this → Artikel Baru – ( Atrikel Lama ↓ )

Fakta Tahapan Observasi Penelitian Tindakan Kelas

Menurut Prof. Supardi dalam Suyadi (2012) observasi adalah tahap pengumpulan data pada Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dengan maksud lain adalah observasi merupakan alat untuk gambaran sudah seberapa jauh dampak atau efek tindakan yang telah mencapai sasaran. Pada langkah ini, peneliti harus menguraikan jenis data yang dikumpulkan, cara mengumpulkan, dan alat atau instrumen pengumpulan data baik itu berupa angket, wawancara, observasi, dan lain sebagainya.

Jika Penelitian Tindakan Kelas atau PTK dilakukan dengan cara yang kolaboratif, maka proses pengamatan dalam kegiatan harus dilakukan oleh seorang kolaborator, bukan guru (peneliti) yang sedang melakukan kegiatan penelitian. Namun demikian, baik itu tindakan yang dilaksanakan oleh guru (peneliti) dan pengamatan yang dilakukan oleh kolaborator kedua kegiatan tersebut haruslah dilaksanakan pada waktu yang sama dan dalam satu kondisi tempat yang jelas. Inilah sebabnya, mengapa Suharsimi (2006) mengatakan kurang tepat jika pengamatan disebut sebagai tahap ketiga. Sebab, antara tahap II (Tahap Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas) dan tahap III (ketiga) pada kegiatan penelitian harus dilangsungkan secara bersamaan. Walaupun demikian, tidak ada salahnya kita menyebut 'pengamatan' sebagai tahap ketiga dalam kegiatan PTK. Hanya saja, sebutan ini hanya untuk membedakan antara tindakan dan pengamatan, bukan menunjukkan suatu urutan atah tahapan baru dalam proses PTK.

Pada saat guru sedang melakukan penelitian (tindakan) dikelas, maka secara spontan seluruh perhatian dan aktivitasnya terpusat pada reaksi atau tindakan yang dilakukan oleh peserta didik beserta tindakan yang akan dilakukannya (guru atau peneliti). Atas dasar ini, tidak mungkin guru mengamati tindakannya sendiri. Disinilah diperlukan seorang pengamat yang siap merekan setiap peristiwa atau kejadian yang terjadi selama proses penelitian, pengamat sebaiknya juga membuat catatan-catatan kecil agar memudahkan dalam menganalisis data.

Komentar

  1. Balasan
    1. Arikunto, Suharsimi, et al. (2006). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

      Hapus
    2. Suyadi. (2012). Panduan Penelitian Tindakan Kelas. DIVA Press. Jogyakarta.

      Hapus
  2. Metode pengumpulan data observasi tergolong studi partisipatif, karen peneliti harus membenamkan diri pada pengkondisian dimana responden tersebut berada ketika melakukan proses pengumpulan dan pencatatan data.

    BalasHapus
  3. Jenis-jenis dari metode observasi apa aja sih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terdapat beberapa tipe dari metode observasi yang dapat dilakukan, mulai dari metode observasi terpisah dimana peneliti tidak terlibat dalam kegiatan observasi dan observasi langsung dimana peneliti terlibat langsung dalam proses pencatatan atau pengumpulan data observasi, dengan beberapa metode yang bisa dipakai adalah sebagai berikut:
      1. Observer lengkap.
      2. Observer bertindak sebagai peserta.
      3. Peserta bertindak sebagai observer.
      4. Peserta lengkap.

      Hapus
  4. Bagaimana cara menuliskan hasil observasi kedalam sebuah riset?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menuliskan hasil observasi ke dalam sebuah riset adalah sebagai berikut:
      1. Identifikasi tujuan.
      2. Tentukan apa yang akan diobservasi dan mengapa dilakukan observasi.
      3. Tetapkan metode dokumentasi selama kegiatan observasi.
      4. Pengembangan pertanyaan dan teknik observasi.
      5. Lakukan pengamatan dan pencatatan.
      6. Analisis perilakukan dan penarikan kesimpulan.

      Hapus

Posting Komentar

Respon komentar 7 x 24 jam, mohon bersabar jika komentar tidak langsung dipublikasi atau mendapatkan balasan secara langsung. :D

Catatan: setiap iklan yang ditayangkan pada blog ini bersumber dari google adsense. Dengan jenis iklan yang dipilih adalah, sebagai berikut.

POIN 1, Iklan yang ditampilkan hanya boleh berbahasa indonesia atau berbahasa inggris. Tidak menerima jenis iklan dalam bahasa yang lain selain yang telah disebutkan karena blog ini dibuat untuk para pengunjung dari negara atau orang yang berbahasa Indonesia.

POIN 2, Setiap gambar yang ditampilkan pada iklan sifatnya tidak mengganggu para pengunjung yang melihat blog, atau tidak boleh menampilkan gambar yang bersifat menjijikkan atau merangsang rasa mual.

POIN 3, Jenis iklan yang dipasang bukan merupakan iklan spam, atau berisi dan mengarahkan pengunjung ke alamat yang berbahaya atau bersifat penipuan.

POIN 4, Segala bentuk iklan tunduk dan patuh pada ketentuan dari pihak Adsense google dan pemilik blog.

POIN 5, Segala jenis iklan yang tidak bertentangan dengan poin 1-4 yang dijelaskan sebelumnya, maka iklan tersebut dapat ditampilkan pada blog.



~ Ikatlah Ilmu dengan Memostingkannya ~

Hot Artikel

Enkapsulasi pada Java

Perbedaan stdio.h dan stdlib.h pada Bahasa C

10 Aturan Utama Penggunaan Overriding pada Java

5 Cara Konversi Tipe Data pada Java

6 Aturan Penting Switch Statement pada Java

Perbedaan Antara int main() dan int main(void) pada Bahasa C

Penjelasan Singkat tentang Konsep Asosiasi, Komposisi, dan Agregasi pada Java