Artikel Terbaru

Cara Mudah Menggunakan Atribut OnDradEnd pada Elemen HTML

Atribut event ondragend merupakan salah satu atribut pada html yang akan bekerja ketika user telah selesai melakukan drag pada elemen html. Fitur drag and drop merupakan fitur yang umum pada html5. Setiap elemen pada html dapat dilakukan drag dengan menggunakan atribut draggable pada html5.

4 Tipe Utama DNS Beserta Cara Kerja dan Pengertiannya

DNS adalah kepanjangan dari Domain Name System yang merupakan salah satu dasar dari internet, namun kebanyakan orang mungkin belum menyadari bahwa mereka telah menggunakannya setiap hari untuk melakukan pekerjaannya, memeriksa email, atapun sekadar membuatn waktu untuk bersantai diponselnya.

Pada dasarnya, DNS merupakan direktori nama yang dicocokkan dengan kombinasi angka tertentu. Angka-angka yang dimaksud tersebut adalah alamat IP yang digunakan komputer untuk berkomunikasi satu sama lain dalam suatu jaringan komputer.

Jika dianalogikan anggap bahwa DNS adalah seperti daftar nama pada 'buku telepon' yang digunakan untuk mencari dan mencocokkan nama-nama tersebut dengan nomor telepon (IP) dan alamat yang sesuai. Kemudian, anggap pula bahwa buku telepon tersebut berisi seluruh alamat dari seluruh nomor telepon diseluruh dunia.

Yups, itulah DNS.

Definisi DNS
DNS bekerja dengan cara mengubah nama domain menjadi alamat IP, yang digunakan browser untuk membuat halaman internet. Setiap perangkat yang terhubung ke internet memiliki alamat IP sendiri, yang digunakan oleh perangkat lain untuk menemukan perangkat yang dicari tersebut. DNS server memungkinkan orang untuk memasukkan kata-kata normal ke dalam browser mereka, seperti Youtube.com, tanpa harus melacak alamat IP tertentu untuk setiap situs yang harus dicari.

Sejarah Singkat Penggunaan DNS
Ketika jumlah pengguna internet masih dalam skala kecil, maka orang-orang masih dapat dengan mudah menghapal atau masuk ke alamat jaringan tertentu hanya melalui alamat IP-nya saja (cuma menghapal nomor IP), namun sejalan dengan perkembangan dan peningkatan pengguna internet maka proses menghafal ataupun mencatat alamat IP tentu adalah sesuatu yang sulit karena data yang harus disimpan sudah mulai banyak. Memang masih tetap dimungkinkan untuk mengunjungi alamat web atau situs tertentu hanya dengan mengetik alamat IP-nya saja, namun sebagian besar pengguna internet menginginkan hal lain yang lebih efisien ketimbang harus menghafal untaian angka-angka yang jumlahnya sangat banyak atau lebih mudah jika alamat-alamat IP tersebut diwakilkan dengan kode yang lain yang menggunakan kombinasi huruf sehingga dapat membentuk suatu makna kata atau kalimat tertentu yang lebih mudah diingat oleh para pengguna internet. Pada tahun 1970an dan awal tahun 1980an, seseorang bernama Elizabeth Feinler dari Standford mulai memperkenalkan sistem catatan yang mengelola daftar master dari setiap komputer yang terhubung ke internet dalam file teks bernama HOSTS.TXT.

Apa yang dilakukan Feinler memang merupakan cikal bakal terbentuknya DNS, namun hal tersebut tidak dapat bertahan lama seiring dengan pertumbuhan jumlah dari pengguna internet, setidaknya karena Feinler hanya menangani permintaan tersebut sebelum jam 6 sore, pada waktu cuti. Kemudian pada tahun 1983, Paul Mockapetris, seorang peneliti di USC, ditugaskan untuk membuat suatu solusi lain untuk permasalahan tersebut. Dimana dia menciptakan solusi yang pada dasarnya mengabaikan permasalahan dasar tersebut dan berfokus pada pengembangan sistemnya sendiri, yang dia sebut dengan DNS. Meskipun sedikit berubah dari sasaran awal yang ditujukan sebelumnya, namun pada tingkat yang fundamental Paul masih bekerja dengan cara yang sama.

Pengertian DNS Server
DNS server merupakan komputer dengan database yang berisi alamat IP publik yang berkaitan dengan nama web yang dituju oleh alamat IP pengguna. DNS bertindak seperti buku telepon untuk internet. Setiap kali user mengetik nama domain tertentu, maka DNS akan menemukan alamat IP yang tepat atau yang cocok dengan yang dituju tersebut. Alamat IP web inilah yang akan mengarahkan perangkat untuk menuju ke lokasi yang benar untuk pengaksesan data web.

Setelah DNS server menemukan alamat IP yang benar, maka browser akan mengambil alamat tersebut dan menggunakannya untuk mengirim data ke content delivery network (CDN) atau server asal. Setelah proses tersebut selesai dilakukan, maka informasi pada web dapat diakses oleh pengguna yang mau menuju ke situs tersebut. DNS server memulai proses dengan cara menemukan alamat IP yang sesuai untuk Uniform Resource Locator (URL) web yang sesuai.

Cara Kerja DNS
Dalam permintaan DNS biasa, URL yang diketik oleh seorang user harus melalui empat server tertentu agar alamat IP dapat diberikan ke user yang menggunakannya sebelumnya. Keempat server tersebut bekerja satu sama lain untuk mendapatkan alamat IP yang benar terhadap user, yakni diperlihatkan sebagai berikut:
  • DNS recursor: merupakan server yang juga disebut sebagai DNS resolver yang menerima permintaan dari client DNS dan kemudian berkomunikasi dengan DNS server lainnya untuk menemukan alamat IP yang tepat yang dicari oleh client sebelumnya. Setelah resolver mengambil permintaan tersebut dari client atau user awal, maka selanjutnya resolver akan bertindak sebagai client itu sendiri. Saat melakukan proses ini, server akan membuat kueri yang dikirim menuju ketiga server DNS lainnya, yaitu root nameserver, top-level domain (TLD) nameserver, dan authoritative nameserver.
  • Root nameserver: merupakan server yang dirancang untuk zona root DNS internet. Tugas dari root nameserver adalah menjawab permintaan yang dikirim ke server tersebut untuk catata di zona root. Server selanjutnya menjawab permintaan tersebut dengan mengirim kembali daftar authoritative nameserver yang sesuai dengan TLD yang benar.
  • TLD nameserver: bertugas menyimpan alamat IP domain tingkat kedua yang terdapat dalam nama TLD. Server ini kemudian akan melepaskan alamat IP web dan mengirimkan kueri ke domain nameserver.
  • Authoritative nameserver: merupakan server yang memberikan user jawaban nyata untuk permintaan DNS yang akan dituju. Ada dua jenis authoritative nameserver, yaitu master server atau primary nameserver, dan slave server atau secondary nameserver yang merupakan bagian dari salinan master server. Server berbagi beban DNS server dan bertindak sebagai cadangan jika master server mengalami gagal proses.

Perbedaan Authoritative DNS Server vs Recursive DNS Server
Authoritative nameserver bertugas menyimpan informasi catatan DNS. Sedangkan recursive server bertindak sebagai perantara yang diposisikan antara authoritative server dan end-user. Untuk mencapai nameserver, recursive server harus melakukan rekursi melalui DNS tree guna mengakses catatan domain yang tersimpan.

Authoritative DNS Server
Untuk memahami cari kerja Authoritative DNS server dapat menggunakan suatu analogi 'buku telepon', dengan menganggap alamat IP sebagai nomor telepon dan nama orang sebagai URL web, dimana DNS server bertindak sebagai buku telepon yang menghubungkan alamat IP yang tersimpan dengan nama domain yang sesuai. DNS server memberikan jawaban atas pertanyaan yang dikirim oleh recursive DNS server, dan memberikan informasi tentang dimana lokasi dari web yang dituju tersebut. Jawaban yang diberikan berupa alamat IP dari domain yang terlibat dalam kueri.

Authoritative DNS Server bertanggung jawab untuk lokasi tertentu, seperti negara, organisasi, atau area lokal. Terlepas dari wilayah mana yang tercakup dalam catatan DNS server tersebut, pada dasarnya Authoritative DNS server melakukan dua hal penting. Pertama, server menyimpan daftar nama domain dan alamat IP yang menyertainya. Kedua, server akan merespon permintaan dari Rekursif DNS server mengenai alamat IP yang sesuai dengan nama domain yang diminta.

Recursive DNS Server
Setelah user mengetikkan URL di web browser masing-masing, URL tersebut selanjutnya diberikan ke recursive DNS server. Recursive DNS server selanjutnya melakukan pemeriksaan memori chache untuk melihat apakah alamat IP untuk URL sudah disimpan atau belum. Jika informasi alamat IP sudah ada atau sudah tersimpan, maka recursive DNS server akan mengirimkan alamat IP ke browser, dimana user kemudian dapat melihat web yang telah diketikkan sebelumnya. Disisi lain, jika recursive DNS Server tidak menemukan alamat IP yang dicari ketika melakukan pencarian memori, maka recursive DNS server selanjutnya akan melanjutkan proses untuk mendapatkan alamat IP tersebut untuk pengguna. Langkah selanjutnya adalah recursive DNS server akan menyimpan alamat IP untuk jangka waktu tertentu. Jangka waktu ini ditentukan oleh orang yang memiliki domain menggunakan pengaturan yang disebut sebagai Tile To Live atau TTL.

DNS Server dan IP Address
Komputer dan berbagai perangkat yang menggunakan internet bergantung pada alamat IP untuk mengirim permintaan user ke web yang akan dijangkau, dimana DNS bertugas untuk melacak alamat IP tersebut dari semua web yang akan dikunjungi. DNS server memungkinkan user untuk mengetikkan nama web apapun yang telah tercatat pada DNS server tersebut.

Misalnya, jika seseorang mengetik www.youtube.com di web browser, maka hanya berbekal URL situs itu saja user tidak bisa langsung menuju ke lokasi web yang dituju. URL-URL tersebut tidak akan dapat dibawa oleh server untuk menghubungkan user dengan situs yang dicari. Namun, dengan berbekal alamat URL yang telah diketik tersebut, maka DNS server dapat mencari tahu alamat IP mana yang sesuai dengan www.youtube.com dan mengirimkan hasilnya ke browser. Kemudian web akan muncul dilayar perangkat user karena browser sekarang telah mengetahui lokasi web yang dituju tersebut.

Browser DNS Caching
Sistem Operasi atau OS yang digunakan oleh perangkat user akan menyimpan catatan sumber daya DNS melalui penggunaan chaching. Chaching mencegah terjadinya redundansi ketika user mencoba membuka suatu situs tertentu, dan dapat mengurangi jumlah waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke web tersebut. Jika perangkat yang digunakan baru-baru ini membuka halaman yang akan dicoba untuk diakses, maka alamat IP dapat diberikan oleh chache. Dengan cara tersebut, dimana permintaan web dapat diselesaikan tanpa perlu melibatkan server DNS.

Oleh karena itu, chache DNS sangat membantu dalam merampingkan proses pencarian DNS yang diperlukan untuk menautkan nama domain ke alama IP. Hal ini membuat proses mendapatkan sutus web akan menjadi lebih cepat.

Cache DNS Beracun
Cache DNS beracun disebut juga DNS spoofing yang melibatkan pengenalan data DNS yang rusak ke dalam cache perangkat resolver. Chache ini menyebabkan nameserver mengembalikan alamat IP yang salah. Namun demikian, sebagian besar Sistem operasi saat ini sudah mampu memelihara salinan pencarian lokal DNS dengan sangat baik yang memungkinan OS untuk dapat dengan cepat mendapatkan informasi yang dibutuhkan URL resolver ke alamat IP yang benar.

Catatan: meskipun sudah bisa memelihara chache dengan baik, namun pada pengembangan beberapa web terkadang tetap memiliki masalah dalam proses pengaturan chache-nya sehingga berdampak pada sistem penyimpanan pada browser pengguna. Inilah alasan kenapa jika sebuah situs tidak bisa diakses atau menayangkan error 404, disarankan untuk melakukan pembersihan chache terlebih dahulu, tujuannya adalah untuk melakukan reset ulang terhadap alamat chache yang disimpan pada browser agar tidak mengarah pada alamat IP yang salah.

OS DNS Caching
Sistem operasi dari banyak perangkat mampu memelihara salinan lokasl pencarian DNS. Sehingga hal ini memungkinkan OS untuk dengan cepat mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan URL ke alamat IP yang benar.

Definisi DNS Resolver
DNS resolver juga disebut sebagai recursive resolver yang dirancang untuk mengambil kueri DNS yang dikirimkan oleh web browser dan aplikasi dimana resolver akan menerima URL web tersebut dan mengambil alamat IP yang sesuai dengan URL yang diminta.

Tipe DNS Kueri
Selama proses pencarian DNS, maka akan digunakan tiga jenis kueri yang berbeda sekaligus. Kueri tersebut akan digabungkan untuk mengoptimalkan resolusi DNS sehingga menghemat waktu proses yang diperlihatkan sebagai berikut:
  1. Kueri Rekursif
  2. Kueri Iteratif
  3. Kueri Non rekursif

Komentar

  1. Balasan
    1. Salah satu contoh DNS adalah yang disediakan oleh Goole, dimana alamat utamanya adalah 8.8.8.8.

      Hapus
  2. Bagaimana cara menemukan alamat DNS?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pada komputer Windows, proses penemuan DNS dapat dilakukan dengan perintah command prompt dengan mengetik "ipconfig/all", lalu tekan enter.

      Hapus
  3. Apakah mengubah nama DNS adalah sesuatu yang aman?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, perubahan nama DNS tidak akan menimbulkan masalah apapun pada alamat situs.

      Hapus
  4. Apakah sebaiknya menggunakan private DNS pada alamat situs saya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, Private DNS dapat menawarkan kemanan lebih dibandingkan dengan opsi DNS lainnya.

      Hapus

Posting Komentar

Respon komentar 7 x 24 jam, mohon bersabar jika komentar tidak langsung dipublikasi atau mendapatkan balasan secara langsung. :D

Catatan: setiap iklan yang ditayangkan pada blog ini bersumber dari google adsense. Dengan jenis iklan yang dipilih adalah, sebagai berikut.

POIN 1, Iklan yang ditampilkan hanya boleh berbahasa indonesia atau berbahasa inggris. Tidak menerima jenis iklan dalam bahasa yang lain selain yang telah disebutkan karena blog ini dibuat untuk para pengunjung dari negara atau orang yang berbahasa Indonesia.

POIN 2, Setiap gambar yang ditampilkan pada iklan sifatnya tidak mengganggu para pengunjung yang melihat blog, atau tidak boleh menampilkan gambar yang bersifat menjijikkan atau merangsang rasa mual.

POIN 3, Jenis iklan yang dipasang bukan merupakan iklan spam, atau berisi dan mengarahkan pengunjung ke alamat yang berbahaya atau bersifat penipuan.

POIN 4, Segala bentuk iklan tunduk dan patuh pada ketentuan dari pihak Adsense google dan pemilik blog.

POIN 5, Segala jenis iklan yang tidak bertentangan dengan poin 1-4 yang dijelaskan sebelumnya, maka iklan tersebut dapat ditampilkan pada blog.

POIN 6, Jika ada pihak ketika yang ingin memasang iklan pada blog ini secara langsung, maka dapat menghubungi pemilik blog melalui kontak 0882 3218 8316.



~ Ikatlah Ilmu dengan Memostingkannya ~

Hot Artikel

Perbedaan stdio.h dan stdlib.h pada Bahasa C

Enkapsulasi pada Java

Perbedaan Antara int main() dan int main(void) pada Bahasa C

2 Jenis Utama Kegiatan Penelitian Berdasarkan Waktunya, Crosssectional Salah Satunya