Selasa, Februari 16, 2021

Blockchain

Perkembangan teknologi masa kini melejit dengan begitu cepat. Manusia modern diharapkan dapat mengikuti perkembangan teknologi tersebut agar dapat menyesuaikan diri dengan baik serta dapat meminimalisasi tugas yang harus dilakukan. Perkembangan teknologi tentu saja memiliki dampak yang positif dan negatif bagi pengguna maupun lingkungan. Perkembangan teknologi yang begitu pesat tersebut dapat pula disebut dengan Emerging (Tren) Teknologi. Suatu teknologi dapat dikatakan emerging apabila memenuhi 3 syarat yaitu baru, melejit, dan berkembang. Emerging teknologi sendiri harus memiliki kebaruan yang benar-benar mengakar, pertumbuhan yang cepat, dan berdampak besar karena banyak digunakan secara luas.
Saat ini telah banyak emerging teknologi yang muncul guna memenuhi kebutuhan serta tanda meningkatnya tingkat keilmuan manusia. Salah satu emerging teknologi yang sedang populer saat ini adalah teknologi Blockchain. Dalam artikel ini akan dijelaskan pengertian dan penjelasan- penjelasan terkait Blockchain yang nantinya diharapkan dapat menambah wawasan keilmuan dan pengetahuan.


 
Blockchain pada dasarnya adalah sebuah database terdistribusi dalam bentuk catatan atau buku besar umum dari semua transaksi atau peristiwa digital yang telah dieksekusi dan dibagi di antara pihak-pihak yang berpartisipasi. Setiap transaksi dalam buku besar umum tersebut kemudian diverifikasi oleh konsensus mayoritas peserta dalam sistem, jika data sudah masuk dan dicatat, maka informasi atau data yang telah disimpan tersebut tidak pernah bisa dapat dihapus. Blockchain  berisi catatan tertentu dan diverifikasi dari setiap transaksi yang pernah dibuat oleh para penggunanya. Bitcoin merupakan contoh yang paling populer yang secara intrinsik terkait dengan penerapan teknologi Blockchain. Hal ini juga sekaligus fenomena yang paling kontroversial, karena teknologi ini telah membantu untuk mengaktifkan sistem pasar global yang bernilai miliaran dolar yang hanya bersumber dari hasil data transaksi anonim tanpa kontrol pemerintah.

Pada dasarnya teknologi Blockchain bukan sebuah teknologi yang kontroversial, dimana teknologi Blockchain itu sendiri telah bekerja secara sempurna selama bertahun-tahun dan telah berhasil diterapkan untuk bentuk-bentuk teknologi lain baik itu aplikasi keuangan ataupun yang lainnya. Marc Andreessen, sesepuh kapitalis Silicon Valley pernah menyatakan bahwa, model konsensun terdistribusi Blockchain merupakan salah satu penemuan yang paling penting sejak jaman internet itu sendiri mulai berkembang. Johann Palychata dari BNP Paribas menulis dalam majalah Intisari yang membahas terkait dengan teknologi  Blockchain pada Bitcoin ini, dimana dalam bahasannya iya mengatakan bahwa perangkat lunak yang memungkinkan mata uang digital untuk berfungsi dengan baik dan efektif (Blockchain) harus dianggap sebagai sebuah penemuan yang sama pentingnya seperti uap atau pembakaran mesin lainnya yang memiliki potensi untuk mengubah dunia keuangan dan seterusnya.

Ekonomi digital saat ini didasarkan pada ketergantungan pada otoritas terbesar tertentu. Faktanya adalah bahwa sekarang setiap manusia yang hidup di dunia digital selalu mengandalkan entitas ketiga untuk keamanan dan privasi aset digital mereka masing-masing. Namun demikian, masih selalu terdapat celah dari penggunaan sistem entitas dari pihak ketiga tersebut yang sering digunakan masyarakat dalam menyimpan dan mengamankan data mereka masing-masing. Blockchain memiliki potensi untuk merevolusi dunia digital dengan memungkinkan konsensus data secara teridistribusi atau tidak terpusat, dimana masing-masing transaksi online dijalankan, baik transaksi yang dilakukan dimasa lalu ataupun dimasa sekarang, yang melibatkan aset digital dapat diverifikasi setiap saat secara lebih mudah dan efisien dan tanpa perlu mengorbankan privasi aset dan data digital yang terlibat dalam proses tersebut. Konsensus terdistribusi dan anonimitas merupakan dua karakteristik yang penting dari teknologi Blockchain.

Pengertian Blockchain
Blockchain adalah sebuah database terdistribusi dalam bentuk catatan atau buku besar umum dari semua transaksi atau peristiwa digital yang telah dieksekusi dan dibagi di antara pihak-pihak yang berpartisipasi dalam proses pencatatan datanya. Setiap transaksi dalam buku besar umum tersebut kemudian diverifikasi oleh konsensus mayoritas peserta yang terlibat didalam sistem. Informasi yang telah berhasil disimpan ataupun dicatat tidak pernah bisa terhapus dari lokasi atau blok penyimpanannya. Blockchain berisi catatan-catatan tertentu yang telah diverifikasi dari setiap kegiatan transaksi yang pernah dibuat didalamnya. Bitcoin atau mata uang digital, merupakan bentuk desentralisasi peer-to-peer yang paling populer saat ini yang menggunakan teknologi Blockchain. Mata uang digital Bitcoin itu sendiri sangat kontroversial tetapi teknologi Blockchain yang mendasari perkembangan Bitcoin pada dasarnya telah bekerja secara sempurna dalam penerapannya terhadap berbagai jenis teknologi.

Gambaran Umum
Blockchain dalam penerapannya pada Bitcoin terus berkembang saat para penambang Bitcoin menambahkan blok baru ke dalam sistem pencatatannya (setiap 10 menit) untuk mencatat transaksi terbaru. Blok akan ditambahkan ke dalam teknologi Blockchain secara linear dan kronologis. Setiap kali node penuh (setiap komputer yang terhubung ke jaringan Bitcoin menggunakan klien yang melakukan tugas untuk memvalidasi dan menyampaikan transaksi), maka secara otomatis data tersebut akan memiliki salinan pada Blockchain, yang di-download secara otomatis saat para penambang bergabung dengan jaringan Bitcoin itu sendiri.
 
Blockchain memiliki informasi lengkap tentang alamat dan saldo dari blok genesis (transisi pertama yang pernah dijalankan) ke blok yang paling akhir dari proses transaksi. Blockhain sebagai buku besar umum berarti dapat melakukan penjelajahan blok (seperti https://blockchain.info/) untuk transaksi yang terkait dengan alamat Bitcoin tertentu yang telah disimpan.

Sejarah Teknologi BlockChain
Blockchain pertama dikonseptualisasikan pada tahun 2008, Blockchain pada dasarnya adalah database terdistribusi dari catatan atau buku besar dari semua transaksi digital yang telah dieksekusi dan dibagi di antara peserta yang berpartisipasi. Blockchain Diciptakan oleh seorang individu atau kelompok yang menggunakan identitas bernama Satoshi Nakamoto, yang menerbitkan sebuah makalah yang berjudul "Bitcoin A Peer-To-Peer Electronic Cash System".  

Makalah ini menguraikan tentang sistem transaksi elektronik peer-to-peer yang memungkinkan proses pembayaran online dikirim langsung dari satu pihak ke pihak lainnya tanpa melalui lembaga keuangan. Bitcoin adalah bentuk realisasi pertama dari konsep ini yang terdapat pada paparan makalah tersebut.
 
Sekarang kata Cryptocurrencies adalah label yang sering digunakan untuk menggambarkan semua jaringan dan media pertukaran yang menggunakan sistem kriptografi untuk mengamankan transaksi, sama halnya seperti yang diterapkan pada sistem transaksi terpusat. 

Hal satu hal yang menjadi misteri dari pengembangan teknologi ini adalah nama identitas pertama yang menyebarkan makalah teknologi Blockchain tersebut adalah tidak diketahui sama sekali, sehingga sampai saat ini orang-orang selalu menggunakan identitas nama Satoshi Nakamoto sebagai pelopor awal dari penerapan teknologi Bitcoin pada Blockchain.

Perkembangan Blockhain
Teknologi Blockchain merupakan penemuan yang dapat memberikan solusi atau terobosan baru terhadap sistem konvensional sebelumnya. Salah satu bentuk aplikasi selain Bitcoin yang pernah dikembangkan menggunakan teknologi Blockchain adalah “Smart Contract” yang diciptakan pada tahun 1994 oleh Nick Szabo. Smart Contract merupakan sebuah teknologi yang secara otomatis dapat mengeksekusi kontrak antara pihak-pihak yang berpartisipasi di dalam sistem tersebut. Tidak hanya dalam dunia ekonomi dan finansial, teknologi Blockchain juga telah dikembangkan dalam bentuk penerapan-penerapan lainnya seperti:

satu, Alternative Blockchains, merupakan sistem menggunakan algoritma Blockchain untuk mencapai konsensus terdistribusi pada aset digital tertentu. Dengan teknologi ini pengguna dapat berbagi mining dengan jaringan induk seperti Bitcoin yang disebut pertambangan gabungan. Tidak hanya itu, pada teknologi ini juga telah diusulkan bentuk pengembangan lain seperti implementasi DNS, otoritas sertifikasi SSL, penyimpanan file dan pemungutan suara.

dua, Colored Coins adalah sebuah protokol open source yang menggambarkan kelas metode untuk pengembang dengan menciptakan aset digital di atas Bitcoin Blockchain dengan menggunakan fungsi di luar mata uang digital.

tiga, Sidechains adalah Blockchains alternatif yang didukung oleh Bitcoin melalui kontrak Bitcoin seperti dolar dan pound.

Beberapa perusahaan skala global seperti IBM, Samsung, Amazon, UBS, Citi, Ebay, Verizon Wireless juga telah mulai melakukan penelitian terkait alternatif dari penggunaan Blockchain untuk aplikasi mereka sendiri. Tidak hanya itu, beberapa bank terbesar di dunia seperti Barclays dan Goldman Sachs pada 15 September 2015 juga telah bergabung dengan perusahaan teknologi keuangan berbasis di New York R3 untuk membuat kerangka kerja yang menggunakan teknologi Blockchain terhadap sistem di pasar keuangan mereka masing-masing. Beberapa perusahaan lainpun juga sudah mulai mempelajari dan menerapkan teknologi Blockchain pada sistemnya, seperti perusahaan JPMorgan, State Street, UBS, Royal Bank Of Scotland, Credit Suisse, BBVA dan Commonwealth Bank of Australia juga telah mulai bergabung dengan teknologi Blockchain.

Keunggulan Menggunakan Blockchain 
satu, Disintermediasi & pertukaran tanpa kepercayaan, dua pihak dapat melakukan pertukaran data tanpa melalui pengawasan ataupun intermediasi dari pihak ketiga, yang sangat mengurangi atau bahkan menghilangkan risiko counterparty.

dua, Memberdayakan pengguna, pengguna dapat melakukan proses pengendalian terhadap semua informasi dan transaksi mereka.

tiga, Data berkualitas tinggi, data Blockchain lengkap, konsisten, tepat waktu, akurat, dan banyak tersedia.

empat, Daya tahan, kehandalan, dan berumur panjang, karena jaringan yang sifatnya terdesentralisasi atau tidak terpusat, Blockchain tidak memiliki titik pusat kegagalan atau titik lemah dan lebih mampu menahan serangan berbahaya.

lima, Proses terintegritas, pengguna dapat mempercayai bahwa transaksi akan dilakukan akan sama persis seperti perintah protokol yang digunakan untuk kebutuhan pihak ketiga yang tepercaya.

enam, Transparansi dan kekekalan, perubahan pada hambatan publik dapat dilihat oleh semua pihak yang menciptakan transparansi, artinya semua pihak dapat mengawasi jalannya proses transaksi dari satu blok ke blok lainnya.

tujuh, Penyederhanaan ekosistem, dengan semua transaksi yang secara berkala ditambahkan ke buku besar publik atau ledger, maka hal ini dapat membantu mengurangi kekacauan dan komplikasi beberapa buku besar.

delapan, Transaksi lebih cepat, transaksi antar bank berpotensi memakan waktu berhari-hari untuk penjelasan dan penyelesaian akhir, terutama di luar jam kerja. Sedangkan transaksi Blockchain dapat memangkas waktu transaksi tersebut hingga beberapa menit dan dapat langsung diproses.

sembilan, Menurunkan biaya transaksi, dengan dihilangkannya perantara pihak ketiga dan biaya overhead dalam proses pertukaran aset ataupun informasi, maka Blockchains berpotensi mengurangi biaya transaksi.

Kekurangan Blockchain
satu, Teknologi baru, mengatasi tantangan seperti kecepatan transaksi, proses verifikasi, dan batasan data akan sangat penting dalam membuat Blockchain yang dapat diterima secara luas.

dua, Status peraturan yang tidak pasti, karena mata uang modern selalu diciptakan dan diatur oleh pemerintah nasional, Blockchain dan Bitcoin menghadapi rintangan dalam adopsi luas oleh lembaga keuangan yang sudah ada sebelumnya.

tiga, Konsumsi energi yang besar, penambang jaringan Bitcoin setiap hari bisa melakukan proses validasi data sebanyak 450 ribu triliun per detik yang sudah pasti akan memakan daya dalam jumlah yang sangat besar.

empat, Kontrol, keamanan, dan privasi, masih ada kekhawatiran keamanan maya yang perlu ditangani sebelum masyarakat umum dapat benar-benar mempercayakan data pribadi mereka ke solusi Blockchain.

lima, Integrasi sistem, aplikasi Blockchain menawarkan solusi yang inovatis dalam hal transaksi data, namu juga memerlukan perhatian dan strategi khusus jika ingin melakukan suatu proses transisi dengan menggunakan Blockchain tersebut.

enam, Adopsi budaya, Blockchain merupakan perpindahan yang lengkap ke jaringan terdesentralisasi yang membutuhkan sumber daya dari para pengguna dan operatornya.

tujuh, Biaya, Blockchain menawarkan penghematan biaya transaksi dan waktu yang besar namun biaya modal awal yang tinggi bisa menjadi hambatan dalam penerapan teknologi ini.

delapan, Kinerja, karena sifat dari Blockchain yang selalu berkaitan antar blok, maka akan selalu terjadi pelambatan pada basis data bloknya. Ketika sebuah transaksi diproses, Blockchain harus melakukan semua hal yang sama seperti database biasa dan dalam ukuran yang sama besar dengan ukuran jumlah blok yang tersedia.

sembilan, Verifikasi tanda tangan, setiap transaksi Blockchain harus ditandatangani secara digital dengan menggunakan skema kriptografi publik-swasta seperti ECDSA. Hal ini diperlukan karena transaksi menyebar antar node  atau blok secara peer-to-peer, sehingga sumbernya tidak dapat dibuktikan. 


sepuluh, Mekanisme konsensus, dalam database terdistribusi seperti Blockchain, usaha harus diberikan untuk memastikan bahwa blok dalam jaringan mencapai konsensus. Bergantung pada mekanisme konsensus yang digunakan, ini mungkin melibatkan komunikasi bolak-balik yang signifikan dan / atau berurusan dengan rollback sekuennya. 

sebelas, Redundansi, ini bukan tentang kinerja simpul individu, tapi jumlah total perhitungan yang dibutuhkan oleh Blockchain itu sendiri. Jika pada database terpusat memproses transaksi cukup dilakukan sekali (atau dua kali), dalam Blockchain proses tersebut harus dilakukan secara independen oleh setiap node dalam jaringan.

Contoh Kasus Penerapan Blockchain
satu,
Di bidang penerbangan, industri penerbangan adalah industri yang memiliki peraturan yang sangat ketat. Semakin banyak regulasi maka akan semakin banyak pembiayaan serta resiko. Menurut Hubberd, bidang penerbangan akan sangat diuntungkan dengan penerapan teknologi Blockchain.

Blockchain mempunyai kelebihan dari kompleksitas kemampuannya. Tidak hanya memelihara satu bagian tetapi dia memelihara keseluruhan bagian dari pesawat. Sehingga Proses penjaminan mutu/perawatan menjadi lebih efektif dan efisien. Pengaruh jangka panjangnya maskapai penerbangan mampu memberikan layanan dan pengalaman yang berkualitas dengan harga yang bersaing.

dua, Pemungutan suara, hambatan terbesar untuk menjalankan proses pemungutan suara secara online, menurut para kritikus, adalah keamanan. Dengan menggunakan Blockchain, seorang pemilih dapat memastikan bahwa dia atau suaranya berhasil dikirim serta tetap rahasia. Pada tahun 2014, Aliansi Liberal, sebuah partai politik di Denmark, menjadi organisasi pertama yang menggunakan Blockchain untuk melakukan proses pemilihan umum.

tiga, Sektor Keuangan, banyak lembaga perbankan yang sudah mulai melakukan penelitian dibidang teknologi Blockchain untuk melakukan pembayaran lebih cepat, lebih murah dan lebih transparan.

empat, Media, Blockchain dapat menjamin perlindungan kekayaan intelektual terhadap produk-produk kreatif digital seperti musik ,gambar, ataupun video.

lima, Travel, Blockchain secara signifikan bisa meningkatkan akuntansi untuk perusahaan perjalanan dengan melacak pembayaran di beberapa negara dan mata uang.

enam, Kesehatan, teknologi Blockchain dapat digunakan untuk menyimpan catatan kesehatan. Ini akan lebih mudah bagi pasien untuk berbagi catatan dengan berbagai penyedia sambil menjaga kontrol dari catatan-catatan tersebut.

tujuh, Pendidikan, lembaga pendidikan dapat menggunakan teknologi Blockchain untuk menjaga data-data dokumentasi ataupun juga surat-surat berharga.

delapan, Penyimpanan file, jaringan berbasis teknologi Blockchain akan mengurangi biaya dan konsumsi energi atau bahkan menghapus kebutuhan untuk database terpusat dengan area penyimpanan yang besar.

sembilan, Berbagi pengetahuan, berbagi informasi secara bebas yang dapat didistribusikan terhadap berbagai organisasi di seluruh dunia, akan menjadi ide yang sangat menarik.

sepuluh, Kontrak cerdas, seseorang bisa menggunakan jaringan desentralisasi untuk mengkonfirmasi bahwa kontrak dieksekusi dengan baik, tanpa mengungkapkan informasi rahasia tentang pihak atau transaksi.

sebelas, Manajemen identitas, hal ini memungkinkan pengguna untuk membuat identitas digital tamper-proof dengan tujuan meningkatkan keamanan.

duaBelas, Sektor publik, Teknologi buku yang terdesentralisasi memiliki potensi untuk meningkatkan kegiatan pemerintah. Ini dapat membantu untuk mengeluarkan paspor, mengumpulkan pajak, pendaftar tanah dokumen, kelahiran dan kematian, serta dapat menjamin integritas semua catatan dan jasa pemerintah.

Tantangan Blockchain di Masa Depan
satu, Teknologi yang baru, mengatasi masalah tantangan dalam hal kecepatan transaksi, proses verifikasi data, dan batasan-batasan data akan sangat penting dalam membuat Blockchain yang dapat diterapkan secara luas atau global.

dua, Status peraturan belum pasti, karena mata uang modern yang selalu diciptakan dan diatur oleh pemerintah nasional, maka teknologi blockchain dan Bitcoin pun menghadapi rintangan pada penerapannya pada lingkungan lembaga keuangan yang sudah ada, dikarenakan teknologi ini belum memiliki suatu regulasi atau peraturan khusus untuk penggunaannya pada suatu wilayah dengan regulasi tertentu.

tiga, Memakan energi yang besar, para penambang Bitcoin di jaringan Blockchain sedang mencoba 450 ribu triliun solusi per detik dalam upaya untuk memvalidasi transaksi, menggunakan sejumlah besar daya komputer. Hal ini sudah pasti menjadi tantangan tersendiri bagaimana proses tersebut bisa menjadi lebih efisien dan lebih ramah lingkungan.

empat, Kontrol, keamanan, dan privasi, adanya kekhawatiran terkait masalah keamanan cyber yang perlu diatasi sebelum masyarakat umum dapat mempercayakan data pribadi mereka secara penuh pada teknologi Blockchain ataupun mata uang kripto.

lima, Masalah integrasi, aplikasi Blockchain tidak hanya menawarkan solusi kemudahan terhadap sistem konvensional sebelumnya, namun juga memerlukan perubahan secara signifikan atau penggantian lengkap pada sistem yang ada.

enam, Penerapan secara kultural, Blockchain merupakan pergeseran lengkap dari teknologi yang sifatnya tersentralisasi menuju kebentuk teknologi yang sifatnya desentralisasi yang membutuhkan buy-in pengguna dan operatornya.

tujuh, Biaya, Blockchain menawarkan penghematan yang luar biasa pada masalah biaya operasional transaksi dan waktu proses, namun biaya pada modal awal yang tinggi bisa menjadi penghalang dalam pengembangan teknologi Blockchain.

DAFTAR RUJUKAN

Blockchain - Melanie swan -2015 - O'reilly media

Boersma, J. & Bulters, J., 2017. Blockchain technology: 9 benefits & 7 challenges. [Online] 
Available at: https://www2.deloitte.com/nl/nl/pages/innovatie/artikelen/blockchain-technology-9-benefits-and-7-challenges.html [Accessed 22 August 2017].

Crosby, Michael; Nachiappan; Pattanayak, Pradhan; Verma, Sanjeev; Kalyanaraman, Vignesh (2015-10-16).   HYPERLINK "http://scet.berkeley.edu/wp-content/uploads/BlockchainPaper.pdf"  BlockChain Technology: Beyond Bitcoin  (PDF) (Report). Sutardja Center for Entrepreneurship & Technology Technical Report. University of California, Berkeley. Retrieved 2017-03-19.

estoniaevoting.org

Song, W., Shi, S., Xu, V. & Gill, G., 2016. ADVANTAGES & DISADVANTAGES OF BLOCKCHAIN TECHNOLOGY. [Online]

Available at: https://blockchaintechnologycom.wordpress.com/2016/11/21/advantages-disadvantages/ [Accessed 22 August 2017]

10 komentar:

  1. kenapa dengan sistem penyimpanan data terbuka seperti blockchain data dapat dikatakan aman? bukankah semua pihak bisa mengakses data tersebut secara bebas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Upaya penyimpanan data atau pencatatan data yang dilakukan secara terbuka tersebut maksudnya adalah setiap orang bebas mengawati data-data yang telah tercatat, namun untuk data yang disimpan itu sendiri meskipun bisa diakses secara bebas oleh siapapun, datanya tetap bersifat anonim atau dirahasiakan.

      Hapus
  2. Kenapa bicoin disebut sebagai mata uang digital?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bicoin dapat dikatakan sebagai uang digital karena memenuhi sifat sebagai alat pertukaran yaitu:

      1. Portability, yakni uang mudah untuk dibawa
      2. Durability, uang tidak mudah rusak dan memiliki ketahanan yang lama
      3. Acceptability, uang disukai dan diterima semua orang
      4. Standartlizability, uang mempunyai bentuk warna dan memiliki ukuran yang baku
      5. Stability, memiliki kestabilan atau tidak mengalami perubahan sehingga uang mudah dikenali
      6. Scarcity, memiliki jumlah yang tidak berlebihan dan terbatas namun bisa memenuhi kebutuhan

      Hapus
  3. kenapa harga bitcoin mahal?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pada prinsipnya sebuah benda atau barang akan menjadi mahal harganya jika jumlah barang yang tersedia tersebut terbatas, dan diinginkan oleh banyak orang (permintaan tinggi). -hukum ekonomi

      Hapus
  4. Bitcoin pada dasarnya hanyalah file komputer biasa yang disimpan dalam aplikasi dompet digital. Dimana skema penyimpanan data tersebut menggunakan teknologi yang bernama Blockchain.

    BalasHapus
  5. Apakah Bicoin bisa ditransfer dalam bentuk uang tunai? seperti dollar atau rupiah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terdapat beberapa cara untuk menukar bitcoin agar menjadi uang tunai yang kemudian dapat dikirim langsung ke dalam rekening bank. Salah satu cara yang paling munah adanya dengan menukarkan bitcoin tersebut pada pasar bursa mata uang kripto seperti Coinbase atau Kraken.

      Hapus

Respon komentar 7 x 24 jam, so please be patient :D