Bimbingan Teknologi Informasi dan Komputer


***TABEL dan CHART Tugas***
[ X MIPA 1 ]   [ X MIPA 2 ]   [ X MIPA 3 ]
[ X MIPA 4 ]   [ X MIPA 5 ]


HTML
MODUL 1Dasar-dasar HTML
Latihan 1Mengenal HTML (struktur dasar html) [klik]
Latihan 2Mengatur warna latar belakang dan teks secara bersamaan [klik]
Latihan 3Mengatur warna latar belakang dan teks dengan format warna hexadecimal [klik]
Latihan 4Menampilkan garis dengan tag HR [klik]
Latihan 5Mengatur gambar latar belakang web [klik]
Latihan 6Mengatur paragraf [klik]
Latihan 7Memisahkan baris [klik]
Latihan 8Mengatur HEADING [klik]
Latihan 9Memformat Teks [klik]
Latihan 10Memformat teks dengan tag FONT [klik]
MODUL 2Hyperlink dan List
Latihan 11Membuat hyperlink ke halaman web lain [klik]
Latihan 12Membuat hyperlink ke file [klik]
Latihan 13Membuat hyperlink ke file yang berbeda folder [klik]
Latihan 14Membuat hyperlink dalam halaman web yang sama [klik]
Latihan 15Membuat unordered list [klik]
Latihan 16Membuat ordered list [klik]
Latihan 17Membuat definition list [klik]
Latihan 18Membuat list bersarang [klik]
MODUL 3 :Menampilkan dan Mengatur Gambar
Latihan 19Menampilkan gambar [klik]
Latihan 20Menggunakan teks alternatif [klik]
Latihan 21Menampilkan gambar dari folder berbeda [klik]
Latihan 22Mengatur ukuran gambar [klik]
Latihan 23Memberi bingkai pada gambar [klik]
Latihan 24Membuat hyperlink dari gambar [klik]
MODUL 4Menggunakan FRAME dan IFRAME
Latihan 25Membuat frame kolom [klik]
Latihan 26Membuat frame baris [klik]
Latihan 27Mengatur bingkai pada frame [klik]
Latihan 28Mengatur scrolling pada frame [klik]
Latihan 29Menjadikan frame sebagai target hyperlink [klik]
Latihan 30Membuat frame bersarang [klik]
Latihan 31Menggunakan IFRAME [klik]
MODUL 5Menggunakan Tabel
Latihan 32Membuat tabel [klik]
Latihan 33Mengatur CELLPADDIN dan CELLSPACING [klik]
Latihan 34Mengatur lebar tabel [klik]
Latihan 35Menggabungkan sel tabel [klik]
Latihan 36Memberi judul tabel [klik]
MODUL 6Menggunakan Form
Latihan 37Membuat form sederhana [klik]
Latihan 38Menambahkan kotak pilihan [klik]
Latihan 39Menambahkan pilihan berupa radio dan checkbox [klik]
Latihan 40Menerima masukkan dari textarea [klik]
EVALUASIMID SEMESTER DAN SEMESTER
EVALUASI MID SEMESTER 1 (EMPTY)
EVALUASI SEMESTER 1 (EMPTY)
EVALUASI MID SEMESTER 2 (EMPTY)
EVALUASI SEMESTER 2 (EMPTY)


BK TIK
Merupakan proses pembimbingan terkait mata pelajaran Teknologi informasi dan komunikasi menggunakan seperangkat alat-alat komputer, baik itu pelajaran kelas ataupun layanan bimbingan konseling yang dapat digunakan untuk membantu siswa memaksimalkan kemampuannya dalam penggunaan teknologi atau IT.

Teknologi Informasi
Teknologi informasi atau IT adalah metode penggunaan komputer untuk proses penyimpanan, pengambilan, pengiriman, dan pemanipulasian data (Daintith, John, ed. 2009) atau informasi. IT umumnya digunakan bersamaan dengan proses bisnis (Free on-line dictionary of computing. 2013). IT dipertimbangkan sebagai bagian dari teknologi informasi dan komunikasi (ICT). Sistem teknologi informasi umumnya merupakan suatu sistem informasi, sistem komunikasi, atau secara khusus lebih ditekankan terhadap alat komunikasi pada sebuah sistem komputer beserta perangkat keras, perangkat lunak, dan perangkat periferal yang dioperasikan oleh pengguna dalam jumlah yang terbatas.

Manusia bertindak dalam kegiatan penyimpanan, pengambilan, pemanipulasian, dan pengkomunikasian informasi sejak masa Sumerian di Mesopotamia dengan cara mengembangkan teknik penulisan sekitar abad 3000 SM (Butler, J.G. 2012). Namun istilah teknologi informasi pada masa modern mulai muncul pada tahun 1958 dalam sebuah publikasi artikel yang ditulis oleh Harold J.Leavitt dan Thomas L. Whisher pada Harvard Business Review. Mereka berkomentar bahwa "the new technology does not yet have a single established name. We shall call it information technology (IT)". Definisi tersebut terdiri dari tiga kategori yaitu: teknik pemrosesan data, penerapan dari metode matematika dan statistik dalam pengambilan keputusan, dan simulasi dari program komputer pemikiran tingkat tinggi (Leavitt, H.J. dan Whisler, T.L. 1958).

Istilah tersebut umumnya memang digunakan untuk perangkat komputer dan perangkat jaringan, tetapi istilah tersebut sebenarnya juga mencakup informasi lain seperti televisi dan telepon. Beberapa produk ataupun jasa dalam dunia ekonomi juga memiliki asosiasi terhadap teknologi informasi, termasuk didalamnya adalah perangkat keras komputer, perangkat lunak, perangkat elektronik, semikonduktor, internet, peralatan telekomunikasi, dan e-commerse (Chandler, D. 2011).

Berdasarkan ruang penyimpanan dan pemrosesan yang digunakan, maka dapat dikelompokkan perkembangan teknologi informasi tersebut ke dalam beberapa masa perkembangan yaitu: zaman pra mekanikal antara tahun 300 Sebelum Masehi-1450 Masehi, zaman mekanikal antara tahun 1450-1840, zaman elektromekanikal antara tahun 1840-1940, dan zaman elektronik dari tahun 1940 hingga masa sekarang (Butler, J.G. 2012)

Sejarah Perkembangan teknologi komputer
Komputer atau perangkat komputasi (perhitungan) kemungkinan telah ada ribuan tahun silam, dimana kemungkinan bentuknya perangkatnya masih sederhana seperti sebuah tally stick (Schmandt, D. 1981). Sebuah mekanisme antikythera, berasal dari sekitar awal abad pertama SM dan umumnya diangap sebagai komputer analog pertama yang pernah dikenal, dan sekaligus alat mekanis gerigi pertama yang pernah diketahui (Wright. 2012). Dimana perangkat roda gerigi sejenis itu belum muncul sama sekali di Eropa hingga abad ke-16, dan baru pada tahun 1645 kalkulator yang mampu melakukan empat operasi aritmatika dasar berhasil dikembangkan (Chaudhuri. 2004).

Komputer elektronik yang menggunakan relay atau valve baru mulai dikembangkan sekitar awal tahun 1940an. Electomechanical Zuse Z3, kemudian berhasil diselesaikan pengembangannya pada tahun 1941 dan merupakan komputer terprogram pertama yang berhasil diciptakan. Berdasarkan standar modern Electomechanical Zuse Z3 merupakan salah satu mesin pertama yang dianggap sebagai mesin komputasi yang lengkap. Colossus, selanjutnya dikembangkan pada masa Perang Dunia Ke-II yang digunakan untuk mendeskripsikan sandi yang dikirim oleh tentara Jerman, dan merupakan komputer digital elektronik pertama yang pernah dikembangkan. Meskipun alat tersebut sudah dapat diprogram, namun tujuan awal dari pengembangannya bukanlah untuk hal tersebut, dimana alat tersebut hanya dirancang untuk menjalankan satu jenis tugas saja yang berbeda dengan komputer modern yang dapat melaksanaka beberapa tugas berbeda. Colossus juga tidak memiliki kemampuan untuk menyimpan program dalam memori, dimana proses pemrograman hanya dilakukan menggunakan steker dan sakelar untuk mengubah posisi internal kabel (Lavington. 1980). Komputer program penyimpanan digital elektronik modern pertama yang diketahui adalah Manchester Baby, dimana alat tersebut menjalankan program pertamanya pada tanggal 21 Juni 1948 (Enticknap, N.S. 1998).

Dikembangkannya alat-alat dari transistor pada akhir tahun 1940an pada laboratorium Bell memungkinkan untuk perancangan komputer generasi baru dengan pengurangan biasa komsumsi energi yang signifikan. Komputer komersial pertama yang tersedia adalah Ferranti Mark I yang didalamnya terdiri dari 4050 valve dan mengkonsumsi energi sebesar 25 kilowatts. Sebagai perbandingan, pengembangan komputer transistor pertama pada Universitas Manchester yang dioperasikan pada tahun 1953 hanya mengkonsumsi energi sebesar 150 watts pada versi terakhir pengembangannya (Cooke,Y.E.H. 1998).

Beberapa tahun kemudian sebuah terobosan terjadi pada perkembangan teknologi semikonduktor yang temrasuk didalamnya adalah penemuan Integrated Circuit atau IC oleh Jack Kilby di Texas Instrument dan Robert Noyce di Fairchild Semiconductor pada tahun 1959. Tahun 1959 Metal Oxide Semiconductor Field Effect Transistor atau Mosfet ditemukan oleh Mohamed Atalla dan Dawon Kahng di Bell Laboratories, dan mikroprosesor ditemukan oleh Ted Hoff, Federico Faggin, Masatoshi Shima dan Stanley Mazor di Interl pada tahun 1971. Penemuan penting ini selanjutnya menyebabkan sebuah perkembangan komputer pribadi atau PC, dan juga munculnya teknologi informasi dan komunikasi atau dikenal dengan istilah TIK ("Advanced information on the Nobel Prize in Physics 2000". 2019).


Electronic data processing

Data storage
Pada pengembangan awal komputer, seperti Colossus, digunakan punched tape sebagai media penyimpanan data (Alavudeen dan Venkateshwaran. 2010). Punched tape adalah sebuah kertas strip panjang dimana data disimpan melalui representasi serial data berupa lubang-lubang yang terdapat pada strip tersebut, namun sekarang teknologi tersebut sudah tidak dipergunakan lagi (Lavington. 1998). Penyimpanan data elektronik yang digunakan hingga saat ini, mulai diperkenalkan pada masa perang dunia II, ketika format delay line memory dikembangkan untuk memberikan perintah jarak jauh clutter dari sinyal radar, aplikasi penerapan pertama yaitu berupa mercury delay line. Perangkat penyimpanan digital random-access pertama yang selanjutnya dikembangkan, dijuluki dengan nama William tube, yang pengembangannya berbasis pada cathoe ray tube ("Early computers at Manchester University". 2008), namun informasi yang disimpan di dalam tube atau tabung tersebut beserta baris memorinya tidak stabil, sehingga harus dilakukan proses refresh secara terus-menerus, dan data yang disimpan tersebutpun akan hilang ketika tenaga atau power yang digunakan sebagai sumber energi mati. Perangkat awal penyimpanan komputer yang sudah stabil adalah drum magnetik, yang ditemukan pada tahun 1932 (Universität Klagenfurt (ed.). 2011) dan digunakan pada Ferranti Mark 1, yang merupakan komputer elektronik yang tersedia secara komersial (The Manchester Mark 1. 2009).

IBM juga pada tahun 1956 memperkenalkan disk drive pertama, dan merupakan komponen dari sistem komputer 305 RAMAC (Khurshudov, A. 2001). Kebanyakan data digital saat ini adalah masih disimpan secara magnet pada hard diks, atau secara optik pada media seperti CD-ROMs (Wang, S. 1999). Hingga tahun 2002, sebagian besar informasi sudah mulai disimpan pada perangkat analog, dimana pada masa tersebut kapasitas penyimpanan data telah melebihi kapasistas penyimpanan analog yang tersedia untuk pertama kalinya. Pada tahun 2007, hampir 94% data yang disimpan di seluruh dunia sudah disimpan secara digital (Wu, S. 2013). 52% disimpan pada hard disks, 28% disimpan pada perangkat optik, dan 11% pada pita magnetik digital. Dengan estimasi kapasitas penyimpanan seluruh dunia pada perangkat elektronik meningkat menjadi kurang dari 3 exabytes pada tahun 1986, menjadi 295 exabytes pada tahun 2007 (Hilbert, M. dan Priscila. 2011), dan mengalami peningkatan dua kali lipat setiap tiga tahun sekali (The Economist. 2012).

Basis data atau database
Database Management System atau DMS mulai berkembang pada tahun 1960 yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan penyimpanan dan pengambilan data dalam jumlah besar yang dilakukan secara cepat dan akurat. Sebelum DMS, sistem awal yang dikembangkan adalah Sistem Manajemen Informasi IBM (Ward dan Dafoulas. 2006. p. 2), yang masih digunakan secara luas lebih dari 50 tahun kemudian (Olofson, C. 2012). SMI menyimpan data secara hierarki, namun pada tahun 1970an Ted Codd mengusulkan sebuah alternatif berupa model penyimpanan relasi yang berbasis sekumpulan teori dan logika predikat, dan juga konsep tabel populer yang terdiri dari baris dan kolom. Pada tahun 1981, sistem manajemen database relasi (RDBMS dalam istilah inggris) tersedia secara komersial yang di-released oleh Oracle (Ward dan Dafoulas. 2006. p. 3)

Semua DMS terdiri dari beberapa komponen, yang memungkinkan data yang disimpan untuk diakses secara simultan oleh banyak pengguna sambil menjaga integrigas dari data tersebut (Silberschatz, A. 2010). Semua basis data pada umumnya mengandung definisi dan penyimpanan data secara terpisah dari data itu sendiri dalam suatu skema basis data. 

Dalam beberapa tahun terakhir, XML atau Extensible Markup Language menjadi format representasi data yang populer. Meskipun data XML dapat disimpan dalam file sistem, namun penggunaannya tetap menyediakan database relasional guna meningkatkan manfaat dari implementasi yang diverifikasi oleh teori dan praktik selama bertahun-tahun (Pardede. 2009. p. 2). Sebagai bagian dari proses evolusi SGML atau Standard Generalized Markup Language, struktur teks berbasis XML menawarkan keuntungan lebih baik karena dapat dibaca oleh mesin dan juga oleh manusia (Pardede. 2009. p. 4).

Data retrieval atau pengambilan data
Model database relasi juga turut memperkenalkan bahasa pemrograman Structured Query Language atau SQL yang dikembangkan berdasarkan prinsip relasi algebra. Istilah data dan informasi bukanlah suatu istilah yang bersinonim satu sama lain. Data adalah segala sesuatu yang dapat disimpan dalam media penyimpanan, tetapi data tersebut baru bisa menjadi informasi jika data tersebut sudah diorganisasi dan dapat menampilkan makna tertentu dari struktur organisasi datanya (Kedar, S. 2009). Kebanyakan data digital diseluruh dunia adalah data yang tidak terstruktur, dan disimpan dalam berbagai format penyimpanan fisik (van der Aalst. 2011) yang berbeda-beda bahkan ada yang hanya dalam bentuk pengorganisasian tunggal. Data werehouse mulai dikembangkan pada tahun 1980an yang bertujuan untuk mengintegrasikan berbagai penyimpanan yang berbeda. Umumnya data werehouse mengandung data ekstrak dari berbagai sumber data, termasuk sumber eksternal seperti internet, dengan tujuan pengorganisasiannya adalah untuk memfasilitasi DSS atau decision support system (Dyché, J. 2000)

Data transmission
Data transmisi atau pengiriman data terdiri dari tiga aspek yaitu: transmission, progpagation, dan reception (Weik. 2000). Secara luas juga dapat dikatakan sebagai bagian dari penyiaran, dimana informasi dikirim searah menuju ke hilir saja, atau secara telekomunikasi, dengan dua arah saluran hulu dan hilir.

XML telah banyak digunakan sebagai alat pertukaran data sejak awal tahun 2000an, terutama untuk interaksi yang berorientasi mesin seperti yang digunakan pada protokol berorientasi web seperti SOAP (Pardede. 2009).

Data Manipulation
Hilbert dan Lopez mengindentifikasi fase eksponensial dari perubahan teknologi (semacam hukum Moore), dengan isi teorinya, bahwa, Kapasistas khusus aplikasi mesin untuk proses penghitungan informasi per kapita meningkat sekitar dua kali lipat setiap 14 bulan antara tahun 1986 dan tahun 2007; Kapasitas dari komputer Per kapita dunia umumnya jumlahnya berlipat ganda setiap 18 bulan selama dua dekade yang sama, Kapasitas komunikasi global per kapita meningkat dua kali lipat setiap 34 bulan sekali, kapasitas penyimpanan dunia per kapita membutuhkan sekitar 40 bulan untuk menjadi dua kali lipat atau setiap 3 tahun, dan informasi siaran per kapita meningkat dua kali lipat setiap 12,3 tahun.

Penyimpanan data dalam jumlah yang sangat besar terjadi setiap harinya diseluruh dunia, namun hal tersebut tidak dapat dianalisis dan ditampilkan secara efektif, dalam hal ini disebut sebagai kuburan data atau "kumpulan arsip data yang jarang dikunjungi" atau diakses (Han, K. dan Pei. 2011). Untuk dapat mengatasi masalah tersebut, maka berkembang ilmu pengetahuan komputer dibidang data mining atau penambangan data, dimana bidang ilmu tersebut bekerja dalam hal proses penemuan pola dan pengetahuan yang ditarik dari sejumlah data yang berukuran besar atau sangat banyak" (Han, K. dan Pei. 2011. p. 8). Data mining muncul pada akhir tahun 1980an (Han, K. dan Pei. 2011. p. xxiii).

Sudut pandang dunia kerja dan komersial terhadap IT
Perusahaan yang berberak dibidang teknologi informasi sering disebut sebagai "sektor teknologi" atau "industri teknologi" (New York Times. 2017) (TechUK. 2017) ("Cyberstates 2016". 2017). Banyak perusahaan sekarang sudah memiliki departemen IT yang berperan dalam pengelolaan komputer, jaringan, dan area teknik lainnya dari bisnis mereka.

Dalam konteks bisnis, Asosiasi Teknologi Informasi Amerika telah mendefinisikan teknologi informasi sebagai "penelitian, perancangan, pengembangan, pengaplikasian, pengimplementasian, pengelolaan atau dukungan sistem informasi berbasis komputer" (Proctor, K.S. 2011). Tanggung jawab mereka adalah meliputi administrasi jaringan, pengembangan dan pemasangan perangkat lunak, serta perancanaan dan pengelolaan siklus hidup teknologi organisasi, dan pemeliharaan, peningkatan, dan penggantian perangkat keras dan perangkat lunak. 

Sudut pandang dunia pendidikan
Dalam konteks pendidikan Association for Computing Machinery mendefinisikan teknologi informasi sebagai "program gelar sarjana yang mempersiapkan siswa untuk memenuhi bisnis teknologi komputer, pemerintahan, kesehatan, dan jenis organisasi lainnya, dimana spesialis IT bertanggungjawab dalam pemilihan produk perangkat keras dan perangkat lunak yang sesuai untuk kebutuhan organisasi, mengintegrasikan produk tersebut dengan kebutuhan dan infrastruktur organisasi, dan melakukan instalasi, penyesuaian, dan pemeliharaan aplikasi tersebut untuk pengguna komputer dalam organisasi tempatnya bekerja" (The Joint Task Force for Computing Curricula. 2005).

DAFTAR RUJUKAN