Langsung ke konten utama

Pengertian Variabel

Variabel dapat dipahami sebagai bentuk apapun yang ditentukan oleh peneliti untuk dijadikan studinya hingga didapatkan informasi terkait apa yang telah iya pelajari tersebut dan selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan.

Secara teori definisi variabel merupakan atribut atapun objek yang miliki variasi atau perbedaan antara satu objek dengan objek yang lain baik itu berupa benda hitup ataupun tidak hidup. Variabel juga dapat dipahami sebagai suatu bidang studi atau kajian ilmiah tertentu. Tinggi badan, bobot tubuh, sikap, semangat kerja, kedisiplinan, adalah atribut-atribut yang terikat terhadap seorang individu, massa, berat, bentuk fisik, dan luas merupakan atribut-atribut umum yang terikat pada objek. Bahan baku pabrik, teknologi produksi, pengendalian mutu, pemasaran, nilai penjualan, keuntungan adalah contoh variabel dalam kegiatan maupun ilmu bisnis.



Dinamakan variabel karena ada variasinya. Contoh bobot suatu hewan atau benda dapat dikatakan sebagai suatu variabel karena hewan atau benda tersebut memiliki keragaman bobot antara satu dengan lainnya. Demikian juga motivasi, persepsi dapat juga dikatakan sebagai variabel, misalnya persepsi dari sekelompok orang tertentu. Jika diharuskan untuk memilih, maka variabel yang ditentukan oleh seorang peneliti adalah variabel yang memiliki nilai keragaman atau variasi nilai baik itu untuk masa, waktu, dan lain sebagainya. Variabel yang tidak memiliki nilai variasi maka tidak dapat dikatakan suatu variabel. Untuk dapat memiliki nilai variasi, maka penelitian harus didasarkan pada sekelompok sumber data atau objek yang bervariasi.

Kerlinger (1973) berpendapat bahwa variabel merupakan kerangka atau struktur sifat yang akan dipelajari. Contoh, kepuasan pelanggan, jumlah gaji, tingkat kecerdasan, strata sosial, gender, tingkat penghasilan, semangat kerja, dan lain sebagainya. Disini Kerlinger menyatakan bahwa variabel merupakan suatu karakter yang didapatkan dari perbedaan nilai. Dengan demikian, maka variabel adalah bentuk variasi atau keragaman dari suatu objek. Selanjutnya Kidder (1981) juga berpendapat bahwa variabel merupakan bentuk kualitas dimana peneliti yang melakukan studi dapat menarik suatu kesimpulan dari apa yang telah mereka teliti.

Dari beberapa pengertian tersebut, dapat disusun suatu kerangka penjelasan bahwa variabel adalah suatu atribut yang terikat pada suatu makhluk hidup ataupun tidak hidup, baik itu berupa orang, suatu objek, ataupun juga aktifitas yang memiliki nilai variasi dan ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari guna mendapatkan informasi dari apa yang diteliti tersebut.

Macam-macam Variabel 
Berdasarkan tingkat hubungannya, variabel dapat dikategorikan menjadi beberapa bentuk berikut ini:

satu, Variabel independen: variabel independen adalah variabel yang memiliki nama lain yaitu stimulus, prediktor, antecedent atau juga sering disebut dengan nama variabel bebas. Variabel independent atau variabel bebas adalah variabel yang memiliki pengaruh atau memengaruhi sebab terjadinya suatu kejadian terhadap variabel lainnya. Dalam Structural Equation Modeling variabel independen disebut juga sebagai variabel eksogen.

dua, Variabel dependen: sering disebut sebagai variabel output, kriteria, dan konsekuen. Variabel ini memiliki nama lain lagi yaitu variabel terikat. Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau variabel yang muncul setelah variabel bebas. Dalam SEM variabel dependen juga disebut dengan nama variabel indogen seperti diperlihatkan pada gambar 1.



tiga, Variabel Moderator: adalah variabel yang memengaruhi baik itu memperkuat ataupun pemperlemah hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Variabel ini disebut juga sebagai variabel independen kedua. Hubungan perilaku suami dan istri akan semakin baik jika mempunyai anak, dan akan semakin renggang jika ada pihak ketiga yang ikut campur urusan rumah tangganya. Dalam hal ini anak merupakan variabel moderator yang berguna untuk memberkuat hubungan, serta yang menjadi pihak ketiga adalah variabel moderator yang memperlemah suatu hubungan. Seorang siswa akan memiliki prestasi belajar yang meningkat jika guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang baik, namun kualitas hubungan akan menjadi rendah jika guru tidak dapat menciptakan lingkungan tersebut, seperti diperlihatkan pada gambar 2.


empat, Variabel intervening: secara teoritis variabel intervening merupakan variabel yang memberikan pengaruh terhadap variabel independen dan dependen namun variabel intervening sendiri tidak dapat diamati ataupun juga diukur nilainya. Variabel intervening merupakan variabel penyela yang berada diantara variabel independent dan variabel dependen, dimana variabel ini tidak memberikan pengaruh perubahan secara langsung.

Pada contoh berikut dikemukakan bahwa tinggi rendahnya penghasilan akan memengaruhi secara tidak langsung terhadap harapan hidup seseorang. 

Contoh variabel antara salah satunya adalah gaya hidup individu, dimana dimana terdapat korelasi antara pendapatan individu terhadap gaya hidup indivu, dan terhadap variabel moderator adalah lingkungan tempat individu tersebut tinggal ataupun berosisalisasi.


lima, Variabel kontrol: merupakan jenis variabel yang nilainya dibuat tetap atau konstan sehingga keterikatan hubungan variabel independent terhadap variabel dependen tidak mendapat pengaruh lain dari luar selain yang diteliti. Variabel control digunakan oleh para peneliti jika studi yang dipelajari sifatnya adalah membandingkan dua hal atau lebih melalui kegiatan eksperimen.

contoh: Pengaruh bidang Pendidikan terhadap kemampuan pemarasan seorang individu dalam menjual barang. Pendidikan adalah variabel independen, variabel kontrol yang ditentukan adalah produk yang dijual, lokasi pemasaran, dan alat yang digunakan untuk pemasaran. Dengan variabel kontrol maka korelasi jenis Pendidikan terhadap kemampuan pemasaran individu dapat diamati secara spesifik seperti pada gambar 4.


Untuk dapat menentuk perbedaan dan kedudukan masing-masing variabel dan fungsinya. Seorang peneliti terlebih dahulu harus melihat konteks landasan teori yang menjadi dasar ataupun hasil yang didapat melalui pengamatan secara empiris pada lokasi penelitian. Oleh karena itu, peneliti harus melakukan suatu kajian dan juga studi awal untuk dapat menentukan objek dan variabel apa saja yang diamati pada kegiatan penelitian.

Jangan sampai rancangan penelitian dilakukan pada bagian tahap akhir kegiatan penelitian, dan rumusan masalah penelitian dibuat tanpa melalui studi pendahuluan terhadap objek penelitian, sehingga mengakibatkan rumusan maslah yang dirumuskan bukanlah suatu masalah yang perlu dikaji pada proses penelitian. Setelah dengan jelas dikaji secara teoritis, maka peneliti baru dapat menentukan variabel-variabel apa saja yang perlu diamati dalam proses penelitiannya. 

Dalam dunia nyata, fenomena sosial meliputi berbagai aspek variabel yang saling berhubungan satu sama lain secara simultan baik itu untuk variabel independen, variabel dependen, dan variabel intervening. Kegiatan penelitian yang baik adalah kegiatan penelitian yang mengamati dan melibatkan semua aspek tersebut. Namun karena peneliti memiliki keterbatasan, terkadang kegiatan penelitian hanya difokuskan pada beberapa jenis variabel saja yaitu variabel independen dan dependen. Namun dalam penelitian kualitatif korelasi dari semua jenis variabel tersebut harus diamati, karena asumsi dari kegiatan penelitian kualitatif adalah gejala fenomena yang ada dalam kehidupan tidaklah dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain (holistic).


DAFTAR RUJUKAN

Kerlinger, F.N. dan Lee, H.B. (1973). Foundation of behavioral research. Victoria: Thomson Learning.
Louise, K. (1981) Research methods intrument social relation, Holt, Rinehar and Winston.

Komentar

  1. Variabel penelitian adalah istilah informal yang merujuk pada variabel jenis apapun yang digunakan dalam penelitian dan memiliki hubungan sebab akibat antar satu variabel dengan variabel yang lain.

    BalasHapus
  2. Variabel dalam dunia penelitian mengacu pada orang, tempat, benda, atau fenomena yang dapat ukur dengan cara tertentu. Cara terbaik untuk dapat memahami perbedaan antara variabel dependen dan independen adalah bergantung dari makna tersirat dari setiap variabel yang digunakan.

    BalasHapus
  3. Variabel adalah sesuaty yang mewakili sifat terukur yang dapat berubah selama proses penelitian ilmiah dilakukan. Secara keseluruhan ada enam jenis variabel dasar, yaitu: variabel dependen, variabel independen, variabel intervening, variabel moderator, variabel kontrol, dan variabel asing atau tambahan.

    BalasHapus
  4. Variabel dapat diartikan sebagai segala sesuaty yang memiliki kuantitas atau kualitas yang bervariasi nilainya.

    BalasHapus
  5. Apa yang dimaksud dengan penelitian nonexperimental?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penelitian nonexperimental adalah penelitian yang tidak memiliki manipulasi variabel independen, dimana bentuk penugasan dilakukan secara acak terhada partisipan ataupun urutan kondisinya.

      Hapus

Posting Komentar

Respon komentar 7 x 24 jam, so please be patient :D