Perbedaan Karakter Kontrol dan Karakter Cetak pada Bahasa C

Diberikan sebuah karakter yang dibutuhkan pada program, untuk diketahui apakah karakter tersebut dapat dicetak atau tidak. Juga, perlu diketahui apakah karakter tersebut termasuk karakter kontrol atau tidak. Sebuah karakter diketahui sebagai karakter yang dapat dicetak jika karakter tersebut menempati 'ruang cetak'.

Untuk standar karakter ASCII, karakter kendali adalah karakter yang terletak antara ASCII kode 0x00 (NULL) dan 0x1f(US), dan 0x7f(DEL).

Contoh:
Input : a
Output :a is printable character
a is not control character
       
Input :\r
Output : is not printable character
is control character

Untuk mengetahui antara karakter yang dapat dicetak dan karakter kontrol digunakan beberapa fungsi predefinisi, yang dideklarasikan pada file header "ctype.h".

Fungsi isprint() digunakan untuk memeriksa apakah karakter yang diinputkan adalah karakter cetak atau tidak. Fungsi isprint() mengambil argumen tunggal pada form dari integer dan mengembalikan sebuah nilai dari tipe int. Dapat dilewatkan tipe argumen char secara internal yang akan dianggap sebagai int oleh nilai ASCII spesifik.

Fungsi iscntrl() digunakan untuk memeriksa apakah sebuah karakter termasuk karakter kontrol atau tidak. Fungsi iscntrl() juga mengambil argumen tunggal dan mengembalikan nilai integer.

// Program bahasa C untuk

// mengilustrasikan fungsi

// isprint() dan fungsi

// iscntrl().

#include <stdio.h>

#include <ctype.h>

 

int main(void)

{

char ch = 'a';

 

if (isprint(ch)) 

{

printf("%c adalah karakter"

" cetak\n", ch);

else 

{

printf("%c adalah bukan"

" karakter cetak\n", ch);

}

 

if (iscntrl(ch)) 

{

printf("%c adalah karakter"

" kontrol\n", ch);

else 

{

printf("%c adalah bukan"

" karakter kontrol", ch);

}

 

return (0);

}

Output:
a adalah karakter cetak
a adalah bukan karakter kontrol

Komentar

  1. terima kasih sekarang saya paham penggunaan dari fungsi isprint dan iscntrl,, semoga materinya bisa lebih dikembangkan lagi guna menambah khasanah pengetahuan di dunia pemrograman,

    BalasHapus
  2. Fungsi isprint() memeriksa apakah suatu karakter adalah karakter yang dapat dicetak atau tidak. Karakter yang menempati ruang pencetakan dikenal sebagai karakter yang dapat dicetak. Karakter yang dapat dicetak adalah kebalikan dari karakter kontrol yang dapat diperiksa menggunakan fungsi iscntrl() pada bahasa C.

    BalasHapus
  3. Fungsi iscntrl() adalah fungsi yang digunakan untuk memeriksa apakah suatu karakter adalah karakter kontrol atau bukan. Karakter yang tidak dapat dicetak pada layar monitor dikenal sebagai karakter kontrol. Contoh, karakter backspace, karakter escape, karakter newline, dan lain sebagainya. Fungsi iscntrl() memeriksa apakah sebuah karakter yang diterima dari input yang diteruskan ke fungsi adalah karakter kontrol ataukah bukan karakter kontrol.

    BalasHapus
  4. apakah manfaat yang didaptkan setelah mengetahui sebuah karakter masuk dalam kategori karakter cetak atau karakter kontrol?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Programmer bisa lebih berhati-hati dalam menggunakan karakter yang akan dipakai pada program, apakah karakter tersebut masuk karakter kontrol atau karakter cetak, ataukah karakter yang diketik tersebut masuk dalam satu kategori keyword atau bukan, dan juga untuk kepentingan manipulasi program lainnya seperti prasyarat logika program dan lain sebagainya.

      Hapus

Posting Komentar

*Respon komentar 7 x 24 jam, mohon bersabar jika komentar tidak langsung dipublikasi atau mendapatkan balasan secara langsung. :D

*Jika terdapat typo, link bermasalah, dan lain sebagainya, pengunjung dapat melaporkan permasalahan tersebut melalui WA: +62-896-2514-6106




~ Ikatlah Ilmu dengan Memostingkannya ~

Referensi Tambahan:

Enkapsulasi pada Java

6 Contoh Program Method Overloading pada Java

2 Jenis Utama Kegiatan Penelitian Berdasarkan Waktunya, Crosssectional Salah Satunya

3 Jenis Utama Looping pada Java

Perbedaan stdio.h dan stdlib.h pada Bahasa C

3 Jenis Utama Teks Komentar pada Bahasa Pemrograman Java