this → Artikel Baru – ( Atrikel Lama ↓ )

Fakta Singkat Siklus Penelitian Tindakan Kelas

Siklus atau putaran (tahapan) dari serangkaian proses, dimulai dari tahapan perencanaan, persiapan, pelaksanaan, hingga tahapan akhir adalah evaluasi. Jika makna tersebut dikaitkan dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) maka yang dimaksud dengan siklus adalah satu putaran penuh dari tahapan-tahapan dalam kegiatan PTK. Jadi, satu siklus pada kegiatan Penelitian (PTK) adalah tahapan yang dimulai dari tahap perencanaan, pengamatan, dan refleksi.

Jika dalam sebuah kegiatan penelitian (PTK) terdiri lebih dari satu siklus dalam kegiatannya, maka siklus yang selanjutnya adalah putaran ulang dari tahapan yang telah dilakukan pada siklus awal atau sebelumnya. Hanya saja, antara siklus pertama, kedua, dan selanjutnya selalu mengalami perbaikan setahap demi setahap. Jadi, antara siklus yang satu dengan siklus yang lain tidak akan pernah sama, meskipun melalui tahap-tahap yang sama.

Sekadar contoh, tindakan untuk mengajarkan "Luas Bangun Ruang". Tentu saja tindakan ini hanya memerlukan satu siklus (perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi atau evaluasi). Lain lagi jika tindakan yang dilakukan adalah mengajarkan "Matematika". Kegiatannya akan bersiklus-siklus, karena yang akan diajarkan lebih dari satu materi (beberapa materi), sehingga proses itu dapat merupakan siklus berkesinambungan.

Pertanyaan yang sering muncul adalah berapa lama satu siklus harus dilakukan dan berapa kali peneliti diizinkan melakukan refleksi agar terjadi satu kali siklus? Jawaban untuk pertanyaan ini kiranya tidak tepat jika dijawab dengan ukuran waktu. Sebab, antara mata pelajaran yang satu dengan pelajaran yang lain relatif berbeda waktu pengajarannya, sehingga memungkinkan munculnya perbedaan antara siklus yang satu dengan siklus yang lainnya. Sedangkan jawaban atas pertanyaan "kapan refleksi dapat dilakukan?" adalah kapanpun jika peneliti telah merasa cukup mendapat informasi yang memadai untuk memperbaiki tindakan yang telah diujicobakan.

Setiap akhir dari kegiatan refleksi selalu menjadi babak baru bagi siklus berikutnya. Artinya, peneliti dan kolaborator harus selalu melakukan diskusi pada setiap akhir dari kegiatan refleksi guna merencanakan tindakan baru apa yang akan dilakukan pada siklus kedua atau siklus selanjutnya. Dengan proses atau tahapan yang sama, guru dapat melanjutkan kesiklus berikutnya, jika memang sampai pada siklus tertentu ia belum merasa puas atau belum berhasil mendongkrak prestasi belajar peserta didik. Demikian seterusnya, sehingga banyak siklus yang dilalui, semakin baik hasil yang diperoleh. Hasilnya adalah kepuasan guru dan kepuasan peserta didik atas prestasi kerja dan belajar.

Komentar

  1. Balasan
    1. Menciptakan pengetahuan berdasarkan pertanyaan yang dilakukan dalam konteks spesifik dan praktis, guna untuk dapat belajar melalui tindakan yang kemudian mengarah pada proses perkembangan para peserta didik dalam kegiatan belajar.

      Hapus
  2. Ada berapa tipe bentuk penelitian tindakan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Empat tipe utama dari rencana penelitian tindakan adalah penelitian individu, penelitian kolaboratif, penelitian seluruh sekolah, dan penelitian tingkat wilayah.

      Untuk penelitian tingkat wilayah biasanya jarang dilakukan oleh seorang guru atan tenaga pendidik.

      Hapus
  3. Biasa kendala seperti apasih yang dihadapi oleh seorang peneliti dalam kegiatan PTK?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kendala utama dari Penelitian Tindakan Kelas adalah ukuran sampel. Karena peserta didik yang sifatnya homogen, biasanya ukuran sampel yang dapat diambil dari tiap kelompok jumlahnya sangat kecil, sehingga terkadang kurang bisa mewakili variasi sifat dari populasi secara keseluruhan.

      Hapus
  4. mau tanya min, kalau misal kita membuat PTk, kan otomatis ada metode tertentu atau cara ajar tertentu yang menjadi inti dari pembahasan. Lah yang saya tanyakan, apakah metode yang kita buat judul itu harus ada di siklus setelah siklus pertama, karena kalau misal digunakan di siklus setelah siklus pertama kan akan terlihat perbedaan dengan metode yang akan dibahas dengan tanpa menggunakan metode tersebut terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. judul penelitian bisa berubah mengikuti proses perkembangan penelitian, yang tidak boleh berubah itu adalah topik. klo topik penelitian berubah, sama saja memulai dari awal lagi.

      di dalam topik penelitian biasanya berisi permasalahan UTAMA yang mau diselesaikan beserta solusi. solusi dalam hal ini adalah metode penelitian. Metode penelitian bentuknya bisa penerapan (pakai metode orang lain) biasanya dipakai anak2 S1, modifikasi teori (kombinasi beberapa metode dengan sedikit modifikasi hingga jadi metode baru) biasanya dipakai anak S2, atau dengan metode sendiri (kebaruan ilmu) biasanya untuk program doktor S3.

      inti utama dari penelitian adalah TOPIK bukan judul baik itu PTK ataupun bentuk penelitian lainnya,

      Sementara jika siklus pertama pada PTK ditemukan ketidak cocokkan dalam metode, atau menemukan suatu 'pemahaman baru', maka hasil pengamatan pada siklus pertama juga tetap bisa disertakan dalam siklus kedua, dalam bentuk revisi, kemukakan apa yang menjadi kendala dalam penerapan metode pertama, sehingga diperlukan medote baru dapa siklus selanjutnya, dan begitupun seterusnya hingga siklus terakhir dicapai.

      Hapus
  5. mengapa PTK harus dilakukan per siklus?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sumber: A Maimun - Ijaz Arabi Journal of Arabic Learning, 2020 - ejournal.uin-malang.ac.id

      "(action) research is a cyclical process because it starts with a problem and ends with a problem."

      penelitian (tindakan) adalah proses siklus karena dimulai dengan masalah dan diakhiri dengan masalah.

      Karena setiap kegiatan PTK biasanya selalu memunculkan (atau menemukan) permasalahan baru pada pelaksanaannya, sehingga diperlukan kegiatan penelitain baru untuk menyelesaikan proses dari permasalah baru tersebut, dan seterusnya dan seterusnya (bersiklus-siklus).

      Hapus
  6. Bisakah PTK dilakukan hanya dalam satu siklus? jika iya, maka apakah karakteristik yang bisa dijadikan landasan sebagai alasan ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suatu penelitian tindakan kelas hanya dapat mengambil satu siklus saja jika pada siklus pertama tersebut semua kriteria yang ditargetkan telah tercapai (http://sastra.um.ac.id/wp-content/uploads/2009/12/CAR_A.doc).

      Namun, yang jadi pokok utama pembahasan dalam pelaksanaan siklus PTK adalah bukan seberapa banyak siklus penelitian akan dilaksanakan melainkan, apakah penerapan siklus PTK tersebut secara konseptual telah dilaksanakan secara benar atau tidak.

      pada artikel lain (https://www.emerald.com/insight/content/doi/10.1108/09593840110384771/full/html) juga dijelaskan bahwa dalam suatu pembahasan tentang penelitian tindakan (kelas), dualitas pandangan tentang penelitian tindakan digambarkan sebagai suatu penjajaran makna antara makna 'penelitian' dan makna 'tindakan', atapun juga antara makna 'teori' dan makna 'praktik'. Artinya, dalam pelaksanaan penelitian tindakan terdapat suatu fungsi atau tujuan ganda dalam pelaksanaannya, dimana seorang peneliti dalam penelitiannya harus dapat melakukan suatu perbaikan melalui perubahan dalam suatu permasalahan yang dibahas, dan peneliti juga sekaligus harus bisa menghasilkan suatu pengetahuan baru dan wawasan baru sebagai hasil dari aktivitas penelitiannya pada penelitian tindakan. Jadi, secara konseptual, paling tidak dalam pelaksanaan penelitian tindakan, minimal ada dua siklus pada proses pelaksanaannya yang dilaksanakan secara sekuensial dan dilakukan secara bersamaan dalam suatu kegiatan penelitian. Siklus pertama biasanya berkaitan dengan kepentingan peneliti dalam pemecahan masalah dan tanggung jawabnya terhadap kegiatan penelitian, dan yang kedua adalah untuk minat dan tanggung jawab dari peneliti terhadap kegiatan penelitiannya, dimana ide-ide dalam pelaksanaan kegiatan penelitian tersebut juga masih membutuhkan penjelasan-penjelasan lain secara lebih lanjut.

      Hapus
  7. Selamat malam min, Saya mau tanya Setelah melaksanakan siklus 1 dan 2 hasil belajar siswa itu belum mengalami peningkatan, Apakah bisa menghentikan penelitian pada siklus 2 atau bagaimana min? Terimakasih atas bantuannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setiap melakukan penelitian pada tahapan siklus tertentu, pastikan sudah menentukan target penelitian apa yang akan dicapai.

      Kenapa? karena target penelitian berfungsi sebagai pembatas kapan sebuah penelitian harus dihentikan atau tidak.

      Tanpa adanya tujuan atau target penelitian yang jelas, maka sebuah penelitian akan berlangsung tanpa arah, atau bahkan gagal.

      Pastikan bahwa pada siklus pertama tujuan atau target penelitian sudah dapat dicapai, dan jika masih ada ketidak cocokkan hasil terhadap tujuan penelitian, maka sebelum melanjutkan ke penelitian pada siklus selanjutnya atau siklus 2, terlebih dahulu lakukan evaluasi terhadap siklus pertama supaya pada siklus selanjutnya permasalahan terserbut sudah selesai.

      Apa saja yang perlu dievaluasi dalam kegiatan penelitian?
      Umumnya hal yang paling sering mengalami evaluasi dalam kegiatan penelitian adalah metode penelitian yang dipakai, jumlah sampel yang menjadi bahan penelitian, serta biaya dan waktu yang harus digunakan dalam kegiatan penelitian.

      Jika hasil penelitian yang dilakukan pada siklus ke-2, tujuan penelitiannya masih belum bisa tercapai, maka langkah tambahan yang bisa dilakukan selain evaluasi adalah konsultasi dengan pakar.

      Siapa pakar?
      Pakar dalam hal ini adalah siapapun baik individu atau kelompok yang memiliki kapasitas atau pengalaman dalam bidang penelitian yang sedang dilakukan. Contoh, disekolah biasanya pakar yang sering ditanya adalah kepala sekolah, para waka, atau para guru senior. Di dunia perguruan tinggi, biasanya pakar yang yang sering ditanya adalah para dosen atau peneliti yang pernah melakukan penelitian dibidang yang sama atau sejenis dengan kegiatan penelitian yang sedang dilakukan. Atau dibidang industri, adalah seperti para pemimpin perusahaan, atau para senior manager dalam bidang industri tersebut.

      Hapus

Posting Komentar

Respon komentar 7 x 24 jam, mohon bersabar jika komentar tidak langsung dipublikasi atau mendapatkan balasan secara langsung. :D

Catatan: setiap iklan yang ditayangkan pada blog ini bersumber dari google adsense. Dengan jenis iklan yang dipilih adalah, sebagai berikut.

POIN 1, Iklan yang ditampilkan hanya boleh berbahasa indonesia atau berbahasa inggris. Tidak menerima jenis iklan dalam bahasa yang lain selain yang telah disebutkan karena blog ini dibuat untuk para pengunjung dari negara atau orang yang berbahasa Indonesia.

POIN 2, Setiap gambar yang ditampilkan pada iklan sifatnya tidak mengganggu para pengunjung yang melihat blog, atau tidak boleh menampilkan gambar yang bersifat menjijikkan atau merangsang rasa mual.

POIN 3, Jenis iklan yang dipasang bukan merupakan iklan spam, atau berisi dan mengarahkan pengunjung ke alamat yang berbahaya atau bersifat penipuan.

POIN 4, Segala bentuk iklan tunduk dan patuh pada ketentuan dari pihak Adsense google dan pemilik blog.

POIN 5, Segala jenis iklan yang tidak bertentangan dengan poin 1-4 yang dijelaskan sebelumnya, maka iklan tersebut dapat ditampilkan pada blog.



~ Ikatlah Ilmu dengan Memostingkannya ~

Hot Artikel

Enkapsulasi pada Java

Perbedaan stdio.h dan stdlib.h pada Bahasa C

Penjelasan Singkat tentang Konsep Asosiasi, Komposisi, dan Agregasi pada Java

3 Jenis Utama Looping pada Java