Minggu, Januari 03, 2021

Dampak Positif Bermain Game

Bermain video game, termasuk jenis game-game kekerasan dan tembak-tembakkan, dapat meningkatkan kemampuan pembelajaran, kesehatan, dan keterampilan sosial anak-anak, menurut tinjauan penelitian tentang dampak positif bermain game yang diterbitkan oleh American Psycological Association (APA). 

Penelitian tersebut memang memunculkan berdebatan diantara para peneliti psikolog dan para profesional kesehatan lainnya terkait dampak kekerasan media game pada para remaja. APA telah melakukan suatu peninjauan yang komprehensif terkait penelitian tentang efek kekerasan yang terdapat dalam video game dan media lainnya yang sejenis.



"Penelitian penting telah dilakukan selama beberapa dekade terakhir tentang efek negatif dari permainan game, termasuk juga kecanduan, depresi, dan agresi dari bermain game. Kamipun jelas tidak menyarankan dampak yang muncul tersebut harus diabaikan," sebut penulis utama Isabela Granic, PhD, dari Radboud University Nijmegen di Belanda. "Namun, untuk dapat memahami dampak yang ditimbulkan dari video game terhadap perkembangan anak-anak dan remaja, diperlukan juga suatu perspektif lain yang lebih seimbang".

Sementara salah satu pandangan yang selalu dipegang secara luas masyarakat menyatakan bahwa bermain video game dapat memberikan efek malas untuk berpikir, ternyata video game juga dapat memberikan dampak lain yang positif, yaitu mampu memperkuat berbagai keterampilan kognitif seperti kemampuan navigasi spasial, penalaran, memori, dan persepsi, terutama dalam permainan game tembak-tembakkan. Sebuah meta-analisis pada tahun 2013 menemukan bahwa permainan game tembak-tembakkan dapat meningkatkan kapasitas para pemain dalam berpikir tentang objek tiga dimensi, serta kemampuan akademisnya dibidang keterampilan yang sama (seperti trigonometri). "Bermain game memiliki implikasi kritis untuk dunia pendidikan dan pengembangan karir para pemainnya, karena dari hasil penelitian sebelumnya telah ditemukan dampak positif dari bermain game baik dalam hal science, teknologi, teknik, dan matematika," ungkap Granic. Namun, kemampuan ini sayangnya tidak ditemukan jika seorang pemain memainkan jenis video game lain, seperti permainan puzzle atau permainan 'role-playing' lainnya. 

Bermain video game juga dapat membantu anak-anak untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah. Semakin banyak seorang anak bermain game strategi, maka semakin meningkat pula kemampuan pemecahan masalah mereka di sekolah untuk tahun berikutnya. Kreativitas anak juga dapat ditingkatkan dengan bermain game jenis apapun. 

Beberapa game-game sederhana atau game-game mobile yang mudah diakses seperti Angry Birds juga dapat meningkatkan suasana positif para pemain dalam memainkan permainan tersebut, meningkatkan kemampuan relaksasi dan menurunkan tingkat kecemasan. "Jika bermain video game hanya membuat orang lebih bahagia, maka hal ini adalah suatu manfaat (emosional) yang perlu menjadi sebuah pertimbangan" kata Granic. Tidak hanya itu, terdapat kemungkinan lain bahwa permainan game adalah alat yang efektif untuk melatih mental dalam menghadapi suatu kegagalan. Dengan mengatasi berbagai halangan dan kegagalan dalam permainan game, anak-anak yang bermain dapat membangun ketahanan emosional mereka sehingga lebih bisa bertahan dalam situasi sulit pada kehidupan didunia nyata.

Namun hal lain juga yang ditemukan dalam penelitian adalah dampak sikap anti sosial atau sikap para pamain yang terisolasi secara sosial dari masyarakat. Lebih dari 70% para gamer bermain dengan teman-teman lainnya yang berjumlah jutaan orang diseluruh dunia seperti permainan "Farmville" dan "Defence of The Ancient (DoTA)", dimana semua pemain berkumpul dan membentuk suatu komunitas sosial virtual dalam kesatuan yang global, dimana setiap keputusan harus diambil secara cepat tentang siapa yang harus dipercaya ataupun sebaliknya dan bagaimana menjadi seorang pemimpin grup, dan anggota yang kooperatif untuk membantu tim dalam mencapai kemenangan. Tidak jarang pula dalam permainan tersebut orang-orang atau kelompok lebih cenderung untuk melakukan kekerasan ketimbang melakukan sebuah permainan yang positif yang dapat membangun situasi yang lebih kompetitif untuk mencapai kemenangan. 

Dari penelitian-penelitian tersebut para pendidik kemudian mulai melakukan suatu perancangan ulang terkait proses pengalaman belajar dikelas, dengan mengintegrasikan penggunaan video game yang dapat digunakan untuk mengubah sudut pandang pendekatan pembelajaran bagi para pengajar dan peserta didik untuk generasi yang akan datang. Tidak cuma para pendidik, para praktisi medispun juga sudah mulai menggunakan video game untuk memotivasi pasien-pasiennya untuk dapat meningkatkan kemampuan penyembuhan kesehatannya. 

"Jenis transformasi yang sama, berdasarkan prinsip dasar permainan, disarankan memiliki potensi untuk mengubah bidang kesehatan mental," kata Granic. "Hal ini dapat dibenarkan karena keyakinkan anak-anak dan remaja (dalam proses pengobatan) merupakan salah satu tugas yang menantang yang dihadapi oleh (para) dokter".

Diharapkan dengan menggunakan permainan game yang telah dipelajari kelebihan dan kekurangannya tersebut, dimasa yang akan datang akan terjalin suatu kerja sama antara para tim psikolog, dokter, dan software enginer untuk dapat mengembangkan metode pendekatan perawatan kesehatan mental yang mengintegrasikan konsep permainan video game dengan metode terapi konvensional.


DAFTAR RUJUKAN


“The Benefits of Playing Video Games,” Isabela Granic, PhD, Adam Lobel, PhD, and Rutger C.M.E. Engels, PhD, Radboud University Nijmegen; Nijmegen, The Netherlands; American Psychologist, Vol. 69, No. 1. 

8 komentar:

  1. Katanya sering main game bisa otak bodoh, alhamdulillah otak saya masih fungsi sekarang, bahkan ketimbang beberapa teman saya otak saya jauh lebih lancar mikirnya,

    BalasHapus
  2. Manfaat bermain game:

    1. Belajar kemampuan bertahan hidup secara virtual.
    2. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis.
    3. Memiliki kemampuan multitasking
    4. Membangun keterampilan menggunakan IT.
    5. Membangun kemampuan leadership.

    BalasHapus
  3. Manfaat main game:

    1. Meningkatkan kemampuan visual, klo mainnya pake pc bukan mobile.
    2. Meredakan kecemasan dan depresi, klo duelnya menang.
    3. Membuat prilaku menjadi bringas, jika teman main gamenya preman atau atau anak-anak jalanan.
    4. Menurunkan kemampuan pemain dalam berkonsentrasi, klo mainnya ditempat ramai sama bocil2 ababil.
    5. Bisa membuat ketagihan, klo main gamenya sambil ngedrugs.

    hahaha,,

    BalasHapus
  4. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa bermain video game tertentu dapat meningkatkan kemampuan koordinasi tangan dan mata, keterampilan memecahkan masalah, dan kemampuan berpikir untuk memproses informasi. Namun, terlalu banyak bermain game juga dapat membawa pengaruh negatif.

    BalasHapus
  5. Sebenarnya main game online itu bagus atau ga ya??

    BalasHapus
    Balasan
    1. mau game online atau game offline semuanya bagus-bagus aja gan, tergantung niat dari pemainnya sama teman yang diajak mainnya siapa, dan jujur gw jarang tuh nemuin anak yang kutu buku senengnya main game, beberapa teman gw yang kutubuku kebanyak klo ga jadi wota ya wibu, hahaha

      Hapus
  6. main game itu baru akan dipandang positif sama orang klo udah bisa menghasilkan cuan, klo ga lu bakal tetap dianggap pecundang

    BalasHapus
  7. pernah dulu pas lagi fokus ngerjain skripsi, emak gw malah bilang, seharian nge game mulu,, skripsinya dikerjain.

    BalasHapus

Respon komentar 7 x 24 jam, so please be patient :D

Footer Adsense