this → Artikel Baru – ( Atrikel Lama ↓ )

Cara Penggunaan Properti fullscreenElement DOM pada HTML

Properti fullscreenElement pada HTML digunakan untuk mengembalikan elemen yang saat ini sedang pada posisi fullscreen atau ditampilkan pada mode layar penuh. Properti ini mungkin membutuhkan prefix spesifik yang bekerja dengan browser yang berbeda pula.

Sintak:
document.fullscreenElement

Pahami pula, tentang semua konsep desain Web untuk tingkat pemula melalui materi lengkap HTML [klik].


Return Value: mengembalikan elemen yang saat ini sedang dalam mode fullscreen atau null, jika mode fullscreen tidak tersedia.

Baca juga, tentang materi bahasa pemrograman lainnya melalui Materi Lengkap 

Bahasa Pemrograman [klik].


Contoh:

<!DOCTYPE html>

<html>

 

<head>

<title>

method fullscreenElement

</title>

</head>

 

<body>

 

<h1 style="color: green">

Blog Elfan

</h1>

 

<p>

<b>

method fullscreenElement

</b>

</p>

 

<p>

Elemen fulscreen saat ini akan 

muncul pada console setelah 5 

detik.

</p>

 

<img id="image" src=

"https://1.bp.blogspot.com/-mhjmreJwUG4/YGfcp6l6BxI/AAAAAAAANpQ/qBy8tiBe1qMEtMDBHUXM1yhhkhgPGUmPgCLcBGAsYHQ/s2048/logo%2Bsman%2B8%2Bsemarang.png" />

 

<br>

 

<button onclick="goFullScreen();">

Mode fullscreen

</button>

 

<script>

/* Log elemen saat ini dalam 

mode fullscreen */

function checkFullscreenElement() 

{

console.log(

/* Sintak Standard */

document.fullscreenElement ||

/* Sintak untuk Browser 

Chrome, Safari, dan Opera */

document.webkitFullscreenElement ||

/* Sintak Firefox */

document.mozFullScreenElement ||

/* Sintak IE/Edge */

document.msFullscreenElement)

}

 

/* Memanggil fungsi tersebut 

setelah 5 detik, user tidak 

dapat menekan tombol apapun 

untuk mengeksekusi fungsi 

selama dalam mode fullscreen 

*/

setTimeout(checkFullscreenElement, 5000);

/* Go fullscreen */

function goFullScreen() 

{

 

if (

/* Sintak Standard */

document.fullscreenEnabled ||

/* Sintak Chrome, Safari, dan 

Opera */

document.webkitFullscreenEnabled ||

/* Sintak Firefox */

document.mozFullScreenEnabled ||

/* Sintak IE/Edge */

document.msFullscreenEnabled)

 

{

elem = document.querySelector('#image');

/* Try mode Fullscreen */

elem.requestFullscreen();

 

else 

{

console.log('Fullscreen tidak tersedia saat ini.')

}

 

}

</script>

 

</body>

 

</html>

Output:

Blog Elfan

method fullscreenElement

Elemen fulscreen saat ini akan muncul pada console setelah 5 detik.


Komentar

  1. Apa fungsi fullscreenElement pada html?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Properti fullscreenElement berfungsi untuk mengembalikan elemen saat ini yang ditampilkan dalam mode layar penuh, atau null saat tidak dalam mode tersebut.

      Hapus
    2. Properti fullscreenElement berfungsi untuk mengembalikan elemen yang saat ini dijasikan dalam mode layar penuh dalam dokumen saat ini, atau akan memberikan nilai null jika mode layar penuh sedang tidak digunakan.

      Meskipun hanya bersifat read-only, properti ini tidak akan dibuang jika dimodifikasi atau bahkan dalam mode strict.

      Hapus
  2. Jenis browser apa saja yang dapat digunakan untuk mengaktifkan fungsi fullscreenElement pada html?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berikut adalah beberapa jenis browser populer dan dapat digunakan untuk mengaktifkan fungsi fullscreenElement pada html:
      1. Google Chrome 45.0
      2. Internet Explorer 11.0
      3. Firefox 47.0
      4. Opera 15.0
      5. Safari 5.1

      Hapus

Posting Komentar

Respon komentar 7 x 24 jam, mohon bersabar jika komentar tidak langsung dipublikasi atau mendapatkan balasan secara langsung. :D

Catatan: setiap iklan yang ditayangkan pada blog ini bersumber dari google adsense. Dengan jenis iklan yang dipilih adalah, sebagai berikut.

POIN 1, Iklan yang ditampilkan hanya boleh berbahasa indonesia atau berbahasa inggris. Tidak menerima jenis iklan dalam bahasa yang lain selain yang telah disebutkan karena blog ini dibuat untuk para pengunjung dari negara atau orang yang berbahasa Indonesia.

POIN 2, Setiap gambar yang ditampilkan pada iklan sifatnya tidak mengganggu para pengunjung yang melihat blog, atau tidak boleh menampilkan gambar yang bersifat menjijikkan atau merangsang rasa mual.

POIN 3, Jenis iklan yang dipasang bukan merupakan iklan spam, atau berisi dan mengarahkan pengunjung ke alamat yang berbahaya atau bersifat penipuan.

POIN 4, Segala bentuk iklan tunduk dan patuh pada ketentuan dari pihak Adsense google dan pemilik blog.

POIN 5, Segala jenis iklan yang tidak bertentangan dengan poin 1-4 yang dijelaskan sebelumnya, maka iklan tersebut dapat ditampilkan pada blog.



~ Ikatlah Ilmu dengan Memostingkannya ~

Hot Artikel

Enkapsulasi pada Java

Perbedaan stdio.h dan stdlib.h pada Bahasa C

10 Aturan Utama Penggunaan Overriding pada Java

5 Cara Konversi Tipe Data pada Java

Perbedaan Antara int main() dan int main(void) pada Bahasa C

Penjelasan Singkat tentang Konsep Asosiasi, Komposisi, dan Agregasi pada Java

6 Aturan Penting Switch Statement pada Java