Artikel Terbaru

8 Kesalahan Penulisan dalam Penelitian Tindakan Kelas

PUEBI atau Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia adalah sebuah pedoman kebahasaan yang sangat penting dalam proses keterampilan menulis. PUEBI merupakan aturan yang dijabarkan dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang disempurnakan sesuai dengan Peraturan Menteri Nasional Republik RI No.50 Tahun 2015. Penulisan Karya ilmiah dalam hal ini adalah Penelitian Tindakan Kelas menggunakan Bahasa Indonesia yang baku sesuai dengan PUEBI. Sugihastuti (2007) berpendapat bahwa penulisan laporan penelitian harus menggunakan bahasa resmi atau bahasa baku, dalam hal ini bahasa indonesia. Penelitian yang dimaksud adalah bentuk-bentuk penelitian yang dilakukan didalam negeri, sedangkah untuk bentuk karya ilmiah yang diterbitkan diluar Indonesia penulisannya harus mengikuti aturan dari negara tempat diterbitkannya karya ilmiah tersebut.

Bentuk Kesalahan 
Menguasai Keterampilan berbahasa artinya memehami tentang pemahaman ejaan, penguasaan penggunaan kata, penguasaan pemilihan kata, penguasaan susun kalimat efektif, dan penguasaan penyusunan paragraf secara utuh (Yulianto, 2003) dalam bahasa Indonesia. Bahasa yang dipergunakan pada karya ilmiah merupakan jenis bahasa ragam tulis. Bahasa ragam tulis sangat berbeda dengan bentuk bahasa ragam lisan yang dibantu oleh sikap tubuh, isyarat, dan mimik atau ekspresi dari penutur manakala terjadi perbedaan tafsir atas pelisanan suatu hal atau maksud. Bahasa ragam tulis pada karya ilmiah haruslah dibuat secara jelas, lugas, dan komunikatif penyampaiannya, agar para pembaca bisa memahami isi yang terkandung didalam karya ilmiah (Ahmad et al, 2011).

Pedoman PUEBI, kamus bahasa Indonesia, dan tata bahasa adalah rambu yang digunakan dalam penulisan bahasa tulis baku untuk karya ilmiah dalam bahasa Indonesia. Ketepatan dalam penggunaan ejaan dapat dijadikan acuan sejauh mana tingkat pemahaman seseorang, serta bisa dijadikan ukuran tingkat 'melek bahasa' seseorang (Putrayasa, 2007)Melakukan kesalahan dalam berbahasa adalah hal yang wajar dalam proses belajar sebagai mana diungkapkan oleh Brown (2004)Dulay et al (1982) juga berpendapat bahwa seseoran tidak akan bisa mempelajari bahasa tanpa melakukan kesalahan yang sistematik. Corder (1985) meyakini bahwa setiap orang yang masih dalam proses belajar bahasa pasti pernah membuat kesalahan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mempelajari kesalahan-kesalahan apa saja yang sering dilakukan dalam pembuat karya ilmiah, guna meminimalisasi kesalahan dalam proses pembuatannya.1

Dalam kegiatan penelitian dikemukakan bahwa kesalahan penggunaan ejaan antara lain terlihat pada kesalahan pemakaian tanda baca koma dan tanda baca titik, penggunaan huruf miring (italic), dan penggabungan kata (kata gabungan, kata imbuhan, kata depan, partikel kata, angka, dan lambang bilangan.

Kesalahan Pemakaian Tanda Koma (,)
Kesalahan pemakaian tanda koma (,) terjadi karena penulis melakukan hal-hal sebagai berikut:
  • satu; Tanda koma tidak dipakai diantara unsur-unsur suatu perincian.
  • dua; Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat, jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya.
  • tiga; Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya.
  • empat; Tanda koma tidak dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang berada di awal kalimat.
  • lima; Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata 'tetapi' untuk 'melainkan'.

Contoh kesalahan pemakaian tanda koma (,) dapat dilihat seperti contoh berikut ini;
  • contoh satu; ... seperti telur, susu, daging, unggas, ikan dan kerang.
  • perbaikan; seperti telur, susu, daging, unggas, ikan, dan kerang.

  • contoh dua; ... Bila atlet mengalami... ringan semisal terjadi robekan atau tarikan... diakibatkan maka pertolongan pertama adalah menggunakan metode RICE.
  • perbaikan; Bila atlet mengalami... ringan, semisal terjadi robekan atau tarikan ... diakibatkan, pertolongan pertama adalah menggunakan metode RICE.

  • contoh tiga; ... kelebihan latihan fisik, sehingga menyisakan radikal bebas yang menumpuk dalam tubuh.
  • perbaikan; kelebihan latihan fisik sehingga menyisakan radikal bebas yang menumpuk dalam tubuh.

  • contoh empat; ... Jadi manusia tidak bisa hidup tanpa gula.
  • perbaikan; Jadi, manusia tidak bisa hidup tanpa gula.

  • contoh lima; ... Olahraga ini menyehatkan tetapi jika berlebihan akan menurunkan sistem...
  • perbaikan; Olahraga ini menyehatkan, tetapi jika berlebihan akan menurunkan sistem...

  • contoh enam; ... kecepatan yang tinggi baik perorangan maupun ganda Anda mengejar shuttlecock yang...
  • perbaikan; ... kecepatan yang tinggi, baik perorangan maupun ganda, Anda mengejar shuttlecock yang...

Kesalahan Pemakaian Tanda Titik (.)
Kesalahan pemakaian tanda titik (.) terjadi karena penulis melakukan hal-hal sebagai berikut:
  • satu; Tanda titik tidak dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
  • dua; Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan atau ikhtisar, padahal angka atau huruf itu merupakan yang terakhir dalam deretan angka dan huruf.

Contoh kesalahan pemakaian tanda titik (.) dapat dilihat seperti contoh berikut ini;
  • contoh satu; ... yang telah diperoleh dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
  • perbaikan; ... yang telah diperoleh dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.

  • contoh dua; 6.1. Kram Otot
  • perbaikan; 6.1 Kram Otot
Kesalahan Pemakaian Huruf
Kesalahan pemakaian huruf terjadi karena penulis melakukan hal-hal sebagai berikut:
  • satu; Huruf miring (italic) tidak dipakai untuk menuliskan kata, nama ilmiah, atau ungkapan asing kecuali untuk istilah asing yang telah disesuaikan ejaannya.
  • dua; Huruf miring (italic) tidak dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat yang dikutip dalam tulisan.

Contoh kesalahan pemakaian huruf dapat dilihat seperti contoh berikut ini;
  • contoh satu; Warming up adalah aktifitas yang berisi gerakan-gerakan...
  • perbaikan; Warming up adalah aktifitas yang berisi gerakan-gerakan...

  • contoh dua; ..., perlu juga melakukan peregangan atau streching.
  • perbaikan; ..., perlu juga melakukan peregangan atau streching.

  • contoh tiga; Direktur gizi. 1992. Daftar Komposisi Bahan Makanan. Jakarta: Bhatara.
  • perbaikan; Direktur gizi. Daftar Komposisi Bahan Makanan. Jakarta: Bhatara.

  • contoh empat; Erman. 2007. Dasar-dasar Biokimia Olahraga. Surabaya: Unesa Unipress.
  • perbaikan; Erman. 2007. Dasar-dasar Biokimia Olahraga. Surabaya: Unesa Unipress.

Kesalahan Penulisan Kata
Kesalahan penulisan kata ditemukan pada penulisan gabungan kata, kata imbuhan, kata depan, partikel, angka, dan lambang bilangan. Kesalahan-kesalahan penulisan dijelaskan sebagai berikut.

Kesalahan Penulisan Gabungan Kata
Kesalahan penulisan gabungan kata terjadi karena penulis melakukan hal-hal sebagai berikut;
  • satu; Gabungan kata yang sudah dianggap sebagai satu kata tidak dituliskan serangkai.
  • dua; Jika gabungan kata yang salah satu unsurnya tidak dapat berdiri sendiri sebagai satu kata yang mengandung arti penuh, hanya muncul dalam kombinasi, unsur itu harus dituliskan serangkai dengan unsur lainnya (Arifin dan Tasai, 2009).

Contoh kesalahan penulisan gabungan kata dapat dilihat seperti contoh berikut ini;
  • contoh satu; Kandungan buah kersen lebih baik dari pada minuman isotonik yang saat ini beredar di pasaran.
  • perbaikan; Kandungan buah kerseh lebih baik daripada minuman isotonik yang saat ini beredar di pasaran.

  • contoh dua; ..., sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang olah raga dan kesehatan ini dengan baik.
  • perbaikan; ..., sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang olahraga dan kesehatan ini dengan baik.

  • contoh tiga; Karakter cabang olahraga bola yang lebih banyak terjadi kontak fisik antar pemain,...
  • perbaikan; karakter cabang olahraga sepak bola yang lebih banyak terjadi kontak fisik antarpemain,...

Kesalahan Penulisan Kata Berimbuhan
Kesalahan penulisan kata berimbuhan terjadi karena tidak menuliskan serangkaian kata dasar yang mendapatkan imbuhan berupa awalan dan atau akhiran.

Contoh kesalahan penulisan kata berimbuhan dapat dilihat seperti contoh berikut ini;
  • contoh satu; ...aktifitas yang di lakukan oleh seseorang terutama yang memang pekerjaan...
  • perbaikan; ...aktifitas yang dilakukan oleh seseorang terutama yang memang pekerjaan...

  • contoh dua; Efek yang di timbulkan bila isotonik dikonsumsi secara berlebihan...
  • perbaikan; Efek yang ditimbulkan bila isotonik dikonsumsi secara berlebihan...

Kesalahan Penulisan Kata Depan
Kesalahan penulisan kata depan terjadi karena penulis melakukan hal-hal sebagai berikut;
  • satu; Menuliskan kata depan di secara tidak terpisah dari kata yang mengikutinya.
  • dua; Menuliskan kata dengan ke secara tidak terpisah dari kata yang mengikutinya.

Contoh kesalahan penulisan kata depan dapat dilihat seperti contoh berikut ini;
  • contoh satu; Diluarjaringan tubuh kekurangan pasokan glukosa dapat terhambat...
  • perbaikan; Di luar jaringan tubuh kekurangan pasokan glukosa karena terhambat...

  • contoh dua; Hal ini didukung dengan intensifnya informasi yang beredar di masyarakat.
  • perbaikan; Hal ini didukung dengan intensifnya informasi yang beredar dimasyarakat.

  • contoh tiga; Setelah itu endapan yang ada pada jus tersebut naik dengan sendirinya kepermukaanair.
  • perbaikan; Setelah itu endapat yang ada pada jus tersebut naik dengan sendirinya ke permukaan air.

  • contoh empat; ...kondisi anak, dan dapat mendorong ke arah perubahan tersebut.
  • perbaikan; ...kondisi anak, dan dapat mendorong kearah perubahan tersebut.

Kesalahan Penulisan Partikel
Kesalahan penulisan partikel terjadi karena penulis melakukan hal-hal sebagai berikut;
  • satu; Menuliskan partikel pun secara tidak terpisah dari kata yang mendahuluinya.
  • dua; Menuliskan partikel per secara tidak terpisah dari kata yang mendahuluinya atau mengikutinya.

Contoh kesalahan penulisan pertikel dapat dilihat seperti contoh berikut ini;
  • contoh satu; Selain bugar, merekapun telah melakukan tindakan preventif.
  • perbaikan; Selain bugar, mereka pun telah melakukan tindakan preventif.

  • contoh dua; Hal ini mengakibatkan ekspresi air juga bertambah, perasaan hauspun bertambah.
  • perbaikan; Hal ini mengakibatkan ekspresi air juga bertambah, perasaan haus pun bertambah;

  • contoh tiga; Dengan demikian siapapun yang berolahraga dengan baik dan benar...
  • perbaikan; Dengan demikian siapa pun yang berolahraga dengan baik dan benar...

  • contoh empat; Harus diakui, apapun cabang olahraganya pasti berpotensi cedera.
  • perbaikan; Harus diakui, apa pun cabang olahraganya pasti berpotensi cedera.

  • contoh lima; ... secara teratur tiga hingga lima kali perminggu pada hari yang ...
  • perbaikan; ... secara teratur tiga hingga lima kali per minggu pada hari yang ...

Kesalahan Penulisan Lambang Bilangan
kesalahan penulisan lambang bilangan terjadi karena penulis melakukan hal-hal sebagai berikut;
  • satu; Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata tidak ditulis dengan huruf atau kata.
  • dua; Lambang bilangan pada awal kalimat tidak ditulis dengan huruf.

Contoh kesalahan penulisan lambang bilangan dapat dilihat seperti contoh berikut ini;
  • contoh satu; ...dan penggantian glikogen memerlukan waktu lebih dari 2 hari.
  • perbaikan; ...dan penggantian glikogen memerlukan waktu lebih dari dua hari.

  • contoh dua; ...bila dilakukan 3 kali dalam seminggu dalam jangka waktu 1 bulan.
  • perbaikan; ...bila dilakukan tiga kali dalam seminggu dalam jangka waktu satu bulan.

  • contoh tiga; ..., gerakan tersebut dilakukan sampai dengan 20 hitungan.
  • perbaikan; ..., gerakan tersebut dilakukan sampai dengan dua puluh hitungan.

  • contoh empat; ...selama 6 bulan akan menghasilkan peningkatan kemampuan optimal.
  • perbaikan; ...selama enam bulan akan menghasilkan peningkatan kemampuan optimal.

  • contoh lima; 4 prinsip penanganan cedera otot yang benar.
  • perbaikan; empat prinsip penanganan cedera otot yang benar.

  • contoh enam; 6 langkah mudah mencegah cedera bermain bulu tangkis.
  • perbaikan; enam langkah mudah mencegah cedera bermain bulu tangkis.

  • contoh tujuh; 3 macam perubahan kardiovaskular yang dialami oleh organ tubuh...
  • perbaikan; tiga macam perubahan kardiovaskular yang dialami oleh organ tubuh...

Komentar

  1. Balasan
    1. Arifin, E. Z., dan Tasai, S. A. (2009). Cermat Berbahasa Indonesia. Jakarta: Akademika Pressindo.

      Hapus
    2. Ahmadi, dkk. (2011). Menulis Ilmiah: Buku Ajar MPK Bahasa Indonesia. Surabaya: Unesa University Press.

      Hapus
    3. Brown, H. D. (2004). Principles of Language Teaching and Learning. New Jersey: Prentice Hall Inc.

      Hapus
    4. Corder, S. P. (1982). Error Analysis and Interlanguage. Oxford: OxfordUniversity Press.

      Hapus
    5. Putra, I. B. (2007). Kalimat Efektif. Bandung: PT Refika Aditama.

      Hapus
    6. Sugihastuti. (2007). Bahasa Laporan Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

      Hapus
    7. Yulianto, B. (2003). Segi-segi Penulisan Laporan. Surabaya: Makalah Seminar Nasional Penulisan Karya Ilmiah.

      Hapus
  2. Apakah yang dimaksud dengan jurnalisme ilmiah dan apa bedanya dengan penulisan karya ilmiah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama menghasilkan tulisan, namun jurnalis ilmiah mempopulerkan pengetahuan ilmiah yang ditulis untuk suatu lembaga organisasi atau bisnis. Dimana tulisan yang dibuat oleh jurnalis tersebut masih bercerita tentang sains dan narasi yang dibuat juga tetap disikapi secara kritis.

      Hapus
  3. Apakah berbedaan antara penulisan ilmiah dan tata tulis ilmiah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tata tulis ilmiah adalah teknis penulisan yang dilakukan oleh seorang ilmuwan, beserta rekan-rekannya yang menghasilkan suatu laporan ilmiah. Sedangkan penulisan ilmiah adalah penulisan yang berisi informasi sains atau pengetahuan didalamnya. Penulisan ilmiah dapat dilakukan siapapun dan dengan bentuk tata tulis apapun (tidak harus tata tulis ilmiah).

      Hapus
  4. Bagaimana cara meningkatkan kemampuan menulis ilmiah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Atur pikiran, ide, dan tindakan kita dengan cara yang logis.
      2. Berikan deskripsi yang jelas pada setiap kalimat yang dibuat.
      3. Sederhanakan pilihan penggunaan kata yang digunakan untuk membuat kalimat.
      4. Menulislah dengan ringkas.
      5. Gunakan kalimat pasif dan kalimat aktif secara tepat.
      6. Pilih kata yang tepat untuk suatu kalimat.
      7. Perluas wawasan kosa yang kita pahami.
      8. MENULISLAH!!!

      Hapus

Posting Komentar

Respon komentar 7 x 24 jam, so please be patient :D

Hot Artikel!!!

Enkapsulasi pada Java

6 Tahap Utama dalam Melakukan Kompilasi Program Hello World Java

6 Contoh Program Method Overloading pada Java