Senin, November 30, 2020

Penyajian Data dalam Statistika Penelitian

Setiap kali melakukan penelitian seorang penelitian harus bisa menyajikan data yang telah mereka peroleh dari hasil penelitian, baik data yang didapatkan dari kegiatan observasi lapangan, kegiatan wawancara, pengisian kuisioner, ataupun juga kegiatan dokumentasi berupa foto atau rekaman. Prinsip dasar dari penyajian data hasil penelitian adalah bersifat komunikatif dan rinci, dalam artian data yang akan dipresentasikan bersifat menarik untuk dibaca serta mudah dalam proses pemahaman data

tersebut. Penyajian data yang komunikatif bisa dilakukan dengan menggunakan berbagai macam metode ataupun teknik.

Beberapa teknik dalam penyajian data akan dijelaskan sebagai berikut: penyajian data menggunakan tabel, penyajian data menggunakan grafik, penyajian data menggunakan diagram lingkaran, dan penyajian data menggunakan pictogram.


Tabel
Tabel merupakan salah satu teknik penyajian data yang sangat banyak digunakan dalam kegiatan presentasi, karena sifatnya yang lebih efisien dan juga komunikatif. Data pada tabel dibagi menjadi dua jenis, yaitu: tabel dengan data hasil yang langsung ditampilkan dan tabel dengan data yang didapat dari hasil persamaan distribusi frekuensi.

Tabel terdiri dari beberapa bagian, yaitu: judul tabel, judul kolom, nilai pada kolom bab sumber data, dimana data pada tabel tersebut didapatkan. Contoh penyajian data dengan tabel biasa yang menggunakan data nominal ditunjukkan pada tabel 1. Sedangkan pada tabel 2 disajikan tabel dengan menggunakan data ordinal, dan pada tabel 3 disajikan tabel dengan data interval.

Contoh Tabel Data Nominal
Dilakukan proses pengumpulan data dari PT Lodaya dengan komposisi data pendidikan pegawai diperlihatkan sebagai berikut:
satu, Pada bagian Keuangan: Pegawai dengan lulusan S1 sebanyak 27 orang, D3 sebanyak 11 orang, SMA sebanyak 23 orang, SMK sebanyak 200 orang, SMP sebanyak 20 orang, dan SD sebanyak 12 orang.
dua, Bada bagian Umum: Jumlah lulusan S1 sebanyak 5 orang, D3 sebanyak 6 orang, SMA sebanyak 7 orang, SMK sebanyak 9 orang, SMP sebanyak 6 orang, dan SD sebanyak 2 orang.
tiga, Dibagian Penjualan: Jumlah pegawai yang lulus S3 adalah 1 orang, S2 adalah 8 orang, dan S1 adalah 35 orang.

Berdasarkan data mentah tersebut, maka dapat disusun tabel seperti diperlihatkan pada tabel 1. Pada tabel 1 judul tabel adalah KOMPOSISI PENDIDIKAN PEGAWAI DI PT MAULUDI SELALU CERIA. Pada tabel tersebut bagian-bagian kolomnya adalah : kolom No, kolom Bagian, kolom Tingkan Pendidikan, dan bagian terakhir adalah kolom Jumlah



Contoh Tabel Data Ordinal
Contoh tabel yang berisi data ordinal ditujukkan pada tabel 2. Data yang didapat selanjutnya disusun berdasarkan hasil penelitian dari kinerja para pegawai atau aparatur pemerintah di Provinsi X. Data ordinal ditampilkan dalam bentuk data peringkat. 

Contoh Tabel Data Interval
Contoh tabel yang berisi data interval ditunjukkan pada tabel 3. Data tersebut merupakan bagian dari hasil penelitian terhadap kepuasan kerja pegawai pada salah satu Propinsi X. Intrumen yang digunakan disusun dengan Skala Likert dengan interval 1 sampai dengan 4, dimana skor 1 berarti sangat tidak puas, skor 2 adalah tidak puas, skor 3 adalah puas, dan skor 4 adalah sangat puas. Skala Likert tersebut akan menghasilkan data interval. Berdasarkan data dari 1055 responden, setelah dilakukan analisis hasil maka data akan ditunjukkan pada tabel 3. Komponen penilaian kepuasan dalam hal ini adalah kepuasan tingkat pendapatan gaji, pendapatan insentif, tambahan uang transportasi, subsidi perumahan, serta kondisi hubungan social di lingkungan kerja.



Tabel Distribusi Frekuensi
Penyajian tabel distribusi frekuensi dilakukan bila jumlah data yang disajikan banyak, sehingga jika menggunakan metode penyajian data dengan tabel biasa akan membuat proses penyajian data menjadi tidak efisien dan kurang komunikatif dalam proses penyampaian datanya. Tabel juga bisa dibuat sebagai bahan untuk persiapan pengujian normalitas data menggunakan data peluang Normal. Contoh tabel distribusi frekuensi diperlihatkan pada tabel 4 berikut.


Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam tabel distribusi frekuensi adalah,
satu, Tabel distribusi mempunyai sejumlah kelas. Pada contoh tabel 4 jumlah kelas intervalnya adalah 9 yaitu 1 sampai dengan 9.
dua, Pada setiap kelas mempunyai kelas interval. Interval nilai bawah  dan nilai atas disebut juga dengan istilah panjang kelas. Panjang kelas merupakan jarak antara nilai batas bawah dan nilai batas atas pada setiap kelas dalam tabel. Untuk Batas bawah nilai diperlihatkan pada sebelah kiri tiap kelas (10, 20, 30, ..., 90). Sedangkan batas atas ditunjukkan pada nilai sebelah kanan yaitu 19, 29, 39, ..., 100 (angka terakhir mestinya adalah 99, tetapi nilai tertinggi adalah 100), jadi 100 langsung dimasukkan sebagai batas interval.
tiga, Setiap kelas interval mempunyai frekuensi atau jumlahnya masing-masing. Sebagai contoh adalah kelas ke-3, mahasiswa yang mendapat nilai antara 30-39 frekuensinya atau jumlahnya adalah 9.
empat, Tabel distribusi frekuensi tersebut bila dibuat menjadi tabel biasa akan memerlukan 150 baris (n=150) jadi akan sangat panjang dan memakan ruang pada pembuatan laporan.

Pedoman Umum Membuat Tabel Distribusi Frekuensi
Tahap awal dari proses pembuatan tabel distribusi frekuensi adalah dengan penentuan nilai interval kelas. Berikut beberapa aturan dalam penentuan interval kelas pada tabel distribusi frekuensi:

satu, Ditentukan Berdasarkan Pengalaman. Berdasarkan pengalaman, jumlah kelas interval yang dipergunakan dalam penyusunan tabel frekuensi biasanya berkisar antara 6 sampai dengan 15 kelas. Semakin banyak variasi dari kumpulan data, maka akan semakin banyak pula jumlah kelas yang akan dihasilkan pada table penyajian. Namun jumlah kelas tersebut paling banyak adalah 15 kelas, karena kalau lebih dari itu tabel menjadi sangat panjang pembuatannya.

dua, Ditentukan dengan membaca grafik. Pada gambar 1 ditunjukkan grafik yang menunjukkan hubungan antara banyaknya data (n) dengan jumlah kelas interval yang diperlukan dalam pembuatan tabel distribusi frekuensi. Garis yang vertikal menunjukkkan jumlah kelas intervalnya, sedangkan yang horizontal menunjukkan jumlah data observasi. Dari grafik dapat dibaca, jika jumlah data observasi adalah 15 (n), maka jumlah kelas interval yang diperlukan adalah 8. Sedangkan jika jumlah data adalah 200, maka jumlah kelasnya adalah sekitar 12 kelas. 

tiga, Ditentukan dengan Rumus Sturges. Jumlah kelas interval dapat dihubungkan dengan rumus Sturges, seperti diperlihatkan pada Rumus 2 berikut ini:


Contoh, Jika terdapat sekumpulan data dengan jumlah 200, maka jumlah kelasnya (K), adalah:
K = 1 + 3,3 log 200
K = 1 + (3,3 . 2,30)
K = 8,59 dapat dibulatkan menjadi 8 atau 9.
Berdasarkan grafik pada gambar 1, jika jumlah data 200, maka jumlah kelas intervalnya adalah 12.
jumlah kelas interval yang ditentukan dengan grafik menggunakan persamaan struges
Gambar 1 Grafik Jumlah Kelas Interval


Contoh Menyusun Tabel Distribusi Frekuensi
Data berikut ini merupakan nilai ujian matakuliah Statistik dari 150 peserta didik. Berdasarkan data tersebut, maka langkah yang diperlukan dalam penyusunan tabel distribusi frekuensi adalah sebagai berikut:



satu, Menghitung Jumlah Kelas Interval

Jadi jumlah kelas interval 8 atau 9. Pada penyelesaian kali ini digunakan kelas 9.

dua, Menghitung Rentang Data, dilakukan dengan cara menghitung nilai data terbesar dikurangi terhadap nilai data yang terkecil kemudian, selanjutnya nilai tersebut ditambah 1. Data terbesar adalah 93 dan terkecil adalah 13.
Jadi, 93 - 13 = 80 + 1

tiga, Menghitung Panjang Kelas = Rentang dibagi jumlah kelas
jadi, 81 : 9 = 9. Jika dilihat dari hasil perhitungan, maka nilai panjang kelas adalah 9, namun pada tahap penyusunan tabel digunakan panjang kelas dengan nilai 10. Supaya nilai batas bawah semuanya berakhir dengan nilai nol dan batas atas adalah 9, sehingga hasil yang didapatkan akan lebih komunikatif jika dibandingkan dengan nilai yang menggunakan panjang kelas sebesar 9.

empat, Menyusun Interval Kelas. Proses penyusunan interval kelas dimulai dari urutan data terkecil, yaitu 13. Tetapi supaya data yang ditampilkan menjadi lebih komunikatif, maka prosesnya dimulai dengan angka 10, sehingga Tabel 5 adalah sebagai berikut:


lima, Setelah Kelas Interval tersusun, maka masukkan data guna mengetahui frekuensi pada setiap kelas interval yang dilakukan dengan menggunakan tally.

Diberikan tanda centang (v) pada setiap angka yang sudah dimasukkan pada setiap kelas dan mulai dari data awal. Misalnya, data paling awal bernilai 27, maka nilai 27 tersebut masuk ke dalam kelas urutan ke 2 yaitu antara nilai 20 dan hingga 29. Selanjutnya, nilai 27 diberi tanda centang, yang berarti data tersebut telah masuk dalam kategori interval kelas tertentu. Selanjutnya, nilai 53, nilai ini masuk dalam interval kelas ke 5. Jika semua angka telah diberikan tanda centang, maka semua angka telah diberi tanda centang, berarti semua data telah masuk pada setiap kelas internya. Jumlah Tally harus sama dengan jumlah data.

enam, Sesudah frekuensi ditemukan, maka tally dihilangkan, dan data yang disajikan adalah seperti diperlihatkan pada tabel 4. Judul harus diberikan pada setiap penyajian data yang dilakukan dengan teknik apapun. Judul harus singkat, jelas, dan mencerminkan semua isi dalam judul tersebut.

Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif
Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif adalah tabel pengembangan dari tabel distribusi frekuensi. Distribusi frekuensi kumulatif merupakan tabel yang memperlihatkan nilai jumlah observasi yang menyatakan kurang dari nilai tertentu. Untuk dapat memahami makna ‘kurang dari’ maka digunakan batas bawah terhadap nilai interval kelas ke-2. Contoh tabel diperlihatkan pada tabel 5 berikut dengan menggunakan angka 20. Frekuensi kumulatif merupakan hasil jumlah antara nilai frekuensi pada setiap kelas interval, sehingga nilai jumlah frekuensi terakhir adalah bernilai sama terhadap jumlah dari data observasi.


Perhatikan:
satu, Kumulatif setiap nilai adalah jumlah nilai kelas dengan dibawahnya. Misalnya kurang dari 40 adalah 1 + 6 + 9 = 16 seperti pada tabel 5
dua, Pernyataan 'kurang dari' pada nilai terakhir merupakan nilai batas kelas interval terakhir dan ditambah dengan nilai 1. Contoh, Jika nilai batas atas kelas interval terakhir adalah bernilai 100. Setelah ditambah 1 menjadi 101. Oleh karena itu kalimat terakhir adalah kurang dari 101.

Tabel Distribusi Frekuensi Relatif
Suatu penyajian data akan lebih mudah dipahami jika disajikan dalam bentuk satuan persen (%). Proses penyajian data dengan nilai tabel distribusi frekuensi yang dinyatakan dalam satuan persen disebut dengan Tabel Distribusi Frekuensi Relatif seperti diperlihatkan pada tabel 7. Cara pembuatannya adalah dengan merubah frekuensi menjadi persen. Penyajian Tabel Distribusi Frekuensi Relatif didasarkan pada Tabel 5, angka 0,67 adalah diperoleh dari 1 ; 150 x 100%.


Tabel Distribusi Frekuensi Relatif Kumulatif
Bentuk tabel Distribusi Frekuensi Relatif Kumulatif hampir sama seperti tabel 6, namun frekuensi Kumulatif yang tertera dalam tabel 6 diubah ke dalam satuan persen. Contoh Tabel Distribusi Frekuensi Relatif Kumulatif diperlihatkan pada tabel 8 berikut.


Grafik
Selain menggunakan tabel, penyajian data yang cukup populer dan komunikatif adalah menggunakan grafik. Umumnya, pada proses penyajian data terdapat dua jenis grafik, yaitu: grafik garis atau polygon dan grafik batang atau histogram. Grafik batang juga dapat dikembangkan lagi menjadi grafik balok tiga dimensi. Suatu grafik nilainya akan selalu pemperlihatkan hubungan antara baris dan kolom dalam tabel ataupun persamaan dan data variabel yang menyertainya, contoh nilai jarak terhadap waktu, yang grafiknya dapat menghasilkan grafik kecepatan.

Grafik Garis
Grafik garis biasanya digunakan untuk memperlihatkan perubahan keadaan suatu kondisi tertentu. Hal ini diperlihatkan secara visual melalui posisi garis pada grafik dimana perubahannya bisa berupa garis naik ataupun garis turun. Pada grafik juga diperlihatkan garis vertikal yang merupakan garis frekuensi atau jumlah yang bersilangan terhadap garis mendatar yang memberikan keterangan tahun pada gambar 2. Perlu diperhatikan pula, bahwa membuat grafik berarti membuat nilai secara teliti terhadap skala pada garis vertikal dan horizontal yang mencerminkan kondisi hasil observasi terhadap data yang diteliti.


Grafik Batang
Salah satu alternatif dalam penyajian data selain menggunakan tabel adalah dengan menggunakan grafik. Dua jenis grafik yang sering digunakan dalam proses penyajian data adalah grafik batang dan grafik balok

Pada grafik garis, visualisasi lebih berfokus pada garis-garis dalam grafik, sedangkan dalam pada grafik batang visualisasi atau tampilan lebih difokuskan pada tampilan luas batang secara 3 dimensi atau memperlihatkan letak panjang dan lebar dari batang. Namun kebanyakan penyajian data dengan grafik batang, lebar batang dibuat sama, sedangkan yang bervariasi adalah tinggi dari batang. Contoh grafik batang diberikan pada gambar 3.


Diagram Lingkaran atau Piechart
Alternatif lain dalam proses penyajian data adalah menggunakan diagram lingkaran dan piechart. Diagram lingkaran berfungsi dalam perbandingan antara data yang didapat dari berbagai kelompok data tertentu. Gambar 4 memperlihatkan bentuk penyajian data menggunakan diagram lingkaran. Data yang disajikan merukapan data KB aktif yang menggunakan kontrasepsi mulai dari dari tahun 1984 sampai dengan tahun 1985.

Data yang diberikan:
jumlah yang menggunakan pil sebesar 53,9%
jumlah yang menggunakan kondom  sebesar 4,4%
jumlah yang menggunakan suntik sebesar 11,1%
jumlah yang menggunakan IUD sebesar 27%
jumlah yang menggunakan alat kontrasepsi lainnya sebesar 3,6%

Cara Pembuatan diagram lingkaran
satu, Gambar lingkaran dengan besar jari-jari sesuai dengan kebutuhan gambar.

dua, Untuk kepentingan tersebut, data dinyatakan dalam satuan persen. Dimana setiap 1% nilai akan memerlukan 360 : 100 = 3,6 (karena luas lingkaran adalah 360°). Misalnya data dinyatakan dalam jumlah orang, 60 orang maka setiap orang akan memerlukan luas 360 : 60 = 6°.

tiga, Menghitung luas yang diperlukan dalam kumpulan data pada lingkaran. Ada lima buah luas bagian dari hasil perhitungan, jika semua luas tersebut digabungkan maka tingkat derajatnya adalah sama dengan satu buah lingkaran. 
Luas kelompok yang menggunakan pil
53,9 X 3,6 = 194,04°
Luas kelompok yang menggunakan kondom
4,4 x 3,6 = 15,84°
Luas kelompok yang menggunakan suntik
11,1 x 3,6 = 39,96°
Luas kelompok yang menggunakan IUD
27 x 3,6 = 97,20°
Luas kelompok lain
3,6 x 3,6 = 12,96°
Jika semua derajat dijumlahkan maka diperoleh nilai 360° (luas keseluruhan lingkaran).

empat, Selanjutnya luas lima kelompok data dibuat ke dalam gambar lingkaran menggunakan busur yang prosesnya diawali dari sembarang titik. Jangan sampai terdapat sisa lingkaran, misalnya jumlah luas dari setiap kelompok data tidak sampai 360. Jumlah ini kemungkinan tidak sampai 360, atau memenggal angka dibelakang koma. Contoh dari perhitungan tersebut diperlihatkan pada gambar 4.

Diagram lingkaran yang dibuat dengan menggunakan persamaan luas lingkarang pada excel
Gambar 4 Diagram Lingkaran



Pictogram atau Grafik Gambar
Proses penyajian data tersebut juga bisa dibuat dalam bentuk grafik pictogram, seperti diperlihatkan pada gambar 5 berikut ini.

5 komentar:

  1. Penyajian data melibatkan penggunaan berbagai teknik grafik yang berbeda-beda untuk menampilkan hasil secara visual kepada para pembaca yang menghubungkan berbagai jenis data yang berbeda guna memberi penekanan sifat pada berbagai aspek dari data untuk ditempatkan pada posisi yang tepat pada saat ditampilkan.

    BalasHapus
  2. Apakah pentingnya proses penyajian data dalam statistik dan penelitian?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Teks, tabel, dan grafik merupakan alat penyajian informasi dan komunikasi yang sangat kuat. Dengan menggunakan teks, tabel, dan grafik maka informasi yang dibuat dalam sebuah artikel menjadi lebih mudah untuk dipahami, dimengerti, dan menarik sehingga dapat menarik minat para pembaca untuk membaca sebuah artikel, serta secara efisien dapat menyajikan informasi yang kompleks dalam jumlah yang besar.

      Hapus
  3. Apakah tips yang dapat dilakukan supaya dapat melakukan penyajian data secara baik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Sampaikan kesimpulan pada bagian judul namun dengan menggunakan penggunaan kalimat yang tetap memancing rasa penasaran para pembaca untuk melihat artikel atau tulisan.
      2. Berikan penyorotan pada kesimpulan-kesimpulan yang diambil.
      3. Gunakan gambar atau visual untuk membuat pesan menjadi lebih berkesan.
      4. Gunakan representasi visual dari angka atua data-data.
      5. Sajikan informasi secara bertahap.

      Hapus

Respon komentar 7 x 24 jam, so please be patient :D

Footer Adsense