Artikel Terbaru

9 Kategori Konsep Intelligence Quotient

Binet adalah seorang psikolog Jerman yang dijuluki sebagai 'bapak tes kecerdasan', namun pada masa itu belum dikenal dengan istilah IQ. Selang hingga tahun 1912, Wilhelm stern, merupakan orang pertama yang memformulasikan konsep dari IQ. Saat ini IQ adalah alat yang diterima secara umum untuk mengekspresikan bentuk kecerdasan. IQ mewakili rasio usia mental atau mental age dengan usia kronologis atau laju perkembangan mental berbanding terhadap usia seorang individu, dimana hasil uji atau tes IQ akan bervariasi pada tiap kelompok anak dalam rentang usia yang sama.

Seorang individu dengan hasil tes IQ tertentu akan dikategorikan pada beberapa klasifikasi berbeda sesuai dengan hasil tes IQ nya berdasarkan data distibusi IQ yang diperlihatkan sebagai berikut.

  • 0-20 = Idiot (<1%)
  • 20-50 = Imbeciles Retatded (<1%)
  • 50-70 = Morons (<1%)
  • 70-80 = Border Line (5%)
  • 80-90 = Backward (14%)
  • 90-110 = Average (60%)
  • 110-120 = Superior (14%)
  • 120-140 = Very superior (5%)
  • 140 > Genius (1%)

Tipe dari Test IQ, jika diklasfikasikan berdasarkan metode pengujiannya.
  1. Individual Test, metode pengujian yang dilakukan hanya untuk satu individu dalam waktu yang bersamaan.
  2. Group Test, metode pengujian yang dilakukan untuk sekelompok individu dalam waktu yang bersamaan.
  3. Verbal Test, metode pengujian yang proses pengujiannya menggunakan bahasa.
  4. Non Verbal Test, metode pengujian yang peroses pengujiannya dilakukan melalui beberapa aktifitas atau kemampuan.

Verbal test, merupakan bentuk test yang membutuhkan kemampuan verbal dalam pengujiannya, baik itu kemampuan untuk membaca, menulis, dan memahami suatu kata atau makna dari suatu subjek kata tertentu. Kelebihan test verbal, test ini membutuhkan kemampuan administrasi dan kemampuan mencetak skor, waktu pelaksanannya sebentar, murah, dan dapat dipersiapkan dengan mudah. Kekurangan test verbal, test ini membutuhkan kemahiran bahasa yang juga berpengaruh terhadap nilai hasil tes, dan bentuk tes ini tidak cocok untuk anak-anak.

Non verbal test, merupakan bentuk test yang melibatkan suatu aktifitas dan tidak membutuhkan keahlian berbahasa. Item-item pengujian Non verbal test dinyatakan dalam bentuk simbol, diagram, rancangan persepsi ataupun bentuk objek konsentrasi lainnya.

Performance Test, merupakan bentuk test yang dilakukan oleh seoran subjek, dimana subjek tersebut harus melakukan tugas dengan standar tertentu atau melakukan proses manipulasi dari beberapa bahan konkret tanpa menggunakan bahasa. Kelebihan performance test, test ini lebih bisa digunakan untuk orang-orang berkebutuhan khusus yang tidak memiliki kemampuan atau memiliki keterbatasan dalam keahlian berbahasa. Kekurangan performance test, test ini memakan biaya yang cukup mahal, standarisasi dari performance test sangat sulit, dan sangat memakan waktu dalam proses pelaksanannya.

Komentar

  1. Percuma jenius, klo hidup lo masih miskin, tetap aje lo bakal dianggap bego,,

    BalasHapus
  2. Artikel pada blog ini sangat bagus dan menginspirasi, thx bro.

    BalasHapus
  3. Artikel yang bagus dan cerita yang informatif, terima kasih telah berbagi pengetahuan baru.

    BalasHapus
  4. Web yang bagus untuk para guru dan juga para pelajar.

    BalasHapus
  5. Sangat bagus untuk beberapa fakta yang tidak diketahui tentang IQ.

    BalasHapus
  6. Makasih, berkat materi blog ini, contekanku pas ujian jadi lebih gampang hehehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Respon komentar 7 x 24 jam, so please be patient :D

Hot Artikel!!!

Enkapsulasi pada Java

6 Tahap Utama dalam Melakukan Kompilasi Program Hello World Java

6 Contoh Program Method Overloading pada Java