Minggu, Januari 24, 2021

Seleksi Masuk Perguruan Tinggi

Menjadi mahasiswa di suatu Universitas merupakan salah satu tahapan yang sangat baik bagi para peserta didik sebelum memulai karirnya di dunia kerja. Dengan melanjutkan pendidikan di Universitas atau perguruan tinggi, peserta didik dapat mulai melakukan pendalaman terhadap suatu disiplin ilmu tertentu yang sangat berguna sebagai bekal ketika memasuki dunia kerja. Tidak hanya itu, peserta didik tersebut juga dapat mulai mengembangkan keahlian berorganisasi melalui berbagai kegiatan-kegiatan yang ada pada Perguruan tinggi atau Universitas. Untuk dapat menjadi seorang mahasiswa di perguruan tinggi, di Indonesia terdapat beberapa jalur yang bisa ditempuh oleh peserta didik untuk dapat masuk ke salah satu perguruan tinggi yang ada Indonesia, yang diperlihatkan sebagai berikut:



Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri
Jalur pertama adalah SNMPTN atau Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri merupakan seleksi nasional perguruan tinggi negeri yang diadakan secara serempak oleh pemerintah Indonesia untuk menyeleksi para peserta didik yang memiliki keunggulan dalam hal prestasi nilai akademik, untuk dapat masuk ke salah satu Universitas yang ada di Indonesia, melalui hasil prestasi yang dijalani oleh peserta didik selama mengikuti kegiatan pembelajaran di SMA. Melalui sistem perankingan, nilai rata-rata dari semester 1 hingga semester 5 peserta didik yang berada pada urutan tertentu akan diseleksi secara nasional untuk memperebutkan bangku pendidikan di tingkat perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia. 

Hasil Rapat Sosialisasi Virtual Meeting Gutu BK dan Orang Tua Siswa Kelas 12



Peluncuran SNMPTN dan UTBK-SBMPTN Tahun 2021


Informasi Sistem Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri Tahun 2021


Alur Registrasi dan Verifikasi Akun Sekolah dan Akun Siswa LTMPT 2021


Panduan Pengisian PDSS 2021 v.01.10


Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri
Jalur kedua yang dapat diikuti oleh peserta didik supaya bisa menjadi mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri adalah SBMPTN atau Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Berbeda dengan SNMPTN yang menggunakan nilai akademik peserta didik selama di bangku SMA, sistem seleksi SBMPTN tidak menggunakan nilai akademik dalam sistem seleksinya, melainkan menggunakan tes tertulis atau UTBK (Ujian Tertulis Berbasis Komputer). Di Indonesia, biasanya pelaksanaan SBMPTN selalu dilakukan setelah tahapan seleksi SNMPTN selesai dilaksanakan, dengan ketentuan yang berbeda-beda pada setiap tahunnya.

Seleksi Mandiri
Selain sistem seleksi yang dilakukan secara nasional, ada juga jalur ketiga yang dapat ditempuh oleh seorang peserta didik jika ingin masuk ke salah satu perguruan tinggi di Indonesia, yaitu melalui sistem Seleksi Mandiri. Sistem Seleksi Mandiri merupakan sistem seleksi yang diadakan oleh suatu universitas atau perguruan tinggi secara independen. Di Indonesia, seleksi mandiri biasanya diadakan setelah pelaksanaan SNMPTN dan SBMPTN telah selesai dilaksanakan. Peserta didik juga tidak perlu terlalu khawatir karena biasanya kuota penerimaan mahasiswa untuk jalur seleksi mandiri pun biasanya masih sangat besar bahkan bisa mencapai 30% dari total kuota maksimal suatu universitas. Untuk dapat mengikuti seleksi mandiri, seorang peserta didik harus mencari informasi secara mandiri ke universitas yang ingin didaftarkan, baik melalui laman situs yang disediakan universitas yang ingin dituju atau datang langsung ke gedung pusat informasi masing-masing universitas tersebut.

Penelusuran Minat dan Kemampuan Politeknik Negeri
Jalur PMDK-PN atau Penelurusan Minat dan Kemampuan Politeknik Negeri merupakan jalur keempat yang dapat ditempuh oleh peserta didik yang ingin melanjutkan jenjang pendidikannya keperguruan tinggi negeri atau lebih tepatnya ke Politeknik Negeri. Sistem seleksi PMDK-PN hampir sama dengan sistem seleksi SNMPTN yang menggunakan nilai akademik sebagai sistem seleksinya, dimana pada sistem PMDK-PN lebih diutamakan para peserta didik dari jenjang pendidikan Menengah Kejuruan yang akan meneruskan ke perguruan tinggi bidang vokasi atau politeknik negeri yang ada diseluruh wilayah Indonesia.

Ujian Masuk Perguruan Tinggi Kedinasan
Tidak hanya lembaga perguruan tinggi yang berasal dari Dinas Pendidikan, beberapa lembaga lain seperti lembaga Kepolisian, TNI, BIN, dan beberapa lembaga negara lainnya juga memiliki sekolah-sekolah kedinasan setara perguruan tinggi. Jalur ini merupakan jalur kelima yang dapat ditempuh peserta didik untuk seleksi perguruan tinggi untuk sekolah kedinasan. Para peserta didik yang ingin masuk ke sekolah kedinasan tersebut bisa mendapatkan informasi pendaftaran dan persyaratan melalui lembaga pendidikan kedinasan tersebut secara langsung, baik melalui laman informasi berupa situs resmi dari lembaga pendidikan tersebut atau juga mendatangi langsung gedung pusat informasinya. Untuk beberapa instansi kedinasan biasanya memberikan persyaratan yang jauh lebih banyak dari pada lembagai-lembaga perguruan tinggi pada umummnya, mulai dari kemampuan akademik, kemampuan dasar, kemampuan bidang, psikotes, wawancara, tes fisik, dan juga tes kesehatan. Biasanya, peserta didik yang telah berhasil lolos untuk mengikuti pendidikan dilembaga-lembaga kedinasan tersebut sudah pasti terjamin posisi pekerjaannya, karena bekerja sama langsung dengan lembaga kedinasan yang memiliki sekolah tinggi tersebut.

Seleksi Masuk PTS
Jalur terakhir yang bisa ditempuh peserta didik yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi adalah dengan mengikuti seleksi mandiri perguruan tinggi swasta. Di Indonesia tidak hanya peruguran tinggi negeri, perguruan tinggi swastapun juga turut membuka peluang bagi para peserta didik untuk dapat menjadi bagian dari almamaternya. Untuk Seleksi masuk PTS, di Indonesia biasanya diselenggarakan setelah semua proses seleksi PTN negeri telah dilaksanakan sesuai dengan kebijakan masing-masing dari lembaga PTS tersebut.

8 komentar:

  1. Jika sekolah tidak memberikan informasi LTMPT bagaimana? apakah siswa bisa daftar sendiri?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alur pendaftaran LTMPT bagi peserta didik SMA dimulai dari sekolah yang menentukan perankingan terlebih dahulu, disertai proses verval dan pengisian PDSS, jika sekolah belum memberikan informasi tentang pendaftaran sebaiknya ditunggu telebih dahulu, jika memang tidak ada silahkan lakukan konfirmasi ke instansi yang lebih tinggi, bisa ke pengawasa sekolah, atau langsung ke dinas pendidikan pada wilayahnya masing-masing.

      Hapus
  2. Untuk siswa yang daftar utbk, apakah masih ada kaitannya dengan snmptn?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah tidak ada, UTBK atau SBMPTN merupakan sistem seleksi tertulis berbasis komputer yang berbeda dengan sistem seleksi SNMPTN yang berbasis nilai raport peserta didik.

      Hapus
    2. sudah tidak ada kaitannya, snmptn kan paks nilai, utbk kan tes tulis,,

      Hapus
  3. Gimana caranya untuk ikut SNMPTN, jika sekolah belum mengeluarkan hasil pemeringkatan nilai siswa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pertama, pahami dulu kapan waktu mulai pendaftaran SNMPTN dan juga waktu berakhirnya pendaftaran, jika waktu masih panjang, ditunggu saja, jika memang waktu sudah mepet, segera lakukan koordinasi dengan guru BK atau waka kurikulum sekolah masing-masing.

      Hapus
  4. sering terjadi,, ketika anak SMA lebih memilih langsung bekerja dipabrik, sedangkan anak SMK malah lebih memilih kuliah.

    BalasHapus

Respon komentar 7 x 24 jam, so please be patient :D