this → Artikel Baru – ( Atrikel Lama ↓ )

2 Sintak Penggunaan Properti strictErrorChecking DOM pada HTML

Properti strictErrorChecking DOM pada HTML digunakan untuk mengatur atau mengembalikan nilai, dimana nilai terserbut dapat di enforced atau tidak pada dokumen. Properti ini digunakan untuk mengembalikan nilai Boolean yang bernilai TRUE atau FALSE. Jika nilai yang dikembalikan adalah TRUE, maka properti dapat diterapkan pada dokumen, jika tidak makan properti tersebut tidak dapat diterapkan. Secara default, nilai dari properti strictErrorChecking adalah bernilai TRUE.

Return Value: properti ini akan mengembalikan nilai bertipe Boolean, yang terdiri dari dua kondisi yaitu TRUE atau FALSE.

Pahami pula, tentang semua konsep desain Web untuk tingkat pemula melalui materi lengkap HTML [klik].


Sintak:
  • Untuk mengembalikan nilai, documentObject.strictErrorChecking
  • Untuk mengatur nilai, documentObject.strictErrorChecking=true|false

Baca juga, tentang materi bahasa pemrograman lainnya melalui Materi Lengkap 

Bahasa Pemrograman [klik].


Contoh:

<!DOCTYPE html>

<html>

 

<head>

<title>

Properti strictErrorChecking HTML DOM

</title>

</head>

 

<body>

 

<h1>

Blog Elfan

</h1>

 

<h2>

Properti strictErrorChecking DOM HTML

</h2>

 

<

id="bons" 

onclick="Mybons()">

Hello bons!

</p>

 

<script>

function Mybons() 

{

document.getElementById("bons").strictErrorChecking;

}

</script>

 

</body>

 

</html>

Output:

Blog Elfan

Properti strictErrorChecking DOM HTML

Hello bons!

Komentar

  1. Apa fungsi dari properti strictErrorChecking DOM pada HTML?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Properti strictErrorChecking pada DOM HTML digunakan untuk menetapkan atau mengembalikan nilai dari dokumen, dengan ketentuan apakah dokumen tersebut memiliki pemeriksaan kesalahan yang ketat atau tidak, dengan nilai default-nya adalah true.

      Hapus
    2. properti strictErrorChecking digunakan untuk menetapkan atau mengembalikan apakah akan memaksa proses pemeriksaan kesalahan pada dokumen atau tidak.

      Jika nilai properti diatur dalam tipe false, maka implementasi tidak akan menguji setiap kemungkinan kondisi kesalahan. Properti ini secara default diatur dapat tipe true.

      Hapus
  2. Jenis browser apa saja yang dapat digunakan untuk mengaktifkan properti strictErrorChecking DOM HTML?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebagian besar browser tidak mendukung penggunaan properti strictErrorChecking pada DOM HTML.

      Hapus

Posting Komentar

Respon komentar 7 x 24 jam, mohon bersabar jika komentar tidak langsung dipublikasi atau mendapatkan balasan secara langsung. :D

Catatan: setiap iklan yang ditayangkan pada blog ini bersumber dari google adsense. Dengan jenis iklan yang dipilih adalah, sebagai berikut.

POIN 1, Iklan yang ditampilkan hanya boleh berbahasa indonesia atau berbahasa inggris. Tidak menerima jenis iklan dalam bahasa yang lain selain yang telah disebutkan karena blog ini dibuat untuk para pengunjung dari negara atau orang yang berbahasa Indonesia.

POIN 2, Setiap gambar yang ditampilkan pada iklan sifatnya tidak mengganggu para pengunjung yang melihat blog, atau tidak boleh menampilkan gambar yang bersifat menjijikkan atau merangsang rasa mual.

POIN 3, Jenis iklan yang dipasang bukan merupakan iklan spam, atau berisi dan mengarahkan pengunjung ke alamat yang berbahaya atau bersifat penipuan.

POIN 4, Segala bentuk iklan tunduk dan patuh pada ketentuan dari pihak Adsense google dan pemilik blog.

POIN 5, Segala jenis iklan yang tidak bertentangan dengan poin 1-4 yang dijelaskan sebelumnya, maka iklan tersebut dapat ditampilkan pada blog.



~ Ikatlah Ilmu dengan Memostingkannya ~

Hot Artikel

Enkapsulasi pada Java

Perbedaan stdio.h dan stdlib.h pada Bahasa C

10 Aturan Utama Penggunaan Overriding pada Java

5 Cara Konversi Tipe Data pada Java

Perbedaan Antara int main() dan int main(void) pada Bahasa C

Penjelasan Singkat tentang Konsep Asosiasi, Komposisi, dan Agregasi pada Java

6 Aturan Penting Switch Statement pada Java