabel yang terobservasi maupun yang tidak terobservasi dapat menggunakan SEM. 

Arif Wibowo (2004) memberikan paradigma persamaan struktural tentang faktor-faktor yang memengaruhi jumlah anak yang dilahirkan ditunjukkan pada gambar 2.16. Dalam gambar terlihat bahwa X1 dan X2 adalah variabel eksogen (dependen). X1 merupakan penyebab langsung X3 dan X4. Penyebab langsung X4 adalah X1, X2, dan X3, dan seterusnya penyebab langsung X5 dan X6. U merupakan variabel sisa untuk menunjukkan efek variabel yang tidak termasuk dalam model persamaan struktural. Variabel sisa tersebut dimasukkan dalam error term, yaitu suatu keragaman yang tak terjelaskan. Error term tersebut dihubungkan dengan masing-masing variabel endogen (dependen) seperti diperlihatkan pada gambar 10.

5 komentar:

  1. Paradigma penelitian adalah seperangkat kepercayaan dan kesepakatan bersama yang dimiliki oleh para ilmuwan tentang bagaimana masalah harus dipahami dalam ditangani.

    BalasHapus
  2. Apa yang dimaksud dengan paradigma penelitian dalam pengembangan thesis?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Secara umum paradigma penelitian adalah cara untuk menjelaskan seperangkat keyakinan dasar yang dimiliki oleh peneliti, pada tingkat filososif, tentang bagaimana hal tersebut dapa memengaruhi cara peneliti melakukan penelitian dalam aspek praktis.

      Hapus
  3. Mengapa paradigma penelitian sangat penting dalam dunia pendidikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena paradigma penelitian merupakan sudut pandang peneliti dalam melakukan penelitian, serta memberikan ide dalam memilih metode dan rancangan penelitian yang akan dilakukan. Paradigma penelitian adalah sesuatu yang membahas apa yang seharusnya terjadi dan diikuti, dan bukan sebaliknya.

      Hapus

Respon komentar 7 x 24 jam, so please be patient :D