Artikel Terbaru

3 Teknik Khusus untuk Mengembangkan Kreativitas

Terdapat beberapa teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan kreatifitas seserorang, tiga diantaranya adalah Brainstorming, Lateral Thinking, dan Syntectics.

Brainstorming, merupakan teknik yang dikembagkan oleh Orborn pada tahun 1957. Teknik ini merupakan suatu bentuk strategi yang memungkinkan suatu kelompok untuk mengekplorasi ide-ide tanpa saling menghakimi ataupun saling mencela. Dalam praktiknya, anak-anak atau individu akan diminta untuk duduk dalam suatu formasi tertentu dalam kelompok untuk menyelesaikan sebuah permasalahan yang mencari solusinya tanpa diberikan batasan atau hambatan apapun pada proses mencarinya. Faktanya, ketika kegiatan ini dilakukan maka setiap individu akan mulai melakukan komunikasi dan memberikan ide dan solunya masing-masing dalam kelompok tersebut.

Adapun untuk memulai kegiatan, setiap anak atau individu bisa diberikan suatu fokus atau pandangan tertentu dalam kegiatan pelaksanaannya.

Terdapat tidak tahapan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut dimulai dari tahap pemanasan, menyampaian ide, dan evaluasi. Namun, kegiatan Brainstorming juga bisa dilakan dalam empat tahapan dimulai dari memilah permasalahan dan tantangan apa yang akan diberikan dalam suatu kelompok, menemukan ide, tahap Brainstorming, dan evaluasi.

Lateral Thinking, merupakan teknik untuk menyelesaikan masalah melalui pendekatan tidak langsung dan bersifat kreatif dengan menggunakan penalaran yang tidak langsung terlihat dan melibatkan suatu ide. Istilah Lateral Thinking, ditemukan pada tahun 1967 oleh Edward de Bono, dimana istilah ini juga sering digunakan dalam dunia bisnis yang dipakai untuk suatu kegiatan yang melibatkan ispirasi dan imajenasi dari seorang individu untuk memecahkan masalaha dengan melihatnya dari suatu perspektif yang tidak terduga atau 'out of the box'. Lateral Thingking atau pemikiran lateral sifatnya adalah meninggalkan hal-hal yang sifatnya sudah pasti atau jelas, meninggalkan pola pikir tradisional, dan juga mengesampingkan prasangka dalam proses pengambilan keputusannya.

Synectics, istilah dari teknik ini diambil dari bahasa latin "Synetikos" yang artinya adalah "bertahan bersama". Synectics merupakan metodologi penyelesaian masalah yang menstimulasi proses berpikir dari sesuatu yang mungkin selama ini belum disadari oleh subjek. Teknik ini dikembangkan oleh George M. Prince dan William J.J. Gordon pada tahun 1961.

Komentar

  1. Apa yang dimasud dengan brainstorming?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Brainstorming merupakan metode yang digunakan oleh tim perancang untuk menghasilkan suatu ide, guna memecahkan masalah perancangan yang didefinisikan secara jelas. Dalam kondisi terkendali dan lingkungan berpikir yang bebas, tim mendekati masalah dengan cara saling bertanya. Dimana dari hasil kegiatan tersebut akan dihasilkan beragam ide dan dapat menarik hubungan diantara indivu yang terlibat untuk saling menemukan suatu solusi yang paling potensial.

      Hapus
  2. Apa saja tipe dari brainstorming?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Empat tipe brainstorming adalah:
      1. Reverse Brainstorming, merupakan teknik pemecahan masalah yang kreatif diaman masalah yang sedang dibahas dibalik dan dipertimbangkan dari sudut pandang yang berbeda untuk memacu solusi baru dengan hasil yang berbeda pula.
      2. Stop-and-Go Brainstorming.
      3. Phillips 66 Brainstorming.
      4. Brainwriting.

      Hapus
  3. Bagaimana cara melatih lateral thingking?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Identifikasi kognisi yang membatasi.
      2. Menggabungkan aktifitas kolaborasi grup.
      3. Gunakan teka-teki untuk memutar 'persneling mental'.
      4. Integrasikan simulasi dan skenario percabangan.
      5. Kembangkan peta pemikiran.
      6. Mendorong para pemikir untuk mengadopsi perspektif yang berbeda dari permasalahan yang dibahas.

      Hapus
  4. Bagaimana cara menggunakan teknik Synectics dalam proses berpikir kreatif untuk menyelesaikan suatu permasalahan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dapat dilakukan melalui beberapa urutan langkah berikut:
      1. Identifikasi sumber dan pemilik masalah dan pastikan sumber tersebut menginginkan suatu solusi baru.
      2. Pastikan pemilik masalah memiliki kekuatan untuk menerapkan solusi baru.
      3. Pahami pola pikir pemilik masalah yang berkaitan dengan bidang masalah.
      4. Pahami parameter solusi yang diharapkan.
      5. Tentukan ekspektasi pemilik masalah.

      Hapus

Posting Komentar

Respon komentar 7 x 24 jam, so please be patient :D

Hot Artikel!!!

Enkapsulasi pada Java

6 Tahap Utama dalam Melakukan Kompilasi Program Hello World Java

6 Contoh Program Method Overloading pada Java